Beranda/Berita Kampus/Dari 1.201 Wisudawan, Zufa Pasha Sabina Jadi Satu-satunya Lulusan UGM yang Raih IPK 4.00
Berita Kampus

Dari 1.201 Wisudawan, Zufa Pasha Sabina Jadi Satu-satunya Lulusan UGM yang Raih IPK 4.00

Wisuda Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Rabu (25/2/2026) menjadi momen yang tidak terlupakan bagi Zufa Pasha Sabina. Dalam prosesi wisuda tersebut, ia mengetahui bahwa dirinya berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.00.

WI
By Widiyanto
•9 September 2026•3 Menit Baca•17 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Dari 1.201 Wisudawan, Zufa Pasha Sabina Jadi Satu-satunya Lulusan UGM yang Raih IPK 4.00

Wisuda Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Rabu (25/2/2026) menjadi momen yang tidak terlupakan bagi Zufa Pasha Sabina. Dalam prosesi wisuda tersebut, ia mengetahui bahwa dirinya berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.00.

Prestasi ini terasa semakin istimewa karena Zufa menjadi satu-satunya lulusan dengan IPK sempurna di antara 1.201 wisudawan lainnya. Capaian tersebut diraih setelah menjalani berbagai aktivitas akademik dan nonakademik yang padat selama masa kuliah.

Mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan ini mengaku tidak menyangka dapat memperoleh nilai sempurna tersebut. Pasalnya, selama kuliah ia harus menghadapi jadwal yang sangat padat dengan berbagai ujian, tugas, hingga kegiatan di luar kampus.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

"Sempat ada magang di luar. Nah, awalnya pun agak pesimis untuk mendapat nilai segitu, tetapi seiring berjalannya waktu ternyata bisa juga," kata Zufa dikutip dari laman UGM, Minggu (1/3/2026).

Selesaikan Studi dalam 3 Tahun 6 Bulan

Rata-rata mahasiswa sarjana biasanya menyelesaikan studi dalam waktu sekitar 4 tahun 2 bulan. Namun Zufa mampu menamatkan pendidikan S1 Ilmu Keperawatan hanya dalam waktu 3 tahun 6 bulan.

Selama masa kuliah, ia mengaku hampir setiap bulan menghadapi ujian. Selain itu, tugas perkuliahan dan kegiatan di luar akademik juga terus datang silih berganti.

Meski demikian, ia tetap berusaha menjalani semuanya dengan baik. Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan pencapaian IPK sempurna saat kelulusan.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Memilih Keperawatan karena Dampaknya bagi Masyarakat

Zufa berasal dari Kebumen dan sejak awal memang bercita-cita menempuh pendidikan di bidang keperawatan. Menurutnya, ilmu keperawatan memiliki dampak besar bagi masyarakat luas.

Ia juga percaya bahwa bidang keperawatan akan terus berkembang dan selalu dibutuhkan. Saat ini, setelah menyelesaikan program sarjana, Zufa juga tengah melanjutkan pendidikan profesi ners.

Pengalaman magang menjadi salah satu momen penting yang semakin meyakinkannya dengan pilihan tersebut. Ia pernah magang di PSC 119 YES (Public Safety Center 119 Yogyakarta Emergency Services) dan merasakan langsung pengalaman di lapangan.

"Jadi aku benar-benar terjun ke lapangan di pre-hospital. Banyak banget pelajaran yang dapat diambil di situ tentang kedaruratan," imbuhnya.

The main entrance gate of Gadjah Mada University (UGM)

Ibu Menjadi Sumber Motivasi

Di balik pencapaian akademiknya, Zufa mengaku memiliki sosok penting yang selalu memberikan dukungan, yaitu ibunya.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Kesibukan selama kuliah kerap membuatnya merasa lelah. Namun setiap malam ia selalu menyempatkan diri untuk menelepon sang ibu guna meminta doa dan nasihat.

Kebiasaan sederhana tersebut memberikan semangat baru baginya untuk menjalani aktivitas perkuliahan keesokan harinya.

"Pokoknya setiap malam saya selalu menelpon ibu, senang rasanya kalau sudah mendengar suaranya," kenangnya.

Kiat Mendapatkan IPK Sempurna

Saat ditanya mengenai tips meraih IPK sempurna, Zufa menegaskan bahwa dirinya sebenarnya tidak memiliki target khusus sejak awal kuliah.

Namun seiring waktu, ia mulai memahami pola akademik yang dijalaninya. Hal tersebut membuatnya mampu menyesuaikan strategi belajar agar nilai tetap stabil.

"Awalnya tidak ada target tertentu, tapi ketika sudah di pertengahan, kelihatan polanya. Yang penting nilainya tidak turun dan bisa tetap stabil," tuturnya.

Selain itu, ia juga selalu memprioritaskan tugas atau kegiatan yang paling penting terlebih dahulu, meskipun terkadang rasa malas tetap datang.

Zufa juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara belajar dan istirahat. Ia menyarankan mahasiswa untuk mencicil materi belajar agar tidak menumpuk di akhir.

"Minimal sehari baca satu atau dua halaman saja itu sudah progres," katanya.

Sebagai penutup, Zufa berpesan kepada mahasiswa untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan.

"Do your best you can, lakukan semaksimal mungkin, lakukan yang terbaik karena pasti ada ruang untuk berjuang maksimal," pesannya.

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Tag Terkait:#pendidikan tinggi Indonesia#mahasiswa berprestasi#Universitas Gadjah Mada#Mahasiswa UGM#Kisah Inspiratif Mahasiswa#IPK 4.00#Lulusan Terbaik#Keperawatan UGM#Inspirasi Mahasiswa Indonesia#Tips Belajar Mahasiswa
WI

Penulis: Widiyanto

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!