Binus University kembali menempati posisi tertinggi di antara perguruan tinggi swasta (PTS) Indonesia dalam pemeringkatan QS World University Rankings: Asia 2027. Kampus yang dikenal dengan nama Universitas Bina Nusantara tersebut berhasil menduduki peringkat ke-173 Asia berdasarkan hasil pemeringkatan yang diumumkan pada Selasa, 3 November 2026.
Pencapaian tersebut menempatkan Binus sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta Indonesia yang berhasil masuk jajaran 200 universitas terbaik di Asia pada edisi tahun ini. Secara nasional, Binus juga menempati urutan ke-11 di antara seluruh perguruan tinggi Indonesia yang masuk dalam kelompok tersebut.
QS World University Rankings: Asia 2027 melibatkan lebih dari 1.720 perguruan tinggi di kawasan Asia. Pemeringkatan ini mengukur performa universitas berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari reputasi akademik, kualitas penelitian, hingga keterlibatan internasional.
Hasil tersebut memperlihatkan posisi Binus di tengah persaingan perguruan tinggi Asia, sekaligus memberikan gambaran mengenai capaian universitas swasta Indonesia dalam pemeringkatan pendidikan tinggi internasional.
Pertukaran Mahasiswa dan Pengajar Internasional Jadi Keunggulan Binus
Dalam penilaian QS Asia 2027, Binus University mencatatkan hasil tinggi pada sejumlah indikator yang berkaitan dengan internasionalisasi pendidikan.
Kampus tersebut memperoleh skor sempurna 100 pada indikator pertukaran mahasiswa internasional masuk (inbound exchange) dan pertukaran mahasiswa ke luar negeri (outbound exchange).
Indikator ini menggambarkan partisipasi universitas dalam mobilitas mahasiswa lintas negara, baik melalui penerimaan mahasiswa internasional maupun pengiriman mahasiswa untuk mengikuti program pertukaran di institusi luar negeri.
Binus juga mencatatkan skor 97,5 pada indikator rasio pengajar internasional. Capaian tersebut menunjukkan performa yang tinggi dalam aspek keterlibatan tenaga pengajar asing berdasarkan penilaian QS.
Sementara itu, indikator reputasi di kalangan pemberi kerja (employer reputation) memperoleh skor 77,9. Aspek ini mengukur persepsi pemberi kerja terhadap kualitas lulusan suatu perguruan tinggi.
Ketiga indikator tersebut menjadi bagian dari komponen penilaian yang berkontribusi terhadap posisi Binus dalam pemeringkatan universitas terbaik di Asia.
UGM Pimpin Indonesia, Sebanyak 12 Kampus Masuk 200 Besar Asia
Secara keseluruhan, Indonesia memiliki 12 perguruan tinggi yang berhasil menembus peringkat 200 besar Asia dalam QS World University Rankings: Asia 2027.
Universitas Gadjah Mada (UGM) menempati posisi tertinggi secara nasional dengan peringkat ke-53 Asia. Universitas Airlangga (Unair) menyusul di posisi ke-55, sedangkan Universitas Indonesia (UI) berada tepat di belakangnya pada peringkat ke-56.
Institut Teknologi Bandung (ITB) menempati peringkat ke-67 Asia dan menjadi perguruan tinggi Indonesia berikutnya yang berhasil masuk dalam kelompok 100 besar.
IPB University melengkapi lima besar nasional dengan menduduki peringkat ke-100 Asia. Posisi berikutnya ditempati Universitas Padjadjaran (Unpad) pada urutan ke-101, disusul Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di peringkat ke-105.
Universitas Diponegoro (Undip) berada pada posisi ke-116 Asia, sementara Universitas Brawijaya menyusul di urutan ke-119.
Universitas Sebelas Maret (UNS) menempati peringkat ke-158 Asia, diikuti Binus University pada posisi ke-173. Adapun Universitas Hasanuddin (Unhas) melengkapi kelompok 200 besar dengan menempati peringkat ke-187.
Dari keseluruhan perguruan tinggi Indonesia yang masuk kelompok tersebut, sebanyak 11 merupakan perguruan tinggi negeri, sementara satu lainnya adalah perguruan tinggi swasta, yakni Binus University.
Telkom University dan UMY Masuk Tiga Besar Kampus Swasta Indonesia
Selain Binus University, sejumlah perguruan tinggi swasta Indonesia turut mencatatkan posisi dalam QS World University Rankings: Asia 2027.
Telkom University menempati urutan kedua di antara perguruan tinggi swasta Indonesia dengan peringkat ke-303 Asia. Posisi berikutnya ditempati Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang berada pada peringkat ke-364.
