Beranda/Berita Kampus/Negaranya Hancur Diserang Israel, Mahmoud Mahasiswa Palestina yang Raih Gelar Magister di UNJ
Berita Kampus

Negaranya Hancur Diserang Israel, Mahmoud Mahasiswa Palestina yang Raih Gelar Magister di UNJ

WI
By Widiyanto
•9 September 2026•3 Menit Baca•34 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Negaranya Hancur Diserang Israel, Mahmoud Mahasiswa Palestina yang Raih Gelar Magister di UNJ

Di tengah situasi konflik yang masih melanda Palestina, semangat untuk menempuh pendidikan tinggi tetap menyala dalam diri Mahmoud Ghassan Abdallah Alagha. Pria yang akrab disapa Mahmoud ini membuktikan bahwa kondisi sulit bukanlah penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik. Ia bahkan harus meninggalkan tanah kelahirannya demi melanjutkan studi ke Indonesia.

Mahmoud mendapatkan kesempatan berharga melalui rekomendasi dari Kedutaan Besar Palestina untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Rektor UNJ menyambut baik kehadirannya dan memberikan dukungan penuh selama masa studinya. Ia pun menjalani perkuliahan dengan beasiswa serta fasilitas tempat tinggal berupa asrama.

Awal mula Mahmoud kuliah di UNJ
Perjalanan akademik Mahmoud tidak dimulai dengan mudah. Kondisi kampung halamannya yang belum aman akibat serangan militer membuat situasi semakin menantang. Meski begitu, kesempatan yang datang dari Kedutaan Besar Palestina menjadi titik awal perubahan dalam hidupnya.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Mahmoud menjalani studi dengan dukungan beasiswa dari UNJ. Selain itu, kebutuhan hidup sehari-harinya turut terbantu oleh beasiswa dari Rumah Amal Salman. Bantuan tersebut memberikan ruang bagi Mahmoud untuk fokus dalam menempuh pendidikan di Jakarta.

"Bantuan beasiswa yang diberikan UNJ ini sangat berarti buat saya. Saya memiliki harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik bagi saya dan keluarga saya serta di balik perang yang tak kunjung reda di negara saya," katanya dikutip dari laman UNJ, Sabtu (18/4/2026).

Kehidupan Mahmoud berubah drastis
Mahmoud mengungkapkan bahwa sebelum konflik terjadi, kondisi ekonomi keluarganya tergolong baik. Orang tuanya merupakan pengusaha yang mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, situasi perang mengubah segalanya secara drastis.

"Orang tua saya sebelumnya adalah pengusaha, namun perang merengut keluarga saya dan membawa saya ke UNJ," katanya.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Perubahan tersebut menjadi titik balik dalam hidup Mahmoud. Ia harus beradaptasi dengan kondisi baru sekaligus memanfaatkan peluang pendidikan yang ia dapatkan di Indonesia.

Perjalanan kuliah yang tak mudah
Menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di Jakarta bukan tanpa tantangan. Di satu sisi, Mahmoud harus menahan rasa duka atas kondisi negaranya. Di sisi lain, ia dituntut untuk tetap fokus menyelesaikan studi yang telah ia mulai.

Mahmoud menempuh pendidikan di program Magister Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNJ. Dalam prosesnya, ia dikenal sebagai mahasiswa yang gigih dan penuh semangat. Ketekunan tersebut membuahkan hasil, di mana ia berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu.

"Saya tidak akan pernah melupakan kebaikan UNJ, Rumah Amal, dan seluruh rakyat Indonesia. Gelar ini bukan hanya milik saya, tapi juga untuk keluarga saya di Palestina dan untuk Indonesia yang telah menjadi rumah kedua," tuturnya haru," ujarnya.

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Tag Terkait:#kisah inspiratif#Beasiswa Luar Negeri#Pendidikan Indonesia#Palestina#Universitas Negeri Jakarta#Mahasiswa Palestina#Perjuangan Mahasiswa#Kisah Haru Wisuda#Mahasiswa Internasional#Pendidikan Magister
WI

Penulis: Widiyanto

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!