Beranda/Info Kampus/UNJ dan UNP Raih Penghargaan QS Asia 2027, Diakui atas Kemajuan Kerja Sama Internasional
Info Kampus

UNJ dan UNP Raih Penghargaan QS Asia 2027, Diakui atas Kemajuan Kerja Sama Internasional

Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Negeri Padang menerima QS Global Engagement Performance Improvement Award berkat peningkatan keterlibatan internasional.

Agnes Z. YonatanBy Agnes Z. Yonatan•4 November 2026•5 Menit Baca•4 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
UNJ dan UNP Raih Penghargaan QS Asia 2027, Diakui atas Kemajuan Kerja Sama Internasional

Dua perguruan tinggi negeri Indonesia kembali memperoleh pengakuan dalam ajang pemeringkatan pendidikan tinggi internasional. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Negeri Padang (UNP) berhasil meraih QS Global Engagement Performance Improvement Award dalam rangkaian peluncuran QS World University Rankings: Asia 2027.

Penghargaan tersebut diserahkan pada Selasa malam, 3 November 2026, di Bali International Convention Centre, Bali. Kedua universitas mendapatkan apresiasi atas perkembangan yang dicapai dalam memperkuat keterlibatan dan hubungan internasional sejak edisi pemeringkatan sebelumnya.

Menurut Quacquarelli Symonds (QS), penghargaan tersebut ditujukan kepada institusi pendidikan tinggi yang menunjukkan peningkatan paling signifikan dalam aspek international outlook atau orientasi internasional.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Capaian UNJ dan UNP menunjukkan adanya kemajuan dalam upaya memperluas keterhubungan perguruan tinggi Indonesia dengan komunitas akademik global melalui kerja sama, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan jejaring internasional.

QS Apresiasi Kemajuan Internasionalisasi UNJ dan UNP

QS Global Engagement Performance Improvement Award merupakan bentuk penghargaan terhadap perguruan tinggi yang menunjukkan perkembangan dalam membangun hubungan dengan institusi, akademisi, serta komunitas pendidikan internasional.

Penilaian tersebut tidak hanya berfokus pada posisi universitas dalam pemeringkatan, tetapi juga mempertimbangkan kemajuan yang berhasil dicapai dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Dalam keterangannya, QS menjelaskan bahwa peningkatan orientasi internasional membutuhkan upaya yang berkesinambungan, termasuk membangun kemitraan dengan perguruan tinggi luar negeri, memperluas keberagaman mahasiswa dan tenaga pengajar, serta memperkuat kolaborasi penelitian.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Jejaring internasional juga dinilai memiliki peran penting dalam mendorong pertukaran pengetahuan dan mempertemukan institusi pendidikan tinggi dari berbagai negara.

Melalui penghargaan ini, QS memberikan pengakuan terhadap perkembangan UNJ dan UNP dalam memperluas hubungan akademik internasional sekaligus menciptakan lebih banyak kesempatan untuk menjalin kolaborasi lintas negara.

Penghargaan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kemajuan internasionalisasi perguruan tinggi dapat diukur melalui berbagai aspek, tidak hanya berdasarkan jumlah mahasiswa asing atau kerja sama yang dimiliki.

Kerja Sama Riset dan Pertukaran Mahasiswa Jadi Bagian Penting Internasionalisasi

Senior Vice President QS, Ben Sowter, menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki beragam pendekatan untuk meningkatkan daya saing di tingkat internasional.

Menurutnya, setiap institusi dapat mengembangkan strategi internasionalisasi yang berbeda sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan prioritas pengembangannya.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Salah satu aspek yang mendapatkan perhatian dalam QS World University Rankings: Asia adalah keterlibatan mahasiswa dalam program pertukaran internasional.

Pemeringkatan regional tersebut secara khusus memasukkan indikator pertukaran mahasiswa dari luar negeri yang datang ke suatu universitas (inbound exchange) serta mahasiswa yang mengikuti program pertukaran ke negara lain (outbound exchange).

Kedua indikator tersebut membedakan metodologi QS Asia dari QS World University Rankings tingkat global yang tidak menggunakan indikator pertukaran mahasiswa dengan bentuk penilaian serupa.

Selain mobilitas mahasiswa, perguruan tinggi juga dapat memperkuat internasionalisasi melalui pembentukan kemitraan akademik, pengembangan jaringan penelitian, serta peningkatan partisipasi mahasiswa dan tenaga pengajar internasional.

Dengan demikian, keterlibatan internasional tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pendidikan lintas negara, tetapi juga mencakup kemampuan institusi membangun hubungan akademik dan penelitian yang berkelanjutan.

Sebelas Indikator Digunakan dalam QS Asia University Rankings 2027

QS World University Rankings: Asia 2027 menggunakan sebelas indikator utama untuk menilai performa perguruan tinggi di kawasan Asia.

