Beranda/Beasiswa/Beasiswa Garuda Segera Dibuka, Ini 10 Bidang Studi Prioritas dan Syarat Pendaftarannya
Beasiswa

Beasiswa Garuda Segera Dibuka, Ini 10 Bidang Studi Prioritas dan Syarat Pendaftarannya

Beasiswa Garuda kembali membuka peluang bagi calon mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri.

Agnes Z. YonatanBy Agnes Z. Yonatan•15 Oktober 2026•6 Menit Baca•3 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Beasiswa Garuda Segera Dibuka, Ini 10 Bidang Studi Prioritas dan Syarat Pendaftarannya

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah mempersiapkan pembukaan pendaftaran Beasiswa Garuda. Program ini memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri, khususnya pada bidang keilmuan yang dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Menjelang pembukaan pendaftaran, Kemdiktisaintek telah mengumumkan sepuluh bidang studi yang menjadi prioritas dalam program beasiswa tersebut.

Bidang-bidang yang dipilih mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari teknologi digital dan semikonduktor hingga kesehatan, energi, hukum, serta ekonomi.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Melalui akun resmi Beasiswa Garuda, pemerintah menjelaskan bahwa penetapan bidang prioritas mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan global sekaligus kebutuhan Indonesia dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Selain menentukan bidang studi, calon peserta juga perlu memperhatikan sejumlah persyaratan seleksi, termasuk kemampuan akademik, penguasaan bahasa Inggris, serta hasil tes kemampuan skolastik.

Sepuluh bidang studi prioritas Beasiswa Garuda

Beasiswa Garuda menetapkan sepuluh bidang keilmuan yang menjadi fokus dalam penerimaan mendatang. Bidang tersebut dipilih untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia pada sektor-sektor yang dianggap strategis bagi Indonesia.

Salah satu bidang yang diprioritaskan adalah digitalisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), dan semikonduktor. Kelompok ini berkaitan dengan perkembangan teknologi digital dan industri komputasi yang semakin banyak digunakan dalam berbagai sektor.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Bidang energi juga masuk dalam prioritas, termasuk pengembangan teknologi yang berkaitan dengan energi terbarukan dan inovasi penyimpanan energi.

Selain itu, terdapat bidang hilirisasi dan industrialisasi yang berhubungan dengan pengolahan sumber daya menjadi produk bernilai tambah serta pengembangan kemampuan industri nasional.

Di sektor kesehatan, Beasiswa Garuda memberikan perhatian terhadap keilmuan yang berkaitan dengan inovasi medis, termasuk rekayasa genetika dan pengembangan metode terapi biomedis.

Ketahanan pangan turut menjadi salah satu fokus, sejalan dengan kebutuhan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung penyediaan pangan.

Bidang maritim juga menjadi prioritas dalam program ini, mengingat pentingnya pengembangan keilmuan yang berkaitan dengan sektor kelautan.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Sementara itu, material dan manufaktur maju termasuk bidang yang diarahkan pada pengembangan teknologi produksi serta penelitian material baru. Salah satu contoh penerapannya adalah inovasi bahan untuk baterai kendaraan listrik.

Bidang pertahanan juga tercakup dalam kelompok studi yang diprioritaskan.

Di luar rumpun sains dan teknologi, Beasiswa Garuda menyediakan bidang kebijakan publik dan hukum serta bisnis dan ekonomi.

Dengan demikian, sepuluh bidang studi prioritas Beasiswa Garuda meliputi digitalisasi, AI, dan semikonduktor; energi; hilirisasi dan industrialisasi; kesehatan; ketahanan pangan; maritim; material dan manufaktur maju; pertahanan; kebijakan publik dan hukum; serta bisnis dan ekonomi.

Penetapan bidang studi tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah mendorong penguasaan ilmu pengetahuan yang dapat mendukung berbagai kebutuhan Indonesia.

Melalui pengumuman resminya, pengelola Beasiswa Garuda menyoroti perkembangan teknologi mutakhir sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan fokus pendidikan.

"Mulai dari teknologi terdepan hingga kebijakan publik yang berdampak, bidang kesehatan yang sangat relevan dengan rekayasa genetika atau metode terapi biomedis terkini, semikonduktor dengan temuan material-material baru untuk baterai mobil listrik ataupun teknologi terdepan energi terbarukan," demikian keterangan yang disampaikan melalui akun resmi Beasiswa Garuda, dikutip Rabu (14/10/2026).

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga ahli tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan teknologi, tetapi juga mengembangkan penelitian dan inovasi baru.

Sebagai contoh, pengembangan material untuk baterai kendaraan listrik memiliki keterkaitan dengan industri manufaktur maju dan sektor energi.

Sementara itu, penelitian biomedis menjadi bagian dari perkembangan ilmu kesehatan yang terus menghadirkan pendekatan baru dalam penanganan berbagai persoalan medis.

Adapun kebijakan publik, hukum, bisnis, dan ekonomi tetap menjadi bagian dari bidang prioritas karena memiliki keterkaitan dengan pengelolaan pembangunan dan pengambilan keputusan.

Pendaftar tidak diwajibkan memiliki LoA sejak awal

Salah satu ketentuan dalam Beasiswa Garuda adalah calon peserta tidak diwajibkan memiliki Letter of Acceptance (LoA) ketika mengajukan pendaftaran.

LoA merupakan dokumen resmi yang menyatakan bahwa seseorang telah diterima untuk mengikuti pendidikan di perguruan tinggi tertentu.

