Simak Daftar Lengkap Daya Tampung 22 Prodi UIN Saizu Purwokerto di UM-PTKIN 2026
UIN Saizu Purwokerto sediakan kuota sebanyak 1.498 kursi untuk mahasiswa baru jalur UM-PTKIN 2026.
Pendaftaran seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 telah resmi dibuka pada Senin, 13 April dan berlangsung hingga Sabtu, 30 Mei 2026. UM-PTKIN 2026 ini diikuti oleh 59 perguruan tinggi yang terdiri dari 58 PTKIN dan satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Salah satu PTKIN yang berlokasi di Purwokerto dan menyediakan kuota mahasiswa yang cukup banyak yakni Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri atau dilkenal dengan sebutan UIN Saizu. Kuota mahasiswa baru pada seleksi UM-PTKIN UIN Saizu 2026 mencapai hingga 1.498 kursi yang tersebar di 22 program studi (prodi) dengan rincian daya tampung sebagai berikut:
- Tadris Matematika: 38
- Komunikasi dan Penyiaran Islam: 100
- Bimbingan dan Konseling Islam: 100
- Pendidikan Islam Anak Usia Dini: 32
- Hukum Keluarga: 60
- Pendidikan Agama Islam: 180
- Pendidikan Bahasa Arab: 40
- Manajemen Pendidikan Islam: 60
- Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah: 100
- Ekonomi Syariah: 200
- Perbankan Syariah: 140
- Hukum Ekonomi Syariah: 40
- Manajemen Dakwah: 40
- Tadris Bahasa Inggris: 60
- Manajemen Zakat dan Wakaf: 40
- Perbandingan Madzhab: 18
- Hukum Tata Negara: 60
- Pengembangan Masyarakat Islam: 40
- Studi Agama Agama: 20
- Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir: 60
- Sejarah Peradaban Islam: 40
- Tasawuf dan Psikoterapi: 30
Distribusi daya tampung antar prodi terlihat sangat timpang, dominasi kuota terlihat jelas pada rumpun ekonomi dan pendidikan. Program studi Ekonomi Syariah menjadi yang terbesar dengan menyediakan 200 kursi, kemudian disusul oleh Pendidikan Agama Islam dengan 180 kursi. Besarnya kapasitas pada klaster ini menunjukkan upaya universitas dalam mengakomodasi tingginya minat calon mahasiswa terhadap bidang keuangan syariah dan pendidikan keagamaan.
Di sisi lain, terdapat beberapa prodi yang memiliki kuota terbatas, seperti prodi Perbandingan Madzhab tercatat memiliki daya tampung paling sedikit, yakni hanya 18 kursi, diikuti oleh Studi Agama Agama dengan 20 kursi. Perbandingan yang sangat kontras ini menuntut calon mahasiswa untuk lebih cermat dalam menyusun strategi pemilihan prodi.