Reputasi akademik menjadi komponen penilaian dengan bobot terbesar, yakni 30 persen. Indikator ini mengukur persepsi komunitas akademik terhadap reputasi dan kualitas institusi pendidikan tinggi.

Sementara itu, reputasi universitas di kalangan pemberi kerja memiliki bobot 20 persen. Aspek tersebut digunakan untuk melihat pandangan dunia kerja terhadap kualitas lulusan dari suatu perguruan tinggi.

Kinerja penelitian turut menjadi bagian penting dalam pemeringkatan. Indikator sitasi per publikasi ilmiah memiliki bobot 10 persen, sedangkan jejaring riset internasional juga berkontribusi sebesar 10 persen.

Produktivitas publikasi ilmiah per tenaga pengajar mendapat bobot 5 persen. Penilaian tersebut dilengkapi dengan indikator rasio pengajar terhadap mahasiswa sebesar 10 persen serta proporsi staf akademik bergelar doktor sebesar 5 persen.

Dalam aspek internasionalisasi, QS menggunakan rasio pengajar internasional dan mahasiswa internasional, dengan bobot masing-masing sebesar 2,5 persen.

Adapun pertukaran mahasiswa internasional masuk dan keluar juga memiliki kontribusi masing-masing sebesar 2,5 persen terhadap total penilaian.

Kombinasi berbagai indikator tersebut memungkinkan QS mengevaluasi perguruan tinggi berdasarkan reputasi, kapasitas akademik, produktivitas penelitian, serta hubungan internasional.

Internasionalisasi Perguruan Tinggi Tidak Hanya Diukur dari Peringkat

Penghargaan yang diterima UNJ dan UNP memperlihatkan bahwa perkembangan perguruan tinggi dalam membangun keterlibatan internasional dapat memperoleh pengakuan tersendiri, di luar posisi institusi dalam tabel pemeringkatan.

Menurut QS, peningkatan hubungan internasional membutuhkan konsistensi dalam memperluas jejaring akademik, membangun kemitraan, serta menciptakan peluang pertukaran pengetahuan.

Setiap perguruan tinggi juga memiliki karakteristik dan prioritas yang berbeda dalam mengembangkan kerja sama internasional.

Sebagian institusi dapat lebih menekankan program pertukaran mahasiswa, sedangkan perguruan tinggi lainnya berfokus pada penguatan jaringan riset bersama atau pengembangan kolaborasi antartenaga pengajar.

Perbedaan pendekatan tersebut menjadi salah satu alasan QS memberikan perhatian terhadap berbagai dimensi keterlibatan internasional dalam pemeringkatan regional.

Bagi perguruan tinggi Indonesia, pengembangan hubungan akademik lintas negara dapat memperluas kesempatan kolaborasi penelitian, pertukaran mahasiswa, serta akses terhadap pengetahuan dan praktik pendidikan dari institusi lain.

Namun, capaian dalam indikator internasionalisasi tetap perlu dibedakan dari penilaian mutu perguruan tinggi secara keseluruhan, karena kualitas institusi juga mencakup aspek pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan berbagai dimensi lainnya.

Penghargaan Diserahkan dalam QS Higher Ed Summit 2026 di Bali

Penyerahan QS Global Engagement Performance Improvement Award berlangsung bersamaan dengan peluncuran QS World University Rankings: Asia 2027, yang menjadi bagian dari agenda QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026.

Konferensi pendidikan tinggi tersebut diselenggarakan di Bali pada 3–5 November 2026 dengan melibatkan berbagai institusi dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi dari kawasan Asia Pasifik.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Binus University bertindak sebagai tuan rumah (host), sementara Universitas Padjadjaran (Unpad) dan The Education University of Hong Kong (EduHK) berperan sebagai penyelenggara bersama (co-host).

Kegiatan tersebut menjadi wadah pertemuan bagi perwakilan perguruan tinggi untuk membahas perkembangan pendidikan, kolaborasi riset, dan berbagai strategi penguatan hubungan internasional.

Peluncuran pemeringkatan QS Asia 2027 juga menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada universitas yang menunjukkan perkembangan dalam aspek tertentu, termasuk peningkatan keterlibatan global.

Melalui penghargaan yang diterima UNJ dan UNP, kedua universitas memperoleh pengakuan atas kemajuan orientasi internasional mereka dalam periode penilaian terbaru.

Capaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan perguruan tinggi Indonesia dalam membangun kerja sama akademik lintas negara sekaligus memperluas keterlibatan dalam jaringan pendidikan tinggi internasional.

Baca Juga: Beasiswa Global Clinical Genomics Fellowship 2026 Dibuka, Profesional Kesehatan Bisa Belajar dari Pakar Cambridge dan Ox

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Agnes Z. Yonatan

Penulis: Agnes Z. Yonatan

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!