Beranda/Prestasi Mahasiswa/Dua Organisasi Mahasiswa UMY Raih Penghargaan Terbaik di Abdidaya Ormawa 2026
Prestasi Mahasiswa

Dua Organisasi Mahasiswa UMY Raih Penghargaan Terbaik di Abdidaya Ormawa 2026

Penghargaan tersebut diperoleh melalui program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada kesehatan, lingkungan, serta pengembangan seni dan budaya lokal.

Agnes Z. YonatanBy Agnes Z. Yonatan•29 Oktober 2026•5 Menit Baca•6 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Dua Organisasi Mahasiswa UMY Raih Penghargaan Terbaik di Abdidaya Ormawa 2026

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mencatatkan prestasi dalam ajang Anugerah Abdidaya Organisasi Mahasiswa (Ormawa) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sulawesi Selatan.

Dua organisasi kemahasiswaan UMY berhasil memperoleh predikat Terbaik 1 pada kategori berbeda. Keduanya adalah Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMFA) dari Program Studi Farmasi dan English Department Students Association (EDSA) dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.

HIMFA berhasil meraih penghargaan Terbaik 1 kategori Ormawa dengan Dukungan Riil Terlengkap melalui program PENTAGON SEHAT di Kalurahan Tuksono, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Sementara itu, EDSA memperoleh predikat Terbaik 1 kategori Tim Pelaksana dengan Poster Paling Kreatif melalui program pemberdayaan seni dan budaya masyarakat di Kalurahan Sambirejo, DIY.

Kedua penghargaan tersebut diperoleh melalui pendekatan pengabdian masyarakat yang berbeda, tetapi sama-sama melibatkan mahasiswa dalam mengembangkan potensi dan menjawab kebutuhan masyarakat setempat.

HIMFA UMY Kembangkan Program Kesehatan dan Lingkungan di Kulon Progo

Himpunan Mahasiswa Farmasi UMY mengembangkan PENTAGON SEHAT sebagai program pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan penanganan persoalan kesehatan, pengelolaan lingkungan, dan pemanfaatan sumber daya lokal.

Program tersebut dilaksanakan di Kalurahan Tuksono, Kabupaten Kulon Progo, dengan perhatian utama terhadap persoalan stunting pada balita dan hipertensi.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Berdasarkan data awal tahun 2025 yang digunakan oleh tim, wilayah tersebut mencatat 32 kasus stunting pada balita dan sekitar 1.669 kasus hipertensi. Kondisi ini menjadi salah satu dasar pengembangan kegiatan pemberdayaan yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat.

PENTAGON SEHAT mencakup empat kegiatan utama yang saling berkaitan. Program AKSI TANGGUH difokuskan pada penanganan hipertensi, sedangkan GENESA diarahkan untuk mendukung pencegahan stunting.

Sementara itu, kegiatan SEMBADA berfokus pada pengelolaan sampah, dan GEMATI mengembangkan pemanfaatan tanaman obat keluarga atau TOGA sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, tim berupaya menghubungkan edukasi kesehatan dengan pengelolaan lingkungan serta pengembangan potensi yang telah dimiliki masyarakat.

Pemanfaatan Tanaman Obat Dikembangkan Menjadi Produk Pangan

Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari PENTAGON SEHAT adalah pengembangan tanaman obat keluarga melalui program GEMATI.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Dalam pelaksanaannya, tim HIMFA UMY bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Tuwuh Lestari untuk mengembangkan konsep hortus medicinalis atau kebun tanaman obat.

Tanaman yang dibudidayakan kemudian dimanfaatkan sebagai bahan pengembangan produk pangan dan minuman berbasis sumber daya lokal.

Salah satu produk yang dihasilkan adalah SINJI, minuman herbal berbahan serai, jahe, dan jeruk nipis. Selain itu, tim juga mengembangkan bakpao temulawak sebagai inovasi pangan yang diarahkan untuk mendukung pemenuhan gizi dalam upaya pencegahan stunting.

Pengembangan tersebut tidak hanya berfokus pada pembuatan produk, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam pemanfaatan tanaman obat dan pengelolaan potensi lokal.

Ketua Tim HIMFA UMY, Danish Rizky Kurniawan, menjelaskan bahwa keunggulan PENTAGON SEHAT terletak pada keterpaduan program kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Mahasiswa Farmasi angkatan 2024 tersebut menyebutkan bahwa keberhasilan program didukung oleh keterlibatan masyarakat dan kolaborasi dengan berbagai mitra.

