Beranda/Inspirasi/Rayakan 25 Tahun Pernikahan, Pasangan Dosen UGM Dikukuhkan Jadi Guru Besar Bersamaan
Inspirasi

Rayakan 25 Tahun Pernikahan, Pasangan Dosen UGM Dikukuhkan Jadi Guru Besar Bersamaan

Prof. Andy Omara dan Prof. Herliana mencatatkan pencapaian akademik bersama setelah resmi dikukuhkan sebagai guru besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM).

Agnes Z. YonatanBy Agnes Z. Yonatan•15 Oktober 2026•5 Menit Baca•4 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Rayakan 25 Tahun Pernikahan, Pasangan Dosen UGM Dikukuhkan Jadi Guru Besar Bersamaan

Perjalanan karier akademik pasangan suami istri di Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan cerita menarik. Prof. Andy Omara, Ph.D., dan Prof. Herliana, Ph.D., sama-sama mencapai jabatan akademik tertinggi sebagai guru besar pada hari yang bertepatan dengan ulang tahun pernikahan mereka.

Keduanya resmi dikukuhkan sebagai guru besar Fakultas Hukum UGM pada Selasa, 13 Oktober 2026. Tanggal tersebut sekaligus menandai 25 tahun sejak mereka melangsungkan pernikahan.

Pencapaian ini menjadi momen tersendiri bagi Andy dan Herliana. Setelah menjalani perjalanan panjang dalam pendidikan dan penelitian, keduanya memperoleh pengakuan akademik pada waktu yang sama.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

"Pengukuhan guru besar ini terasa lebih istimewa karena pada hari ini 25 tahun yang lalu kami melaksanakan pernikahan," ujar Andy, dikutip dari laman resmi UGM, Rabu (14/10/2026).

Di balik peristiwa tersebut, keduanya memiliki bidang kepakaran yang berbeda, tetapi saling berkaitan dalam kajian hukum, khususnya sektor energi.

Saling mendukung selama perjalanan karier akademik

Keberhasilan Andy dan Herliana mencapai jabatan guru besar tidak terlepas dari perjalanan karier yang mereka bangun selama bertahun-tahun.

Dalam kesempatan pengukuhan, keduanya turut menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan satu sama lain selama menjalani kehidupan rumah tangga dan mengembangkan karier akademik.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Andy menyampaikan rasa terima kasih kepada Herliana yang selama ini mendampinginya dalam menempuh pendidikan dan menjalankan berbagai tanggung jawab profesional.

Sementara itu, Herliana mengungkapkan bahwa dukungan suaminya memberikan ruang baginya untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengejar pencapaian dalam dunia akademik.

Menurut Herliana, Andy tidak pernah membatasi langkahnya dalam membangun karier. Sebaliknya, sang suami menjadi salah satu orang yang terus mendorongnya untuk berkembang.

"Suamiku tercinta, Prof Andy Omara, imam dalam keluarga kami, sekaligus teman berjuang dan pendukung terbaik dalam perjalanan hidup saya," ungkap Herliana dalam sambutannya.

Herliana juga menyampaikan rasa syukur karena perjalanan pernikahan mereka berjalan beriringan dengan proses menuntut ilmu dan pengabdian di dunia pendidikan.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Baginya, kebersamaan tidak selalu berarti harus menjalani setiap tahap pada kecepatan yang sama. Dukungan, kesabaran, dan kesediaan untuk saling menguatkan menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.

"Cinta berarti memilih untuk tetap berjalan bersama, kadang saling menunggu, terus saling menguatkan," ujarnya.

Andy Omara mendalami hukum tata negara dan kebijakan energi

Selain memiliki perjalanan pribadi yang saling berkaitan, Andy dan Herliana juga mengembangkan kepakaran di bidang hukum yang memiliki hubungan dengan tata kelola energi.

Andy Omara dikenal sebagai akademisi yang menekuni hukum tata negara, termasuk persoalan konstitusional dalam pembentukan dan penerapan kebijakan energi.

Dalam pengukuhan guru besarnya, Andy menyampaikan pidato ilmiah berjudul Strategi Yudisial dalam Menentukan Batas Konstitusional Undang-Undang Bidang Energi.

Melalui kajian tersebut, Andy membahas pentingnya peran lembaga peradilan, khususnya Mahkamah Konstitusi (MK), dalam memastikan peraturan perundang-undangan di sektor energi tetap sejalan dengan konstitusi.

Menurut pembahasannya, kebijakan energi tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan pembangunan dan pengelolaan sumber daya, tetapi juga harus memperhatikan prinsip hukum yang menjadi dasar penyelenggaraan negara.

Pengujian undang-undang melalui Mahkamah Konstitusi merupakan salah satu mekanisme yang dapat digunakan untuk menilai apakah ketentuan hukum di sektor energi telah memenuhi batas-batas konstitusional.

