Beranda/Berita Kampus/Pemerintah Akan Perbanyak Studi SMK Jadi 4 Tahun, Mendikdasmen: Lulusan Lebih Siap Kerja
Berita Kampus

Pemerintah Akan Perbanyak Studi SMK Jadi 4 Tahun, Mendikdasmen: Lulusan Lebih Siap Kerja

SMK Upacara (Dok. smkblk.sch.id)

WI
By Widiyanto
•9 September 2026•2 Menit Baca•13 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Pemerintah Akan Perbanyak Studi SMK Jadi 4 Tahun, Mendikdasmen: Lulusan Lebih Siap Kerja

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana memperbanyak jumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan masa tempuh pendidikan empat tahun. Kebijakan ini dinilai penting untuk meningkatkan kesiapan lulusan SMK dalam memasuki dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat meresmikan revitalisasi sekolah di Garut, Jawa Barat. Acara tersebut disiarkan secara daring melalui kanal YouTube resmi Kemendikdasmen pada Kamis (8/1/2026).

“Sekarang sudah banyak SMK yang masa studinya empat tahun tapi jumlahnya masih sangat terbatas. Sehingga nanti akan kita perbanyak SMK yang empat tahun itu,” kata Mu’ti, Kamis (8/1/2026).

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Usia Lulusan Jadi Kendala Masuk Dunia Kerja

Mu’ti menjelaskan, salah satu persoalan utama lulusan SMK tiga tahun adalah usia yang belum memenuhi syarat untuk bekerja. Banyak lulusan SMK yang lulus sebelum berusia 18 tahun, sehingga terkendala aturan ketenagakerjaan.

Oleh karena itu, Kemendikdasmen mendorong pengembangan SMK empat tahun agar lulusan tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga memenuhi syarat usia kerja.

“Itu mereka ikut SMK yang 4 tahun dan kemudian usianya 18 tahun, mereka siap dengan keahliannya, maka mereka siap masuk dunia kerja atau berwirausahaan,” ujarnya.

Bantah SMK Penyumbang Pengangguran

Mu’ti juga membantah anggapan bahwa lulusan SMK menjadi penyumbang utama angka pengangguran. Menurutnya, pandangan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

“Jadi kalau ada yang mengkritik SMK ini penyumbang pengangguran, mungkin yang dilihat hanya mereka lulusan SMK yang masuk dunia kerja,” ujarnya.

Ia menegaskan, banyak lulusan SMK yang justru memilih jalur wirausaha atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Padahal banyak mereka yang justru berwira usaha membuka lapangan kerja dan tidak sedikit lulusan SMK yang mulai kuliah di perburuan tinggi,” lanjut dia.

80 Persen Siswa SMK Ikut TKA

Minat lulusan SMK untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi juga dinilai cukup tinggi. Mu’ti menyebut, hampir 80 persen siswa SMK mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025.

TKA sendiri menjadi salah satu syarat bagi calon mahasiswa untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

“Ini mungkin yang juga dihitung sebagai lulusan SMK yang tidak bekerja karena mereka melanjutkan studi ke perburuan tinggi,” ungkapnya.

Namun demikian, Mu’ti mengakui masih terdapat tantangan dalam penyerapan lulusan SMK di dunia kerja.

“Tetapi bahwa mungkin banyak lulusan SMK yang belum terserap di dunia kerja, itulah tantangan yang menisayakan kita sepanjang pendidikan SMK,” jelas Mu’ti.

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Tag Terkait:#kebijakan pendidikan#dunia kerja#berita pendidikan#Perguruan Tinggi#TKA 2025#Pendidikan Indonesia#Kemendikdasmen#SNBP 2026#SMK#SMK 4 Tahun#Pendidikan Vokasi#Mendikdasmen#Abdul Mu'ti#Lulusan SMK#Pengangguran#Sekolah Menengah Kejuruan#Pemerintah
WI

Penulis: Widiyanto

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!