Universitas Airlangga (Unair) memiliki program studi yang berfokus pada pengembangan keterampilan teknis di bidang kesehatan gigi. Program tersebut adalah Sarjana Terapan (D4) Teknologi Kesehatan Gigi, yang berada di bawah naungan Fakultas Vokasi Unair.
Berbeda dengan pendidikan dokter gigi, program studi ini menitikberatkan pembelajaran pada penguasaan teknologi, material, serta proses pembuatan alat prostetik gigi untuk menunjang pelayanan kesehatan.
Mahasiswa dibekali kemampuan dalam merancang dan membuat gigi tiruan, memahami penggunaan peralatan laboratorium, serta bekerja sama dengan dokter gigi maupun dokter gigi spesialis.
Selain menawarkan keterampilan yang spesifik, program ini juga membuka peluang karier di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan dan bidang usaha laboratorium gigi.
Bagi calon mahasiswa yang tertarik menempuh pendidikan tersebut, Unair menyediakan beberapa jalur penerimaan dengan biaya kuliah yang berbeda sesuai mekanisme seleksi.
Mengenal bidang keilmuan Teknologi Kesehatan Gigi
Teknologi Kesehatan Gigi merupakan bidang pendidikan terapan yang mempelajari proses pembuatan serta pengembangan perangkat untuk mendukung pemulihan fungsi gigi.
Dalam proses pembelajarannya, mahasiswa tidak hanya mengenal struktur dan fungsi gigi, tetapi juga mempelajari teknik pembuatan gigi tiruan serta penggunaan berbagai bahan dan alat yang diperlukan dalam laboratorium kedokteran gigi.
Penguasaan teknologi menjadi bagian penting dalam bidang ini karena pembuatan perangkat prostetik memerlukan ketelitian dan pemahaman terhadap karakteristik material.
Mahasiswa juga dipersiapkan untuk memahami kebutuhan teknis dalam proses pembuatan alat yang digunakan untuk mendukung perawatan pasien.
Dengan pendekatan pendidikan vokasi, pembelajaran diarahkan pada pengembangan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam lingkungan kerja profesional.
Kompetensi tersebut memungkinkan lulusan berperan dalam proses teknis yang menunjang pelayanan dokter gigi dan dokter gigi spesialis.
Kurikulum Teknologi Kesehatan Gigi Unair mencakup sejumlah mata kuliah yang berkaitan dengan ilmu dasar kesehatan gigi dan keterampilan laboratorium.
Salah satu mata kuliah yang dipelajari adalah Anatomi Gigi, yang memberikan pemahaman mengenai struktur dan bentuk gigi manusia. Pengetahuan tersebut menjadi dasar dalam proses perancangan serta pembuatan perangkat pengganti gigi.
Mahasiswa juga mempelajari Fisiologi Mulut dan Gigi untuk memahami fungsi serta mekanisme kerja berbagai bagian rongga mulut.
Pada pembelajaran yang lebih teknis, terdapat mata kuliah Material Prostetik yang berkaitan dengan bahan pembuatan alat pengganti atau pemulih fungsi gigi.
Sementara itu, mata kuliah Material Laboratorium membahas berbagai jenis bahan yang digunakan dalam proses pengerjaan perangkat kesehatan gigi.
Bidang ortodontik juga menjadi bagian dari materi pembelajaran. Melalui bidang ini, mahasiswa diperkenalkan pada aspek teknis yang berhubungan dengan perangkat ortodontik dalam pelayanan kedokteran gigi.
Perpaduan mata kuliah dasar dan terapan tersebut bertujuan membangun kemampuan mahasiswa dalam memahami kebutuhan pembuatan perangkat kesehatan gigi serta menerapkannya melalui pekerjaan laboratorium.
Lulusan bisa bekerja di rumah sakit hingga membuka laboratorium sendiri
Peluang kerja menjadi salah satu pertimbangan penting bagi calon mahasiswa dalam menentukan pilihan program studi.
Lulusan Teknologi Kesehatan Gigi memiliki kompetensi teknis yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai layanan pendukung kedokteran gigi.
Narta Nikita Sari, drg., MDSc., sebagaimana dikutip dari laman Unair, menjelaskan bahwa alumni program studi tersebut telah berkarier di sejumlah bidang pekerjaan.
Di antaranya adalah laboratorium gigi, klinik kedokteran gigi, serta rumah sakit yang membutuhkan dukungan tenaga terampil dalam pembuatan perangkat prostetik.
Selain bekerja di fasilitas kesehatan, lulusan juga dapat menjadi bagian dari tim yang berkolaborasi dengan dokter gigi maupun dokter gigi spesialis.
