Beranda/Karir & Magang/Kemenbud Buka Magang di 13 Museum dan Cagar Budaya, Mahasiswa D3 hingga S1 Bisa Mendaftar
Karir & Magang

Kemenbud Buka Magang di 13 Museum dan Cagar Budaya, Mahasiswa D3 hingga S1 Bisa Mendaftar

Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melalui Museum dan Cagar Budaya kembali membuka program Magang Kearsipan Batch 3 yang diperuntukkan bagi mahasiswa aktif jenjang Diploma 3 (D3), Diploma 4 (D4), dan Sarjana (S1).

Agnes Z. YonatanBy Agnes Z. Yonatan•19 Oktober 2026•5 Menit Baca•7 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Kemenbud Buka Magang di 13 Museum dan Cagar Budaya, Mahasiswa D3 hingga S1 Bisa Mendaftar

Kabar menarik bagi mahasiswa yang ingin memperoleh pengalaman kerja di bidang kebudayaan. Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melalui Museum dan Cagar Budaya kembali membuka program Magang Kearsipan Batch 3 yang diperuntukkan bagi mahasiswa aktif jenjang Diploma 3 (D3), Diploma 4 (D4), dan Sarjana (S1).

Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung proses pengelolaan dokumen dan arsip di lingkungan museum serta lembaga pelestarian warisan budaya Indonesia. Peserta akan memperoleh pengalaman praktis yang dapat melengkapi pengetahuan selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun Instagram @indonesianheritageagency, kegiatan magang dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai November 2026 hingga Januari 2027. Pendaftaran disebut dibuka hingga 25 Desember 2026.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Meski tidak menyediakan kompensasi finansial, program ini menawarkan pengalaman kerja, sertifikat, surat keterangan magang, serta kesempatan memperluas jejaring profesional di lingkungan pengelolaan kebudayaan.

Belajar Mengelola Arsip dan Dokumentasi Warisan Budaya

Keberadaan museum tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan dan pameran benda bersejarah. Di balik kegiatan tersebut, terdapat proses administrasi dan pengelolaan informasi yang berperan penting dalam menjaga dokumentasi serta rekam jejak koleksi maupun aktivitas kelembagaan.

Melalui program Magang Kearsipan, peserta akan diperkenalkan pada berbagai tahapan pengelolaan arsip, mulai dari pendataan, pemberkasan dokumen, hingga penataan arsip inaktif yang belum tersusun secara teratur.

Mahasiswa juga berkesempatan mempelajari proses penyusutan arsip dan alih media, yakni kegiatan mengubah bentuk penyimpanan dokumen agar informasi dapat dikelola dan diakses melalui media yang berbeda.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa yang memiliki minat pada administrasi, manajemen informasi, serta pelestarian dokumentasi sejarah dan kebudayaan.

Selain mengasah keterampilan teknis, kegiatan magang juga memberikan ruang bagi peserta untuk memahami pola kerja profesional, membangun komunikasi, dan berkolaborasi dengan pengelola museum serta cagar budaya.

Terbuka bagi Mahasiswa Semester 4 hingga 8

Kesempatan mengikuti program ini ditujukan kepada mahasiswa aktif yang sedang menjalani perkuliahan pada semester empat hingga delapan.

Bidang pendidikan yang menjadi sasaran mencakup ilmu perpustakaan, informasi, kearsipan, administrasi negara, dan manajemen. Meski demikian, mahasiswa dari program studi lain yang memiliki keterkaitan dengan pekerjaan kearsipan juga diperbolehkan mengajukan pendaftaran.

Calon peserta diharapkan mempunyai ketertarikan terhadap pengelolaan arsip dinamis, yakni arsip yang masih digunakan dalam kegiatan administrasi dan operasional organisasi.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Kemampuan mengoperasikan aplikasi perkantoran seperti Microsoft Office maupun Google Workspace turut menjadi salah satu persyaratan. Keterampilan ini dibutuhkan untuk menunjang proses pencatatan, pengolahan data, serta penyusunan dokumen selama menjalani magang.

