Beranda/Berita Kampus/Kuliah di Kampus Islam, Mahasiswi Katolik Ini Justru Lulus dengan IPK Tertinggi
Berita Kampus

Kuliah di Kampus Islam, Mahasiswi Katolik Ini Justru Lulus dengan IPK Tertinggi

WI
By Widiyanto
•9 September 2026•3 Menit Baca•15 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Kuliah di Kampus Islam, Mahasiswi Katolik Ini Justru Lulus dengan IPK Tertinggi

Tak ada keraguan dan tak ada rasa bingung saat Kristofora Karolina Kewa memutuskan melanjutkan pendidikan tinggi di kampus milik Muhammadiyah. Meski berada di lingkungan perguruan tinggi berbasis Islam, perempuan yang akrab disapa Olin itu tak pernah menganggap perbedaan agama sebagai penghalang.

Olin, yang berasal dari Nusa Tenggara Timur dan beragama Katolik, justru membuktikan dirinya mampu berprestasi di Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD). Ia baru saja menyelesaikan studinya dan meraih gelar Sarjana Kesehatan, sekaligus dinobatkan sebagai salah satu wisudawan terbaik pada Wisuda UMMAD 2025 yang digelar akhir tahun lalu.

Cita-cita Berkarier di Bidang Kesehatan

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Sejak awal, Olin memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan studi di bidang kesehatan, khususnya keperawatan. Namun, tingginya biaya pendidikan di bidang tersebut membuatnya harus mempertimbangkan pilihan lain. Ia sempat melirik program kebidanan, tetapi karena program tersebut hanya tersedia pada jenjang diploma (D3), sementara ia ingin menempuh pendidikan strata satu (S1), Olin kembali mencari alternatif yang lebih sesuai.

Melalui diskusi dan pencarian informasi bersama teman-temannya, Olin mengetahui bahwa UMMAD memiliki Program Studi Administrasi Kesehatan. Setelah mempelajari kurikulumnya, ia merasa program studi tersebut selaras dengan minat, kemampuan, serta rencana kariernya di sektor kesehatan.

Memilih Program Studi Administrasi Kesehatan

Olin akhirnya memantapkan pilihan untuk melanjutkan pendidikan di UMMAD melalui Program Studi Administrasi Kesehatan. Menurutnya, program ini memberikan pembekalan penting terkait pengelolaan pelayanan kesehatan, administrasi rumah sakit, hingga sistem pelayanan kesehatan yang profesional.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Ia menilai pilihan tersebut tetap memungkinkan dirinya berkontribusi nyata di bidang kesehatan, meskipun tidak terjun langsung sebagai tenaga medis. Bagi Olin, peran di balik sistem pelayanan kesehatan sama pentingnya dalam meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.

Kristofora Karolina Kewa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Madiun Wisudawan Terbaik. (DOK. Ummad)

Prestasi Akademik dan Skripsi

Dedikasi dan kerja keras Olin selama menempuh pendidikan berbuah manis. Ia berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,79 dan tercatat sebagai wisudawan dengan IPK tertinggi di antara tiga lulusan terbaik pada Wisuda UMMAD 2025.

Skripsi yang ia susun berjudul “Analisis Peran Sekolah Luar Biasa dalam Implementasi Program Posyandu Rutin untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan bagi Anak Disabilitas di Sekolah Luar Biasa.” Penelitian tersebut mencerminkan kepeduliannya terhadap kelompok rentan serta isu pelayanan kesehatan yang inklusif.

Mengikuti Mata Kuliah Kemuhammadiyahan

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Sebagai mahasiswa di perguruan tinggi Muhammadiyah, Olin juga mengikuti mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Ia mengaku sempat merasa canggung pada awal perkuliahan. Namun seiring berjalannya waktu, ia mampu menyesuaikan diri.

Menurutnya, materi AIK lebih menitikberatkan pada nilai moral, etika, dan toleransi, sehingga relevan untuk seluruh mahasiswa tanpa adanya pemaksaan keyakinan. Mata kuliah tersebut justru menambah wawasan Olin tentang keberagaman dan nilai-nilai kemanusiaan.

Lingkungan Kampus yang Terbuka dan Inklusif

Selama menempuh pendidikan di UMMAD, Olin merasa diterima dengan sangat baik meskipun berstatus sebagai mahasiswa nonmuslim. Ia menegaskan tidak pernah mengalami perlakuan negatif, baik dari dosen maupun sesama mahasiswa.

Menurutnya, lingkungan kampus UMMAD cukup terbuka dan menghargai perbedaan. Para dosen bersikap profesional serta adil tanpa membedakan latar belakang agama, sementara dukungan dan sikap ramah juga ia rasakan dari teman-teman mahasiswa, baik dalam kegiatan akademik maupun nonakademik.

Pengalaman Olin menjadi bukti bahwa ruang pendidikan tinggi dapat menjadi tempat tumbuhnya prestasi, toleransi, dan saling menghargai di tengah keberagaman.

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Tag Terkait:#pendidikan tinggi#kisah inspiratif#prestasi mahasiswa#mahasiswa berprestasi#pendidikan inklusif#Kampus Muhammadiyah#Wisudawan Terbaik#Toleransi Beragama#Administrasi Kesehatan#Kampus Inklusif
WI

Penulis: Widiyanto

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!