Tiga Fakultas Paling Ketat di ITB 2026, Ada yang Hanya Menerima 2,9% dari Total Pendaftar
Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) menjadi program dengan tingkat penerimaan paling rendah, sekitar 2,9%.
Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali mencatat tingginya minat calon mahasiswa pada penerimaan tahun akademik 2026/2027. Berdasarkan laporan yang disampaikan dalam Sidang Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru, jumlah pendaftar program sarjana mencapai 139.399 orang.
Table Of Content
Dari jumlah tersebut, hanya 5.468 calon mahasiswa yang berhasil lolos seleksi dan melakukan daftar ulang. Artinya, tingkat penerimaan secara keseluruhan hanya sekitar 3,9%, sehingga lebih dari 96% pendaftar belum berhasil memperoleh kursi di ITB pada tahun ini.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano, menyebut bahwa beberapa fakultas memiliki tingkat persaingan yang bahkan lebih tinggi dibanding rata-rata kampus.
Baca Juga: Tersedia Hingga 70 Formasi, ITB Buka Rekrutmen Terbuka Calon Dosen Tidak Tetap Tahun 2026
FTTM Menjadi Fakultas dengan Tingkat Penerimaan Terendah
Di antara seluruh fakultas, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) menjadi program dengan tingkat penerimaan paling rendah. Dari 13.639 peminat, hanya 395 calon mahasiswa yang diterima dan melakukan daftar ulang, sehingga tingkat penerimaannya hanya sekitar 2,9%.
Selain FTTM, dua fakultas lain juga memiliki persaingan yang sangat ketat, yakni Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) serta Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD).
Berikut tiga fakultas dengan jumlah peminat tertinggi sekaligus tingkat keketatan tertinggi di ITB tahun 2026:
| Fakultas | Jumlah Peminat | Mahasiswa Diterima | Tingkat Penerimaan |
|---|---|---|---|
| Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) | 14.887 | 454 | 3,0% |
| Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) | 13.639 | 395 | 2,9% |
| Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) | 11.578 | 454 | 3,7% |
Menurut Prof. Irwan, tingginya persaingan di sejumlah fakultas menunjukkan bahwa calon mahasiswa yang berhasil lolos merupakan peserta dengan kemampuan akademik terbaik di tingkat nasional. Ia bahkan menyebut terdapat fakultas yang hanya menerima peserta dengan capaian akademik yang berada di sekitar 0,5% terbaik secara nasional.
Mahasiswa Baru Berasal dari 38 Provinsi
Selain tingkat persaingan yang tinggi, ITB juga mencatat keberagaman asal mahasiswa baru. Angkatan 2026 berasal dari seluruh 38 provinsi di Indonesia.
Sebanyak 97 mahasiswa berasal dari daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sementara 10 mahasiswa diterima melalui jalur afirmasi pendidikan. Data ini menunjukkan upaya ITB untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia.
Pendaftar Pascasarjana Capai Ribuan Orang
Minat melanjutkan studi di ITB juga terlihat pada jenjang pascasarjana. Secara keseluruhan, terdapat 3.447 pendaftar untuk program magister, doktor, dan profesi.
Rinciannya sebagai berikut:
| Program | Jumlah Peminat | Jumlah Diterima |
|---|---|---|
| Magister | 2.411 | 1.947 |
| Doktor | 649 | 563 |
| Profesi Apoteker | 444 | 140 |
| Profesi Arsitektur | 38 | 32 |
| Profesi Insinyur | 1.081 | 795 |
Tingginya jumlah pendaftar pada jenjang pascasarjana menunjukkan bahwa ITB tidak hanya menjadi tujuan utama bagi calon mahasiswa sarjana, tetapi juga bagi lulusan yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.
Dengan lebih dari 139 ribu pendaftar pada jenjang sarjana dan tingkat penerimaan di bawah 4%, ITB menjadi salah satu perguruan tinggi dengan persaingan masuk paling ketat di Indonesia. Fakultas seperti FTTM, SBM, dan FTMD bahkan mencatat tingkat penerimaan sekitar 3% atau lebih rendah, menjadikannya program studi yang paling kompetitif pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2026.
Baca Juga: Inovasi Mahasiswa ITB: Rancang Sistem Rantai Pasok Berbasis AI Guna Tekan Food Loss