Melalui ketentuan tersebut, calon mahasiswa dapat mengikuti proses seleksi beasiswa meskipun belum memperoleh surat penerimaan dari universitas tujuan.

Peserta yang dinyatakan lolos dan ditetapkan sebagai penerima Beasiswa Garuda akan diberikan kesempatan untuk mendapatkan LoA dalam jangka waktu hingga satu tahun setelah penetapan.

Dengan adanya ketentuan ini, penerima beasiswa memiliki waktu untuk menyelesaikan proses penerimaan di perguruan tinggi yang dituju setelah memperoleh hasil seleksi.

Meski demikian, calon peserta tetap perlu memenuhi persyaratan akademik dan ketentuan seleksi lain yang telah ditetapkan penyelenggara.

Skor IQ minimal 120 menjadi salah satu persyaratan

Selain memilih bidang studi yang sesuai, calon pendaftar Beasiswa Garuda perlu mempersiapkan bukti kemampuan akademik.

Salah satu syarat yang ditetapkan adalah hasil tes kecerdasan intelektual atau Intelligence Quotient (IQ) dengan skor minimal 120.

Bukti hasil pengujian tersebut wajib diterbitkan oleh biro konsultasi psikologi yang berada di lingkungan universitas di bawah naungan Kemdiktisaintek dan memiliki akreditasi sekurang-kurangnya Baik. Tes IQ yang digunakan juga harus mencakup sejumlah aspek kemampuan kognitif.

Aspek tersebut meliputi kemampuan verbal, spasial, numerikal, memori, pemrosesan informasi, serta logika. Dengan demikian, calon peserta perlu memperhatikan bukan hanya skor akhir tes, tetapi juga lembaga penerbit dan cakupan pengujian yang dipersyaratkan.

IELTS minimal 6,5 atau TOEFL ITP 550

Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi calon penerima Beasiswa Garuda. Berdasarkan informasi yang diumumkan, pendaftar perlu memiliki skor International English Language Testing System (IELTS) minimal 6,5.

Selain nilai keseluruhan, skor setiap komponen keterampilan bahasa Inggris dalam IELTS tidak boleh lebih rendah dari 6,0. Komponen tersebut mencakup kemampuan mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara.

Sebagai alternatif, calon pendaftar juga dapat menggunakan hasil Test of English as a Foreign Language Institutional Testing Program (TOEFL ITP).

Untuk sertifikat TOEFL ITP, skor minimum yang dipersyaratkan adalah 550.

Persyaratan bahasa Inggris tersebut perlu menjadi perhatian bagi calon peserta, terutama mereka yang belum memiliki sertifikat hasil tes sesuai ketentuan.

Persiapan tes sejak awal dapat membantu pendaftar memenuhi dokumen yang diperlukan ketika masa seleksi resmi dimulai.

SAT minimal 1.200, tersedia alternatif Tes Bakat Skolastik

Persyaratan lain dalam Beasiswa Garuda berkaitan dengan kemampuan akademik yang diukur melalui Scholastic Assessment Test (SAT). Pendaftar yang menggunakan hasil SAT harus memiliki skor minimal 1.200.

Namun, calon peserta yang belum mengikuti SAT tetap memiliki kesempatan untuk memenuhi persyaratan seleksi melalui mekanisme lain.

Berdasarkan ketentuan yang disampaikan, peserta yang tidak mempunyai hasil SAT atau memperoleh skor di bawah 1.200 diwajibkan mengikuti Tes Bakat Skolastik yang diselenggarakan oleh Beasiswa Garuda.

Dengan demikian, kepemilikan skor SAT minimal 1.200 bukan satu-satunya jalur untuk memenuhi komponen tes kemampuan skolastik dalam proses pendaftaran.

Calon peserta dapat mempersiapkan diri sesuai dengan jenis tes yang akan digunakan ketika mengikuti seleksi.

Jadwal pendaftaran akan diumumkan lebih lanjut

Hingga pengumuman yang diberitakan pada 14 Oktober 2026, jadwal resmi pembukaan dan penutupan pendaftaran Beasiswa Garuda belum dirinci.

Kemdiktisaintek menyampaikan bahwa informasi mengenai tahapan seleksi, jadwal pendaftaran, serta ketentuan program studi akan diumumkan melalui kanal resmi Beasiswa Garuda.

Oleh karena itu, calon mahasiswa yang berminat mengikuti program tersebut perlu memantau perkembangan informasi dari penyelenggara.

Sambil menunggu pembukaan pendaftaran, calon peserta dapat mulai menyiapkan dokumen akademik, hasil tes IQ, sertifikat kemampuan bahasa Inggris, serta hasil SAT apabila telah memilikinya.

Pendaftar juga dapat mempertimbangkan pilihan bidang studi berdasarkan sepuluh kelompok prioritas yang telah diumumkan. Persiapan tersebut menjadi penting mengingat sejumlah dokumen persyaratan memerlukan proses pengujian dan penerbitan sertifikat.

Dengan cakupan bidang studi yang beragam, Beasiswa Garuda memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa untuk mengembangkan keilmuan pada sektor teknologi, industri, kesehatan, pangan, energi, hingga kebijakan publik.

Baca Juga: Guru Informatika Bisa Kuliah S2 di UGM dengan Beasiswa hingga 100%, Pendaftaran Dibuka sampai Desember 2026

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Agnes Z. Yonatan

Penulis: Agnes Z. Yonatan

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!