Selain kemampuan teknis, mahasiswa perlu memiliki ketelitian, komunikasi yang baik, serta kemampuan bekerja secara mandiri maupun bersama tim. Peserta juga diwajibkan mempunyai laptop pribadi untuk menunjang kegiatan sehari-hari.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah komitmen mengikuti program. Dalam ketentuan yang disampaikan penyelenggara, mahasiswa yang telah diterima tidak diperkenankan mengundurkan diri dari kegiatan magang.

Penempatan Tersedia di Berbagai Museum Indonesia

Program Magang Kearsipan Batch 3 menawarkan pilihan penempatan pada 13 unit museum dan lembaga pelestarian kebudayaan yang berada di sejumlah daerah di Indonesia.

Beberapa lokasi yang tercakup dalam program ini adalah Museum Kebangkitan Nasional, Galeri Nasional Indonesia, Museum Batik Indonesia, serta Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti.

Kesempatan magang juga tersedia di Museum Manusia Purba Sangiran, Museum Benteng Vredeburg, dan Balai Konservasi Borobudur yang memiliki keterkaitan erat dengan pelestarian peninggalan sejarah serta kebudayaan.

Selain itu, penyelenggara mencantumkan Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy'ari, Museum Semedo, Museum Song Terus, Museum Sriwijaya Dharmakirti, dan Museum Majapahit sebagai bagian dari lokasi penempatan.

Unit Museum dan Cagar Budaya sendiri turut menjadi salah satu pilihan penempatan dalam program tersebut.

Keberagaman lokasi ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal lingkungan kerja lembaga kebudayaan dengan karakteristik koleksi, dokumentasi, dan kegiatan pelestarian yang berbeda.

Dokumen Pendaftaran dan Mekanisme Pengiriman Berkas

Mahasiswa yang berminat mengikuti program ini perlu menyiapkan sejumlah dokumen administrasi sebelum mengajukan lamaran.

Dokumen yang diperlukan meliputi surat permohonan magang atau job training dari fakultas, curriculum vitae (CV), serta transkrip nilai akademik. Seluruh berkas tersebut menjadi bagian dari persyaratan awal dalam proses pendaftaran.

Pengajuan dilakukan melalui surat elektronik yang ditujukan kepada museummcb@kemendbud.go.id dengan tembusan ke kearsipan.mcb@gmail.com.

Pendaftar diwajibkan menggunakan format subjek email Magang Kearsipan_Nama Lengkap_Asal Universitas. Pada bagian isi email, mahasiswa juga perlu menjelaskan tujuan mengikuti program magang.

Di samping pengiriman dokumen melalui email, calon peserta harus mengisi formulir pendaftaran daring yang tersedia melalui bit.ly/FormulirMagangKearsipanMCB.

Pendaftar sebaiknya memastikan kesesuaian identitas, kelengkapan dokumen, dan kebenaran informasi yang disampaikan agar proses administrasi dapat berjalan dengan baik.

Kesempatan Mengenal Dunia Kerja Pelestarian Budaya

Program magang di lingkungan museum dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin memperluas pengalaman di luar kegiatan akademik. Terlebih, pekerjaan pengelolaan arsip memiliki peran penting dalam memastikan informasi kelembagaan dan dokumentasi budaya tetap terjaga.

Melalui keterlibatan langsung dalam pekerjaan kearsipan, peserta berkesempatan memahami bagaimana dokumen dikelola secara sistematis, sekaligus mengenal praktik administrasi di lembaga pelestarian budaya.

Pengalaman tersebut tidak hanya relevan bagi mahasiswa kearsipan atau perpustakaan, tetapi juga bagi mereka yang tertarik menekuni bidang administrasi, pengelolaan informasi, dan institusi kebudayaan.

Bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, Magang Kearsipan Batch 3 dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus berkontribusi dalam kegiatan pengelolaan dokumentasi warisan budaya Indonesia.

Baca Juga: Magang Nasional 2026 Batch 2 Dibuka September, Ini Jadwal dan Syaratnya

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Agnes Z. Yonatan

Penulis: Agnes Z. Yonatan

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!