Rata-Rata Gaji Lulusan ITS Hampir Rp7 Juta, Mayoritas Langsung Terserap Dunia Kerja!
Rerata gaji lulusan ITS hampir tembus Rp7 juta, simak rinciannya berikut!
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi favorit di Indonesia. Setiap tahunnya, puluhan ribu calon mahasiswa bersaing untuk mendapatkan kursi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Tingginya minat tersebut tidak terlepas dari reputasi ITS sebagai salah satu perguruan tinggi sains dan teknologi terkemuka di Indonesia.
Table Of Content
Selama bertahun-tahun, ITS telah melahirkan lulusan yang berkiprah di berbagai sektor, mulai dari perusahaan nasional dan multinasional, badan usaha milik negara, hingga instansi pemerintahan. Kualitas lulusan yang dihasilkan juga tercermin dari tingkat penyerapan kerja yang tinggi setelah menyelesaikan pendidikan.
Baca Juga: Benarkah Tingkat Pendidikan Memengaruhi Gaji?
Mayoritas Alumni ITS Telah Bekerja
Hasil Tracer Study ITS 2024 menunjukkan bahwa sebagian besar lulusan telah berhasil memasuki dunia kerja. Dari seluruh responden yang mengikuti survei, sebanyak 81,80% tercatat telah bekerja, baik secara penuh waktu maupun paruh waktu.
Sementara itu, sekitar 11,39% alumni masih berada dalam tahap mencari pekerjaan. Sebanyak 3,02% memilih menekuni dunia usaha sebagai wirausahawan, sedangkan 3,21% menyatakan belum memungkinkan untuk bekerja. Adapun alumni yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tercatat sebesar 0,58%.
Data tersebut menunjukkan bahwa lulusan ITS memiliki peluang yang cukup baik untuk terserap ke pasar kerja dalam waktu relatif singkat setelah lulus.
Perusahaan Swasta Menjadi Tujuan Utama Karier Alumni
Jika dilihat berdasarkan sektor pekerjaan, perusahaan swasta menjadi tempat berkarier bagi sebagian besar alumni ITS. Sebanyak 73,25% lulusan bekerja di sektor ini.
Di posisi berikutnya, 19,57% alumni bekerja di perusahaan BUMN maupun BUMD. Sementara itu, 5,30% memilih berkarier di instansi pemerintah. Sebagian kecil lainnya bekerja di organisasi non-profit atau lembaga swadaya masyarakat sebesar 0,50%, serta lembaga multilateral sebesar 0,64%.
Distribusi tersebut menunjukkan bahwa lulusan ITS memiliki fleksibilitas untuk berkarier di berbagai sektor sesuai bidang keahlian yang dimiliki.
Tingkat Partisipasi Alumni dalam Survei Sangat Tinggi
Tracer Study ITS 2024 menargetkan lulusan tahun 2023 sebagai responden utama. Dari total 4.134 alumni yang menjadi sasaran survei, sebanyak 4.110 orang berpartisipasi dengan mengisi kuesioner. Dengan demikian, tingkat respons survei mencapai 99,49%.
Berdasarkan jenjang pendidikan, mayoritas responden berasal dari program Sarjana (S1) sebanyak 3.615 orang, sedangkan 519 responden merupakan lulusan Sarjana Terapan (D4).
Dilihat dari asal fakultas, Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS) menjadi penyumbang responden terbesar dengan 868 alumni yang berpartisipasi. Fakultas Teknik Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) menyusul dengan 758 responden, sedangkan Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK) mencatat 616 responden.
Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD) berkontribusi sebanyak 560 responden, Fakultas Vokasi sebanyak 515 responden, Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) sebanyak 460 responden, serta Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD) sebanyak 333 responden.
Tingginya tingkat partisipasi di seluruh fakultas menjadikan hasil survei ini cukup representatif dalam menggambarkan kondisi alumni ITS setelah lulus.
Rata-Rata Gaji Alumni ITS Mendekati Rp7 Juta
Salah satu temuan menarik dalam Tracer Study ITS 2024 adalah besaran penghasilan yang diperoleh para lulusan. Survei mencatat rata-rata gaji bersih alumni ITS yang telah bekerja mencapai Rp6.947.914 per bulan.
Angka tersebut menunjukkan bahwa lulusan ITS memiliki daya saing yang cukup baik di pasar kerja, terutama bagi mereka yang baru memasuki dunia profesional.
Lulusan FTEIC Memiliki Rata-Rata Gaji Tertinggi
Berdasarkan fakultas asal, lulusan Fakultas Teknik Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) memperoleh rata-rata penghasilan tertinggi, yakni sebesar Rp8.051.041 per bulan. Tingginya angka tersebut diduga dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang teknologi digital, informatika, dan kecerdasan buatan.
Posisi kedua ditempati oleh lulusan Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS) dengan rata-rata penghasilan sebesar Rp7.237.035 per bulan.
Sementara itu, rata-rata penghasilan alumni dari fakultas lainnya adalah sebagai berikut:
- Fakultas Teknologi Kelautan (FTK): Rp6.897.250 per bulan
- Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK): Rp6.769.047 per bulan
- Fakultas Vokasi: Rp6.449.740 per bulan
- Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD): Rp6.442.315 per bulan
- Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD): Rp6.251.084 per bulan
Wirausaha Memberikan Pendapatan Lebih Tinggi
Menariknya, alumni yang memilih jalur kewirausahaan justru mencatat rata-rata pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan alumni yang bekerja sebagai karyawan. Berdasarkan hasil survei, rata-rata penghasilan alumni ITS yang menjalankan usaha mencapai Rp9.365.787 per bulan.
Temuan ini menunjukkan bahwa kewirausahaan dapat menjadi alternatif karier yang menjanjikan bagi lulusan perguruan tinggi. Selain menawarkan peluang pendapatan yang lebih besar, jalur ini juga berpotensi mendorong lahirnya lebih banyak inovator dan pencipta lapangan kerja dari kalangan alumni.
Baca Juga: Gaji Alumni ITB Tembus Rp119 Juta per Bulan, Ini Daftar Jurusan dengan Penghasilan Tertinggi