Kampus Mulai Ambil Peran Aktif dalam Program Makan Bergizi Gratis, UNHAS Jadi PTN Pertama Yang Punya Dapur MBG
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto meresmikan dapur makan bergizi gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Universitas Hasanuddin...
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto meresmikan dapur makan bergizi gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Universitas Hasanuddin (Unhas), Sulawesi Selatan. Peresmian ini menandai langkah penting karena Unhas menjadi perguruan tinggi negeri pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas dapur MBG.
Dalam sambutannya, Brian menegaskan bahwa kampus tidak boleh hanya menjadi penonton dalam implementasi program strategis nasional. Ia mendorong perguruan tinggi untuk berperan aktif melalui integrasi antara riset dan kebijakan, khususnya dalam bidang gizi.
Baca juga: Tamat! Penugasan Guru Non-ASN di Sekolah Negeri Berakhir 31 Desember 2026
“SPPG yang dibentuk di kampus tidak hanya mendukung program, tetapi juga dapat menjadi teaching factory. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan sebagai tempat praktik mahasiswa, penelitian, serta pengembangan lebih lanjut program MBG di masyarakat,” jelasnya di SPPG Unhas Makassar, Selasa (28/4).
Peran Strategis Perguruan Tinggi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, turut menekankan pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung keberhasilan program MBG. Ia menyebut kampus memiliki keunggulan dalam hal teknologi, sumber daya manusia, dan inovasi.
“Perguruan tinggi memiliki teknologi, SDM, dan inovasi yang sangat bermanfaat untuk pengembangan program Makan Bergizi, mulai dari pengembangan peralatan, keamanan pangan, hingga pelatihan dan bimbingan teknis,” katanya.
Menurut Dadan, fasilitas SPPG di Unhas merupakan yang pertama di lingkungan perguruan tinggi negeri berstatus PTN-BH di Indonesia Timur. Sebelumnya, program serupa telah lebih dulu hadir di Institut Pertanian Bogor serta sejumlah perguruan tinggi swasta.
“Ini yang pertama di perguruan tinggi negeri di Indonesia Timur,” katanya.
Inovasi Teknologi dan Standar Keamanan
SPPG Unhas tidak hanya menjadi fasilitas pelayanan gizi, tetapi juga menghadirkan standar teknologi yang tinggi. Salah satu inovasi yang digunakan adalah sistem reverse osmosis dalam pengolahan air, sehingga air yang dihasilkan aman untuk langsung diminum maupun digunakan dalam proses memasak.
“Airnya sudah melalui reverse osmosis, jadi aman untuk diminum dan memasak. Ini penting karena kualitas air sering menjadi faktor gangguan pencernaan,” ungkapnya.
Selain itu, sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di fasilitas tersebut dinilai sangat baik dan berpotensi menjadi percontohan bagi daerah lain dalam pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.
Perkembangan Program MBG di Perguruan Tinggi
Sebelum Unhas, kampus swasta Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) telah lebih dulu mendirikan dapur MBG pada awal Januari 2025. Kehadiran SPPG di berbagai kampus menunjukkan bahwa program MBG mulai diadopsi secara luas sebagai bagian dari kontribusi dunia pendidikan terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat.