Beranda/Berita Kampus/Ini Tips Raih IPK 3,9 dari Lulusan Terbaik UPI!
Berita Kampus

Ini Tips Raih IPK 3,9 dari Lulusan Terbaik UPI!

Cukup dari hal-hal sederhana, ini tips belajar sampai dapat IPK cemerlang dari lulusan terbaik UPI!

Agnes Z. YonatanBy Agnes Z. Yonatan•9 September 2026•2 Menit Baca•23 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Ini Tips Raih IPK 3,9 dari Lulusan Terbaik UPI!

Nama Siti Annisafa Oceania mencuri perhatian dalam prosesi wisuda Universitas Pendidikan Indonesia yang digelar pada 12–13 Mei 2026. Mahasiswi Program Studi Logistik Kelautan itu dinobatkan sebagai wisudawan terbaik angkatan 2022 setelah meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,98.

Siti mengaku tidak menyangka dirinya akan terpilih sebagai lulusan terbaik. Baginya, pencapaian tersebut menjadi bentuk penghargaan atas proses panjang yang dijalani selama kuliah.

Menurut Siti, keberhasilannya bukan berasal dari metode belajar instan atau kebiasaan belajar berlebihan dalam waktu singkat. Ia justru menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalani rutinitas sehari-hari.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Ia membiasakan diri untuk terus belajar sedikit demi sedikit setiap hari agar dapat memperoleh pengetahuan baru secara berkelanjutan. Kebiasaan sederhana itu, menurutnya, membantu dirinya tetap memahami materi tanpa merasa terbebani.

Luangkan Waktu Membaca Jurnal

Salah satu kebiasaan yang rutin dilakukan Siti adalah membaca jurnal akademik selama sekitar 10 menit setiap hari. Meski terdengar singkat, ia menilai cara tersebut cukup efektif untuk memperluas wawasan dan melatih kemampuan memahami informasi baru.

Bagi Siti, belajar tidak selalu harus dilakukan dalam waktu lama. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin justru dapat memberikan dampak besar dalam proses belajar.

Aktif Organisasi Tanpa Mengabaikan Akademik

Selama kuliah, Siti tidak hanya fokus pada akademik. Ia juga aktif mengikuti berbagai kegiatan mahasiswa. Di tengah jadwal yang padat, ia berusaha menjaga keseimbangan antara organisasi dan tanggung jawab perkuliahan.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Siti mengaku terbiasa menyusun daftar prioritas untuk mengatur berbagai tugas dan agenda. Dengan cara itu, ia tetap bisa aktif berkegiatan tanpa mengabaikan kewajiban akademik. Strategi manajemen waktu tersebut juga membantunya menyelesaikan studi dalam waktu tujuh semester.

Dalam perjalanannya selama kuliah, Siti mengaku banyak mendapat dorongan dari dosennya, Rubby Rahman Tsani. Ia merasa dukungan dan kepercayaan dari sang dosen membuatnya semakin yakin untuk terus berkembang dan menggali potensi diri.

Menurut Siti, kepercayaan dari sosok yang dihormati bisa menjadi motivasi besar untuk terus berusaha memberikan hasil terbaik.

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Tag Terkait:#Universitas#pendidikan tinggi#kampus Indonesia#mahasiswa Indonesia#mahasiswa#Perguruan Tinggi#kampus#Pendidikan Indonesia
Agnes Z. Yonatan

Penulis: Agnes Z. Yonatan

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!