Beranda/Berita Kampus/Ubah Minyak Jelantah Jadi Listrik, Inovasi Siswa MAN 19 Jakarta Selatan Hingga Juara Kompetisi Nasional
Berita Kampus

Ubah Minyak Jelantah Jadi Listrik, Inovasi Siswa MAN 19 Jakarta Selatan Hingga Juara Kompetisi Nasional

WI
By Widiyanto
•9 September 2026•3 Menit Baca•33 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Ubah Minyak Jelantah Jadi Listrik, Inovasi Siswa MAN 19 Jakarta Selatan Hingga Juara Kompetisi Nasional

Minyak jelantah yang selama ini kerap dibuang begitu saja, kini disulap menjadi sumber energi listrik oleh sekelompok siswa dari MAN 19 Jakarta Selatan. Mereka adalah Alan Hermawan, Athar Narendra Wijaya, Muhammad Nayaka Arya Ganendra, Syaulia Kamila, dan Qnanthi Aysha Karinnina yang tergabung dalam tim AAAAQ Research 19.

Inovasi ini lahir dari permasalahan sederhana di lingkungan sekolah. Suatu ketika, lampu di kelas mereka mendadak padam saat jam pelajaran berlangsung. Hal tersebut disebabkan oleh beban listrik yang berlebihan akibat penggunaan stop kontak untuk mengisi daya ponsel dan menyalakan kipas portable.

Kondisi tersebut memicu pertanyaan di benak mereka, apakah ada cara untuk menghasilkan energi listrik tanpa membebani jaringan sekolah.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Di sisi lain, mereka juga menyadari fenomena lain yang sering terjadi di kantin dan rumah, yakni banyaknya minyak goreng bekas yang langsung dibuang setelah digunakan. Dua permasalahan ini kemudian menjadi dasar lahirnya ide program Mistik (Minyak Jadi Listrik).

“Saya berpikir minyak yang selama ini dibuang sangat sayang jika tidak dimanfaatkan. Dari situ kami mulai mencari cara paling sederhana untuk memanfaatkannya,” kata salah satu anggota tim dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).

Dalam pengembangannya, tim mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Panas yang dihasilkan dari lilin tersebut kemudian dikonversi menjadi energi listrik menggunakan modul Thermoelectric Generator (TEG).

Namun, perjalanan mereka tidak berjalan mulus. Berbagai tantangan harus dihadapi, mulai dari:

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
  • Menentukan komposisi lilin yang tepat
  • Menjaga kestabilan panas
  • Menyesuaikan rangkaian TEG agar menghasilkan daya optimal
  • Mengatasi percobaan awal yang gagal atau menghasilkan arus sangat kecil

Beberapa percobaan bahkan tidak menghasilkan listrik sama sekali. Meski demikian, mereka tetap melanjutkan penelitian dengan dukungan dari orang tua dan guru.

Keberhasilan pertama mereka terjadi saat prototipe alat berhasil digunakan untuk mengisi daya perangkat kecil.

“Saat itu kami baru merasa proyek ini nyata, bukan sekadar ide di kertas,” jelas tim MAN 19 Jakarta.

Momen tersebut menjadi titik balik yang memperkuat keyakinan mereka terhadap potensi inovasi ini.

Melalui program Mistik, para siswa mulai melihat minyak jelantah dari perspektif yang berbeda. Limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Mereka juga menyadari bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga dapat berkontribusi pada solusi energi berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Inovasi ini kemudian didaftarkan dalam ajang ASRI Awards 2025 dan berhasil meraih penghargaan The Most Sustainable Idea. Dalam kompetisi tersebut, tim juga mendapatkan berbagai masukan penting, terutama terkait:

  • Peningkatan keamanan lilin
  • Efisiensi konversi energi
  • Pengembangan alat agar lebih optimal

Selain itu, interaksi dengan peserta lain membuka wawasan mereka bahwa permasalahan serupa juga terjadi di banyak tempat, sehingga solusi pengelolaan limbah menjadi semakin relevan untuk diterapkan secara luas.

Program Mistik menjadi bukti bahwa inovasi besar dapat berawal dari permasalahan sederhana di sekitar. Dengan kreativitas dan ketekunan, limbah minyak jelantah dapat diubah menjadi sumber energi alternatif yang bermanfaat.

Inisiatif ini juga menegaskan pentingnya menanamkan kesadaran pengelolaan lingkungan sejak dini, sekaligus mendorong generasi muda untuk terus berinovasi dalam menghadapi tantangan masa depan.

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Tag Terkait:#Pendidikan Indonesia#teknologi tepat guna#Energi Terbarukan#Inovasi Siswa#Energi Alternatif#Minyak Jelantah#Listrik Ramah Lingkungan#MAN 19 Jakarta#Karya Anak Bangsa#Sustainability
WI

Penulis: Widiyanto

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!