Pembahasan tersebut memperlihatkan pentingnya pengawasan terhadap kebijakan energi agar pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan konstitusi dan kepentingan masyarakat.

Herliana menyoroti penyelesaian sengketa energi melalui arbitrase

Berbeda dari Andy yang berfokus pada hukum tata negara, Herliana memiliki bidang kepakaran dalam hukum arbitrase, yakni mekanisme penyelesaian sengketa di luar pengadilan melalui pihak yang ditunjuk untuk memutus perkara.

Pada pengukuhan guru besarnya, Herliana menyampaikan pidato ilmiah berjudul Menuju Indonesia sebagai Arbitration-Ready Jurisdiction: Penguatan Ekosistem Arbitrase Energi.

Dalam pidatonya, Herliana membahas kebutuhan Indonesia untuk memperkuat kesiapan sistem arbitrase, terutama dalam menghadapi potensi sengketa di sektor energi.

Sektor tersebut memiliki karakteristik yang kompleks karena melibatkan investasi bernilai besar, penggunaan teknologi khusus, serta hubungan kerja sama antara berbagai pihak.

Kompleksitas tersebut dapat menimbulkan perselisihan ketika terjadi perbedaan kepentingan atau permasalahan dalam pelaksanaan perjanjian.

Oleh karena itu, mekanisme penyelesaian sengketa yang memadai menjadi salah satu kebutuhan dalam mendukung kegiatan investasi dan pengelolaan sektor energi.

Herliana menekankan pentingnya pengembangan ekosistem arbitrase agar Indonesia memiliki kapasitas yang lebih baik dalam menangani sengketa yang muncul dari aktivitas sektor tersebut.

Melalui penguatan mekanisme arbitrase, penyelesaian perselisihan diharapkan dapat dilakukan melalui proses yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan industri energi.

Dua kepakaran yang saling melengkapi dalam tata kelola energi

Meskipun memiliki fokus penelitian berbeda, bidang keilmuan Andy dan Herliana memperlihatkan dua aspek penting dalam pengelolaan sektor energi.

Kajian Andy menempatkan konstitusi sebagai dasar untuk memastikan kebijakan dan peraturan di bidang energi tidak bertentangan dengan prinsip hukum negara.

Sementara itu, penelitian Herliana berfokus pada kesiapan mekanisme penyelesaian sengketa yang dapat muncul dalam pelaksanaan kegiatan dan kerja sama di sektor energi.

Kedua pendekatan tersebut menggambarkan bahwa tata kelola energi membutuhkan kepastian hukum, baik pada tahap pembentukan kebijakan maupun ketika menghadapi perselisihan dalam pelaksanaannya.

Di satu sisi, peraturan perlu disusun dan diterapkan sesuai dengan ketentuan konstitusi. Di sisi lain, diperlukan mekanisme penyelesaian sengketa yang dapat mengakomodasi kebutuhan para pihak.

Persinggungan bidang kajian tersebut menjadi bagian menarik dari perjalanan akademik Andy dan Herliana, yang sama-sama memberikan perhatian terhadap persoalan hukum dalam sektor energi melalui sudut pandang berbeda.

Jumlah guru besar aktif UGM mencapai 548 orang

Pengukuhan Andy Omara dan Herliana juga menambah jumlah akademisi yang menyandang jabatan guru besar di lingkungan Universitas Gadjah Mada.

Berdasarkan informasi yang disampaikan UGM, keduanya kini tergabung dalam jajaran 548 guru besar aktif universitas tersebut.

Secara khusus di Fakultas Hukum UGM, pengukuhan keduanya menjadikan jumlah guru besar mencapai 32 orang.

Bertambahnya jumlah profesor tersebut menjadi bagian dari pengembangan kapasitas akademik fakultas, terutama dalam kegiatan pendidikan, penelitian, serta pengembangan ilmu hukum.

Bagi Andy dan Herliana, pengukuhan pada 13 Oktober 2026 menjadi pencapaian yang memiliki dua makna sekaligus.

Tanggal tersebut tidak hanya menandai pengakuan atas perjalanan dan kontribusi akademik masing-masing, tetapi juga menjadi peringatan seperempat abad kehidupan rumah tangga yang telah mereka jalani bersama.

Kisah keduanya memperlihatkan bagaimana perjalanan pendidikan, pengembangan karier, dan kehidupan keluarga dapat berlangsung beriringan melalui dukungan satu sama lain.

Baca Juga: Guru Informatika Bisa Kuliah S2 di UGM dengan Beasiswa hingga 100%, Pendaftaran Dibuka sampai Desember 2026

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Agnes Z. Yonatan

Penulis: Agnes Z. Yonatan

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!