Peluang lainnya adalah mengembangkan usaha secara mandiri dengan mendirikan laboratorium gigi atau dental lab.
Bidang usaha ini berkaitan dengan penyediaan layanan teknis pembuatan perangkat kedokteran gigi yang dikerjakan berdasarkan kebutuhan dan arahan tenaga medis terkait.
Dengan demikian, kompetensi lulusan tidak hanya dapat diterapkan dalam lingkungan kerja institusional, tetapi juga berpotensi dikembangkan melalui kegiatan kewirausahaan.
Meski demikian, lulusan Teknologi Kesehatan Gigi tidak memiliki kewenangan yang sama dengan dokter gigi dalam melakukan diagnosis dan tindakan medis terhadap pasien.
Biaya kuliah jalur SNBP dan SNBT mulai Rp500 ribu
Calon mahasiswa yang ingin mengambil program D4 Teknologi Kesehatan Gigi Unair dapat mengikuti seleksi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), maupun jalur Mandiri.
Untuk mahasiswa yang diterima melalui SNBP dan SNBT, biaya pendidikan menggunakan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan lima kelompok tarif.
Kelompok UKT I ditetapkan sebesar Rp500.000 per semester, sedangkan UKT II sebesar Rp1.000.000 per semester.
Pada kelompok UKT III, mahasiswa dikenakan biaya Rp3.000.000 per semester. Adapun UKT IV sebesar Rp6.500.000 dan UKT V mencapai Rp8.500.000 per semester.
Perbedaan tarif tersebut memungkinkan biaya pendidikan yang dibayarkan mahasiswa bervariasi berdasarkan kelompok UKT yang ditetapkan oleh perguruan tinggi.
Dengan demikian, biaya terendah untuk jalur seleksi nasional berada pada angka Rp500.000 per semester, sementara kelompok tertinggi mencapai Rp8.500.000 per semester.
Jalur Mandiri dikenakan IPI Rp10 juta
Selain jalur seleksi nasional, Unair juga menyediakan penerimaan mahasiswa melalui jalur Mandiri dengan ketentuan biaya pendidikan tersendiri.
Untuk program D4 Teknologi Kesehatan Gigi, tarif UKT jalur Mandiri terbagi menjadi dua kelompok.
Mahasiswa pada kelompok pertama dikenakan UKT sebesar Rp6.500.000 per semester, sedangkan kelompok kedua sebesar Rp8.500.000 per semester.
Di luar biaya UKT, mahasiswa yang masuk melalui jalur ini juga dikenakan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) sebesar Rp10.000.000.
Berbeda dengan UKT yang dibayarkan setiap semester, IPI merupakan biaya yang dibayarkan satu kali sesuai ketentuan penerimaan mahasiswa.
Berdasarkan komponen biaya tersebut, mahasiswa jalur Mandiri perlu memperhitungkan pembayaran UKT dan IPI ketika mempersiapkan kebutuhan biaya pendidikan.
Pada semester pertama, total kedua komponen tersebut mencapai Rp16.500.000 untuk kelompok UKT pertama dan Rp18.500.000 untuk kelompok kedua, di luar kemungkinan biaya lain yang tidak tercantum dalam informasi tersebut.
Besaran biaya yang berlaku perlu diperiksa kembali melalui pengumuman resmi Unair sesuai tahun penerimaan mahasiswa yang dituju.
Pilihan pendidikan vokasi di bidang kesehatan gigi
Program Studi Teknologi Kesehatan Gigi Unair dapat menjadi salah satu pilihan bagi calon mahasiswa yang berminat pada bidang kesehatan, khususnya pekerjaan teknis yang mendukung pelayanan kedokteran gigi.
Melalui pendidikan sarjana terapan, mahasiswa memperoleh pembelajaran mengenai anatomi, fisiologi, penggunaan material, hingga keterampilan laboratorium yang berkaitan dengan pembuatan perangkat kesehatan gigi.
Keterampilan tersebut dapat membuka peluang untuk bekerja di laboratorium gigi, klinik, rumah sakit, maupun mengembangkan usaha sesuai kompetensi yang dimiliki.
Dari sisi pembiayaan, Unair menerapkan tarif UKT yang berbeda antara jalur seleksi nasional dan jalur Mandiri, dengan tambahan IPI bagi mahasiswa yang diterima melalui jalur Mandiri.
Calon mahasiswa yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kurikulum, profil lulusan, serta ketentuan pendidikan dapat mengakses laman resmi D4 Teknologi Kesehatan Gigi Fakultas Vokasi Unair.
Baca Juga: Rekomendasi Top 10 Kampus Kedokteran Gigi Terbaik di Dunia 2026


Komentar Pengunjung (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!