Beranda/Berita Kampus/Rencana Desain Ulang Buku Pelajaran SD, Pakar Soroti Pentingnya Representasi yang Adil
Berita Kampus

Rencana Desain Ulang Buku Pelajaran SD, Pakar Soroti Pentingnya Representasi yang Adil

Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mendesain ulang buku pelajaran bagi siswa sekolah dasar (SD) mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi.

Agnes Z. YonatanBy Agnes Z. Yonatan•9 September 2026•2 Menit Baca•38 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Rencana Desain Ulang Buku Pelajaran SD, Pakar Soroti Pentingnya Representasi yang Adil

Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mendesain ulang buku pelajaran bagi siswa sekolah dasar (SD) mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi.

Pengamat pendidikan dan kajian budaya Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Radius Setiyawan, menyambut baik upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas buku pelajaran. Namun, menurutnya, pembaruan buku tidak seharusnya hanya berfokus pada isi materi maupun tampilan fisiknya.

Radius menilai aspek lain yang tidak kalah penting adalah memastikan buku pelajaran terbebas dari bias dan stereotipe. Menurutnya, materi pembelajaran perlu mampu menggambarkan keberagaman masyarakat Indonesia secara adil.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Buku Pelajaran Turut Membentuk Cara Pandang Anak

Radius yang berfokus pada kajian buku teks sekolah menjelaskan bahwa buku pelajaran bukan hanya menjadi sarana untuk menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Buku juga dapat memengaruhi cara anak memahami dunia di sekitarnya.

Melalui buku, siswa dapat melihat bagaimana perempuan dan laki-laki digambarkan, kelompok masyarakat mana yang ditampilkan, hingga bagaimana lingkungan dan alam diposisikan. Karena itu, evaluasi terhadap buku pelajaran dinilai perlu mencakup persoalan representasi.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain stereotipe berdasarkan gender, ras, agama, daerah, kelas sosial, serta hubungan manusia dengan lingkungan.

Menurut Radius, keberagaman Indonesia perlu tercermin secara proporsional dalam buku pelajaran. Jangan sampai keberagaman tersebut justru disederhanakan atau kelompok tertentu ditampilkan melalui gambaran yang penuh stereotipe.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Tiga Hal yang Perlu Diperhatikan

Dalam proses pembaruan buku teks, Radius menyarankan adanya perhatian terhadap setidaknya tiga aspek utama, yakni akurasi pengetahuan, keadilan representasi, dan kemampuan buku dalam membangun daya kritis siswa.

Selain persoalan representasi sosial, ia juga mendorong agar buku pelajaran memperkuat perspektif ekologis. Siswa perlu memahami bahwa alam bukan hanya sekadar sumber daya, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan berbagai tindakan manusia.

Libatkan Banyak Pihak dalam Penyusunan Buku

Radius berharap proses pembaruan buku pelajaran melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, guru, peneliti, praktisi pendidikan, hingga kelompok masyarakat yang turut direpresentasikan dalam buku.

Menurutnya, evaluasi buku pelajaran seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan mengenai ketepatan materi. Lebih jauh, perlu dilihat pula nilai-nilai yang disampaikan kepada siswa melalui isi dan representasi yang terdapat di dalamnya.

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Tag Terkait:#Pendidikan Indonesia#Indonesia#sekolah#siswa indonesia#buku pelajaran
Agnes Z. Yonatan

Penulis: Agnes Z. Yonatan

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!