Beranda/Berita Kampus/Universitas Brawijaya Dipercaya UNESCO Terjemahkan Laporan Air Dunia 2026, Yang Diluncurkan di Paris
Berita Kampus

Universitas Brawijaya Dipercaya UNESCO Terjemahkan Laporan Air Dunia 2026, Yang Diluncurkan di Paris

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas Brawijaya (UB). Kampus asal Malang ini dipercaya oleh UNESCO untuk menerjemahkan laporan air dunia terbaru yang dirilis oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

WI
By Widiyanto
•9 September 2026•3 Menit Baca•24 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Universitas Brawijaya Dipercaya UNESCO Terjemahkan Laporan Air Dunia 2026, Yang Diluncurkan di Paris

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas Brawijaya (UB). Kampus asal Malang ini dipercaya oleh UNESCO untuk menerjemahkan laporan air dunia terbaru yang dirilis oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Laporan tersebut merupakan ringkasan eksekutif terkait kondisi sumber daya air global tahun 2026. Kepercayaan ini menjadi tonggak penting bagi peran perguruan tinggi Indonesia dalam kancah internasional.

"Kepercayaan kepada UB yang diberikan oleh UNESCO merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar," kata Rektor UB, Prof Widodo, SSi, MSi, PhD Med Sc dalam keterangan resminya, Jumat (20/3/2026).

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Rektor UB Prof Widodo (kiri) dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Internasionalisasi Prof Andi Kurniawan. Foto: UB

Hasil terjemahan UB kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul Air untuk Semua. Buku ini resmi diluncurkan secara internasional di Paris, Prancis pada Kamis (19/3/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Air Sedunia.

Buku tersebut memuat gambaran komprehensif mengenai tantangan global serta strategi pengelolaan sumber daya air. Isinya dirancang agar dapat menjadi referensi ilmiah sekaligus panduan kebijakan yang inklusif.

Menurut Widodo, kontribusi UB ini selaras dengan prinsip kampus yang tidak hanya mengejar reputasi akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Baca juga: Perjuangan Mahasiswa Madura, Anas Hampir Cuti Kini Lulus S2 IPK 4,00, Tembus Scopus Q1 dan Puluhan Publikasi

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Laporan ini diterbitkan oleh UNESCO World Water Assessment Programme (WWAP) atas nama UN-Water. Keterlibatan UB dalam proses penerjemahan tidak terlepas dari perannya dalam komite nasional Intergovernmental Hydrological Programme (IHP) UNESCO.

Penunjukan UB sendiri telah dilakukan sejak 2025. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Internasionalisasi, Prof Andi Kurniawan, S Pi, M Eng, D Sc menjelaskan bahwa koordinasi dengan UNESCO telah berlangsung secara intensif.

"UB tidak hanya bertindak sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai representasi Indonesia. Kami memiliki tanggung jawab memastikan informasi ilmiah ini dapat diakses dan dipahami masyarakat luas," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa laporan PBB memiliki sifat krusial sehingga perlu disampaikan dalam bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat luas.

"Kalau kita berbicara tentang globalisasi peran perguruan tinggi, maka tidak cukup hanya bekerja sama dengan kampus luar negeri. Kita harus masuk ke lembaga strategis dunia, dan salah satu yang paling relevan dengan bidang pendidikan dan sumber daya air adalah UNESCO," jelasnya.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Baca juga: 10 Negara Dengan IQ Tertinggi Di Dunia 2026, Iran 5 Besar dan Ada 2 Negara Tetangga Indonesia

Selain membahas aspek teknis pengelolaan air, buku Air untuk Semua juga menyoroti pentingnya kesetaraan gender dalam pengelolaan sumber daya air. Isu ini dinilai memiliki keterkaitan erat dengan pengentasan kemiskinan dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

"Dengan menjadi UNESCO Chair, diharapkan formula pengelolaan air di UB bisa dirumuskan secara sistematis untuk menyelesaikan permasalahan di kawasan Asia Pasifik maupun dunia," kata Andi.

Direktur Regional UNESCO di Jakarta, Maki Katsuno-Hayashikawa, juga menekankan pentingnya akses terhadap informasi dalam bahasa lokal.

"Tersedianya Ringkasan Eksekutif dalam Bahasa Indonesia membantu memastikan bahwa pengetahuan ini dapat mendasari keputusan dan tindakan yang lebih inklusif di Indonesia," kata Maki.

Baca juga: Desain Keranda Inovatif Mahasiswa ISI Surakarta Juara Kompetisi Nasional

Kepercayaan UNESCO kepada UB menunjukkan bahwa perguruan tinggi Indonesia semakin diakui dalam forum global. Peran ini tidak hanya meningkatkan reputasi institusi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam isu strategis dunia, khususnya terkait krisis air.

Melalui penerjemahan ini, diharapkan masyarakat Indonesia dapat lebih memahami kondisi global serta mengambil peran aktif dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Tag Terkait:#kampus Indonesia#berita pendidikan#SDGs#Pendidikan Indonesia#Universitas Brawijaya#UNESCO#Laporan Air Dunia#Hari Air Sedunia#Paris Prancis#Krisis Air Global
WI

Penulis: Widiyanto

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!