Beranda/Berita Kampus/UGM, Undip, dan Unsoed Satukan Kekuatan Bangun Pusat Inovasi Kesehatan Kelas Dunia Sekar Purwo di DIY dan Jateng
Berita Kampus

UGM, Undip, dan Unsoed Satukan Kekuatan Bangun Pusat Inovasi Kesehatan Kelas Dunia Sekar Purwo di DIY dan Jateng

WI
By Widiyanto
•9 September 2026•3 Menit Baca•18 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
UGM, Undip, dan Unsoed Satukan Kekuatan Bangun Pusat Inovasi Kesehatan Kelas Dunia Sekar Purwo di DIY dan Jateng

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ova Emilia, melaksanakan pertemuan strategis bersama Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Dr. Akhmad Sodiq dan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof. Suharnomo di ruang sidang pimpinan Gedung Pusat UGM, Jumat (13/2) lalu.

Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan difokuskan untuk memastikan kesiapan sistem pengelolaan proyek Sekar Purwo. Proyek ini merupakan pusat inovasi kesehatan terintegrasi hasil kolaborasi strategis Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RS PTN) dari ketiga kampus.

Peran Strategis RS PTN dalam Ekosistem Kesehatan

Gambaran pusat riset yang akan dibangun di Unsoed dalam proyek Sekar Purwo yang berkolaborasi dengan UGM dan Undip (Dok. Unsoed)

Rumah Sakit Akademik (RSA) atau RS PTN menjadi fasilitas penting dalam mendukung pengabdian akademisi kepada masyarakat. RS PTN tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga mengemban misi pengabdian, riset, serta inovasi yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh Kementerian Kesehatan.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam penguatan infrastruktur kesehatan.

“Saat ini Kemdiktisaintek sudah memiliki 33 RS PTN dan itu luar biasa. Harus ada satgas khusus di bawahnya, atau sejenis konsorsium untuk membantu mengelola fasilitas pelayanan tersebut. Terlebih, perguruan tinggi memiliki sumber daya manusia yang turut membantu berbagai riset di Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, proyek Sekar Purwo dapat menjadi embrio pengembangan layanan kesehatan berbasis kampus yang dilakukan secara bertahap, sehingga mampu melayani masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah secara lebih komprehensif.

Pertemuan Rektor UGM, Unsoed, dan Undip (Dok. Ugm.ac.id)

Sekar Purwo dan Skema Pendanaan PHLN

Sekar Purwo lahir dari skema Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) yang diajukan atas nama UGM, Unsoed, dan Undip, serta mulai berjalan sejak awal tahun 2026.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Adapun keluaran utama proyek ini meliputi:

  1. Pembangunan gedung pelayanan kesehatan.
  2. Pembangunan gedung penelitian dan pengembangan.
  3. Pembuatan database terintegrasi antar rumah sakit.
  4. Pengadaan alat medis yang masih belum melalui taraf uji coba massal.

Seluruh fasilitas tersebut tersebar di masing-masing universitas dan dirancang untuk membangun sistem pelayanan yang lebih terintegrasi.

Pertemuan ketiga pimpinan kampus ini juga bertujuan untuk menjustifikasi tata kelola yang tepat agar kesinambungan kolaborasi tetap terjaga dalam jangka panjang.

Kolaborasi Internasional dengan Perguruan Tinggi Inggris

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, menyampaikan bahwa Sekar Purwo akan memperluas kerja sama internasional.

“Kita memilih lender dan akan bekerja sama membangun ekosistem riset dengan perguruan tinggi di United Kingdom sekaligus membangun strategic collaboration,” ujarnya.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat sistem operasional, tata kelola, serta kesiapan implementasi proyek secara berkelanjutan.

Target Layanan untuk 37 Juta Jiwa

Dalam lingkup wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah, terdapat sekitar 37 juta jiwa yang menjadi target layanan ketiga RS PTN tersebut. Oleh karena itu, sinergi UGM, Unsoed, dan Undip dinilai krusial untuk memastikan pengelolaan Sekar Purwo berjalan efektif dan berkesinambungan.

Dengan peningkatan skalabilitas dan efisiensi operasional, standar pelayanan medis oleh rumah sakit yang dikelola perguruan tinggi diharapkan meningkat signifikan. Proyek ini tidak hanya menjadi simbol kolaborasi akademik, tetapi juga wujud konkret kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat sistem kesehatan nasional.

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Tag Terkait:#Universitas Gadjah Mada#Universitas Diponegoro#Universitas Jenderal Soedirman#Sekar Purwo#Inovasi Kesehatan#Bappenas#RS PTN#Kolaborasi Kampus#Proyek PHLN#Rumah Sakit Akademik
WI

Penulis: Widiyanto

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!