Kisah Risti, Anak Buruh Proyek yang Raih Kuliah Gratis di UGM
Bagi sebagian orang, mengenyam pendidikan di bangku kuliah merupakan hal yang mahal. Itulah yang dirasakan oleh Ristiana Artanti (19) yang merupakan anak dari seorang buruh proyek dan Asisten Rumah...
Bagi sebagian orang, mengenyam pendidikan di bangku kuliah merupakan hal yang mahal. Itulah yang dirasakan oleh Ristiana Artanti (19) yang merupakan anak dari seorang buruh proyek dan Asisten Rumah Tangga (ART). Namun berkat kerja keras dan kegigihannya semasa sekolah, Risti berhasil diterima di program studi Manajemen Informasi Kesehatan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Risti tidak hanya lolos tanpa ujian, tetapi juga mendapatkan beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen. Fasilitas ini membebaskannya dari biaya UKT (nol rupiah) sehingga ia bisa menempuh bangku kuliah secara gratis.
Selalu Berusaha Menyeimbangkan Antara Akademik dan Nonakademik
Di luar capaian akademiknya yang menorehkan prestasi, Risti juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler marching band semasa bersekolah di SMA 1 Wates Kulon Progo. Lewat hobi ini, ia telah mencetak berbagai prestasi, termasuk menjadi juara umum dua kali di tingkat kabupaten serta menyabet juara pertama di tingkat provinsi.
Kunci keberhasilan Risti terletak pada kedisiplinannya dalam mengatur waktu. Ia selalu menyusun skala prioritas dengan menempatkan urusan belajar di atas jadwal latihan nonakademik, sehingga kegiatan ekstrakurikuler yang diikutinya sama sekali tidak mengganggu performa akademiknya di sekolah.
Dukungan Penuh di Tengah Keterbatasan Keluarga
Keberhasilan Risti tidak luput dari restu kedua orang tuanya, Rubikan (47) dan Winarni (47). Sebagai anak tunggal, Risti mendapatkan dukungan penuh untuk mengejar cita-citanya meskipun kondisi ekonomi keluarga mereka sangat terbatas. Sang ayah, Rubikan, bekerja sebagai buruh proyek dengan penghasilan yang tidak menentu.
Hal ini sempat memicu keraguan di awal. Namun, melihat konsistensi nilai dan prestasi Risti, mereka bertekad mendukung mimpi sang anak untuk kuliah, sebuah kesempatan yang dahulu tidak bisa dirasakan oleh Rubikan yang hanya lulusan SD dan Winarni yang lulusan SMP.
Winarni menceritakan kekhawatiran awalnya saat sang putri menyatakan keinginan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Dengan kondisi keuangan yang tidak menentu, ia mengaku bahwa bisa makan tiga kali sehari saja sudah menjadi hal yang sangat disyukuri. Meski demikian, kedua orang tua Risti tidak pernah menolak keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Mereka berharap bahwa dengan berkuliah, putrinya dapat mendapatkan pekerjaan yang baik dan juga mengangkat derajat keluarga. “Saya gak mengira kalau anak saya bisa masuk UGM, padahal orang tuanya gak sekolah, tapi anaknya bisa sekolah,” ujarnya pada kamis (11/6/2026), melansir ugm.ac.id.
Baca Juga: Kisah Maryam, Siswi MAN 1 Pekanbaru yang Sukses Raih 22 LoA & 4 Beasiswa Luar Negeri