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya menempati peringkat ke-484 Asia sekaligus menduduki urutan keempat dalam kelompok perguruan tinggi swasta nasional.
Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyusul pada peringkat ke-523, diikuti Universitas Kristen Petra yang berada pada posisi ke-525 Asia.
Selanjutnya, Universitas Islam Indonesia (UII) tercatat pada peringkat ke-527, sedangkan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berada di urutan ke-586.
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menempati peringkat ke-631 Asia. Sementara itu, Universitas Surabaya melengkapi sepuluh besar perguruan tinggi swasta Indonesia dengan posisi ke-667.
Berdasarkan pemeringkatan tersebut, terdapat selisih 130 peringkat antara Binus University dan Telkom University sebagai dua perguruan tinggi swasta dengan posisi tertinggi di Indonesia.
Dari sisi persebaran wilayah, sepuluh perguruan tinggi swasta teratas berasal dari berbagai kota, termasuk Jakarta dan Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, serta Surakarta. Hal ini memperlihatkan keterwakilan perguruan tinggi swasta dari sejumlah pusat pendidikan di Indonesia.
Bagaimana QS Menentukan Peringkat Universitas Terbaik di Asia?
QS World University Rankings: Asia menggunakan sebelas indikator utama untuk mengevaluasi performa perguruan tinggi di kawasan Asia.
Reputasi akademik menjadi komponen dengan bobot terbesar, yakni 30 persen dari keseluruhan penilaian. Indikator tersebut digunakan untuk mengukur pandangan komunitas akademik terhadap kualitas institusi pendidikan tinggi.
Reputasi di kalangan pemberi kerja memiliki bobot 20 persen. Penilaian ini berkaitan dengan persepsi dunia kerja terhadap kualitas lulusan dan reputasi universitas sebagai penyedia sumber daya manusia.
Aspek penelitian juga mendapatkan perhatian melalui indikator sitasi per publikasi ilmiah dengan bobot 10 persen, jejaring riset internasional sebesar 10 persen, serta jumlah publikasi per tenaga pengajar sebesar 5 persen.
Sementara itu, rasio pengajar terhadap mahasiswa memiliki bobot 10 persen, sedangkan proporsi staf akademik yang memiliki gelar doktor menyumbang 5 persen terhadap penilaian.
Untuk aspek internasionalisasi, QS menggunakan indikator rasio pengajar internasional dan mahasiswa internasional yang masing-masing berbobot 2,5 persen.
Penilaian juga mempertimbangkan mobilitas mahasiswa melalui program pertukaran internasional masuk dan keluar, dengan bobot masing-masing sebesar 2,5 persen.
Kombinasi indikator tersebut digunakan untuk menghasilkan penilaian yang mencakup reputasi, kegiatan penelitian, sumber daya akademik, serta keterlibatan internasional suatu perguruan tinggi.
Meski demikian, hasil pemeringkatan perlu dipahami berdasarkan metodologi yang digunakan. Posisi universitas dalam QS Asia tidak secara langsung menggambarkan seluruh aspek kualitas pendidikan, seperti kesesuaian program studi, biaya pendidikan, maupun pengalaman belajar setiap mahasiswa.
QS Asia Rankings 2027 Diumumkan dalam Konferensi Pendidikan di Bali
Pengumuman QS World University Rankings: Asia 2027 menjadi bagian dari rangkaian QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 yang diselenggarakan di Bali pada 3–5 November 2026.
Konferensi pendidikan tinggi internasional tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas perkembangan pendidikan, penelitian, dan kerja sama antarperguruan tinggi di kawasan Asia Pasifik.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Binus University berperan sebagai tuan rumah (host), sementara Universitas Padjadjaran dan The Education University of Hong Kong (EduHK) bertindak sebagai penyelenggara bersama (co-host).
Kegiatan ini menjadi salah satu forum bagi perguruan tinggi untuk memperluas jejaring akademik internasional sekaligus membahas tantangan dan peluang pengembangan pendidikan tinggi.
Hasil QS Asia 2027 juga memperlihatkan bahwa persaingan antaruniversitas di kawasan Asia melibatkan berbagai dimensi, tidak hanya reputasi akademik, tetapi juga produktivitas penelitian dan kemampuan membangun hubungan internasional.
Bagi Indonesia, keberadaan 12 universitas dalam kelompok 200 besar menunjukkan keterwakilan perguruan tinggi nasional dalam pemeringkatan regional, meskipun sebagian besar posisi tersebut masih ditempati perguruan tinggi negeri.
Di tengah kondisi itu, Binus University berhasil mempertahankan posisinya sebagai perguruan tinggi swasta Indonesia dengan peringkat tertinggi dalam QS World University Rankings: Asia 2027.

Komentar Pengunjung (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!