Dalam pelaksanaannya, tim HIMFA UMY mendapat pendampingan dari apt. Sri Tasminatun, S.Si., M.Si.

Danish juga menekankan pentingnya keberlanjutan program setelah kegiatan pendampingan mahasiswa selesai. Menurutnya, keberhasilan pengabdian masyarakat tidak hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk melanjutkan kegiatan secara mandiri.

EDSA UMY Angkat Potensi Seni dan Budaya Kalurahan Sambirejo

Selain HIMFA, organisasi mahasiswa EDSA dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMY turut memperoleh penghargaan dalam Anugerah Abdidaya Ormawa 2026.

EDSA meraih predikat Terbaik 1 kategori Tim Pelaksana dengan Poster Paling Kreatif melalui program pemberdayaan seni dan budaya yang dikembangkan bersama masyarakat Kalurahan Sambirejo, DIY.

Program tersebut dipimpin oleh Reva Audya Harianto, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2024, dengan pendampingan dosen Puthut Ardianto, S.Pd., M.Pd.

Salah satu hasil pengembangan program ini adalah Narasimha Sunset Show, pertunjukan yang memadukan unsur cerita, seni peran, tari, dan musik.

Melalui pertunjukan tersebut, tim mahasiswa berupaya mengembangkan potensi seni dan budaya setempat menjadi sebuah kegiatan yang dapat ditampilkan kepada masyarakat maupun pengunjung.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan kekayaan budaya lokal.

Kreativitas Poster Jadi Salah Satu Kekuatan Program EDSA

Penghargaan yang diterima EDSA UMY berkaitan dengan kemampuan tim dalam menyajikan konsep program pemberdayaan masyarakat melalui media poster.

Dosen pembimbing tim, Puthut Ardianto, menjelaskan bahwa salah satu kekuatan karya mahasiswa terletak pada penyajian konsep pertunjukan yang merepresentasikan kegiatan pemberdayaan seni dan budaya di Sambirejo.

Menurutnya, proses mengikuti kompetisi nasional juga memberikan pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa, terutama dalam mempersiapkan karya, mengembangkan kreativitas, dan membangun kepercayaan diri.

Puthut menyampaikan bahwa sejak awal tim telah mempersiapkan mental peserta agar tetap percaya pada konsep karya yang dikembangkan.

Mahasiswa didorong untuk mempelajari karya peserta lain tanpa harus mengikuti pendekatan yang sama. Hal tersebut menjadi bagian dari proses menjaga karakter dan kreativitas program yang telah disusun.

Melalui pengalaman tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat tidak hanya memberikan ruang penerapan pengetahuan mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana pengembangan kemampuan bekerja sama dan menyampaikan gagasan secara kreatif.

Prestasi UMY Dorong Keberlanjutan Program Pengabdian Masyarakat

Keberhasilan HIMFA dan EDSA UMY dalam Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 memperlihatkan dua pendekatan pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan melalui kegiatan organisasi kemahasiswaan.

HIMFA berfokus pada persoalan kesehatan masyarakat melalui pencegahan stunting, penanganan hipertensi, pengelolaan sampah, dan pemanfaatan tanaman obat keluarga.

Sementara itu, EDSA mengembangkan potensi seni dan budaya lokal melalui pertunjukan Narasimha Sunset Show yang melibatkan masyarakat Kalurahan Sambirejo.

Kedua program tersebut menunjukkan bagaimana kegiatan organisasi mahasiswa dapat diarahkan untuk merespons kebutuhan masyarakat sekaligus mengembangkan potensi wilayah.

Penghargaan yang diraih juga menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa dalam menyusun, melaksanakan, dan mengevaluasi program pemberdayaan secara langsung.

Ke depan, keberlanjutan kegiatan bersama masyarakat menjadi salah satu aspek penting agar manfaat program tidak hanya dirasakan selama pelaksanaan pengabdian mahasiswa, tetapi juga dapat diteruskan oleh masyarakat setempat.

Baca Juga: Sibuk Organisasi dan Ikut Kompetisi, Ini Cerita Maureen yang Jadi Lulusan Tercepat di UGM

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Agnes Z. Yonatan

Penulis: Agnes Z. Yonatan

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!