Beranda/Berita Kampus/Membandingkan Jumlah Dosen Soshum dan Saintek, Mana yang Paling Banyak?
Berita Kampus

Membandingkan Jumlah Dosen Soshum dan Saintek, Mana yang Paling Banyak?

SH
By Silmi Hakiki
•9 September 2026•2 Menit Baca•19 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Membandingkan Jumlah Dosen Soshum dan Saintek, Mana yang Paling Banyak?

Di Indonesia, perbandingan komposisi jumlah dosen berdasarkan bidang keilmuan Soshum dan Saintek terpaut cukup jauh. Berdasarkan data dari PDDikti Kemendiktisaintek pada 2025, meskipun bidang Teknik menempati posisi teratas, namun secara kolektif mayoritas dosen di Indonesia masih didominasi oleh rumpun Soshum, berikut rinciannya:

  1. Teknik: 55.731 orang
  2. Pendidikan: 55.442 orang
  3. Kesehatan: 45.764 orang
  4. Sosial: 45.273 orang
  5. Ekonomi: 44.490 orang
  6. Pertanian: 19.582 orang
  7. MIPA: 13.875 orang
  8. Agama: 12.215 orang
  9. Humaniora: 6.172 orang
  10. Seni: 4.523 orang

Hal ini menjadi cerminan wajah pendidikan Indonesia yang memang masih berat sebelah. Fenomena ini salah satunya dilatar belakangi karena membangun program studi soshum seringkali hanya butuh ruang kelas dan diskusi yang hidup sehingga jauh lebih terjangkau. Berbeda dengan jurusan saintek yang menuntut laboratorium canggih dengan fasilitas memadai yang dapat menghabiskan biaya hingga miliaran rupiah.

Upaya pemerintah melalui Kemendiktisaintek dalam mengatasi adanya ketimpangan jumlah dosen pada rumpun Soshum dan Saintek ini diantaranya dengan menerapkan beberapa kebijakan. Pertama, melakukan peningkatan kualifikasi (program S3) mengingat baru sekitar seperempat dosen yang bergelar doktor. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran baik di Soshum maupun Saintek.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Kedua, dengan menetapkan standarisasi rasio dosen-mahasiswa, untuk rumpun Saintek rasio batas maksimal dosen dan mahasiswa yaitu 1:30, mengingat kebutuhan praktik laboratorium dan pembimbingan intensif. Sedangkan rasio batas maksimal dosen dan mahasiswa rumpun Soshum cenderung lebih longgar, yaitu 1:45. Aturan ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan upaya menjaga agar setiap dosen tidak kelelahan (overwork). Hal ini memungkinkan bagi dosen untuk mengajar dengan optimal dan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Pemerintah juga konsisten memperkuat kualitas SDM melalui berbagai pelatihan di kedua rumpun ilmu demi mengejar target akreditasi yang lebih baik. Langkah ini menjadi kunci untuk melahirkan dosen kompeten yang mampu menjawab tantangan dunia pendidikan masa kini.

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Tag Terkait:#Universitas#mahasiswa#dosen#Perguruan Tinggi#soshum#saintek#jumlah dosen#kemendiktisaintek
SH

Penulis: Silmi Hakiki

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!