Padukan Al-Qur’an dan Sains, Pato Sayyaf Lulus Fisika UNDIP dan Raih Cumlaude di Usia 18 Tahun
Penerimaan mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) tahun 2022 diwarnai oleh kehadiran sosok mahasiswa termuda asal Semarang, Pato Sayyaf. Ia menjadi perhatian karena berhasil menembus bangku...
Penerimaan mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) tahun 2022 diwarnai oleh kehadiran sosok mahasiswa termuda asal Semarang, Pato Sayyaf. Ia menjadi perhatian karena berhasil menembus bangku kuliah di usia 14 tahun 6 bulan.
Pato Sayyaf lahir pada 21 Januari 2008 dan diterima di Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Undip, jurusan Fisika. Pilihan tersebut selaras dengan minatnya di bidang teknologi, di samping cita-citanya dalam bidang keagamaan sebagai ahli Alquran.
Pato Sayyaf merupakan anak kedua dari dua bersaudara, pasangan Djoko Irianto SH MM dan Wahyu Nur Andari SH, yang tinggal di Gunung Pati, Semarang. Kakaknya, Gasi Dhias, telah menempuh pendidikan S1 di Telkom dan S2 MBA di UGM. Sejak kecil, Pato telah diarahkan untuk mendalami ilmu agama dan menyelesaikan pendidikan dasar di usia 8 tahun 5 bulan.
“Setelah lulus SD di Sidoarjo khusus untuk hapalan Alquran. Ketika lulus SD bisa menghapal 4 jus,” kata Djoko Irianto kepada smol.id.
Perjalanan menghafal Alquran Pato berlangsung sangat cepat. Ia sempat menempuh pendidikan di pesantren di Mijen, Semarang.
“Sebelum berumur 9 tahun dia sudah hapal 30 jus”, tambah Djoko Irianto lagi.
Setelah itu, ia melanjutkan pendalaman agama di Tembalang selama satu tahun dan kemudian di Bogor selama tiga tahun. Selama masa pandemi, kesehariannya tetap diisi dengan aktivitas produktif seperti berjemur sambil memperkuat hafalan Alquran.
Meski fokus pada pendidikan agama, Pato tetap menempuh jalur pendidikan formal melalui program kesetaraan.
Baca juga: Kalahkan 269 Peserta dari 67 Negara, Siswi Indonesia Raih Emas Olimpiade Matematika di Prancis
“Dia menggunakan Paket B waktu SMP di Bogor, dan kemudian Paket C saat SMA di Anugerah Bangsa Banyumanik Semarang”, jelas Djoko Irianto.
Setelah lulus setara SMA pada April 2022, ia mendaftar ke Undip secara online dan diterima di jurusan Fisika FSM. Pilihan ini menunjukkan ketertarikannya pada sains dan teknologi. Di saat yang sama, ia juga memperdalam bahasa Arab di Pondok Ma’had Al-Iman At-Tirmidzi di Pare, Jawa Timur, sebagai bagian dari persiapan akademiknya di bidang keislaman.
Ia memiliki keinginan untuk melanjutkan studi ke Universitas Islam Madinah, namun syarat usia minimal 17 tahun membuatnya harus menunggu hingga memenuhi ketentuan tersebut. Sambil menunggu, ia menempuh pendidikan di bidang sains sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas keilmuannya.
Perjalanan akademik Pato Sayyaf di Undip berlangsung cepat dan konsisten. Dengan disiplin belajar yang telah terbentuk sejak dini, ia mampu menyelesaikan studi S1 Fisika dalam waktu relatif singkat. Pada tahun 2026, Pato Sayyaf resmi menyandang gelar Sarjana Fisika dari Undip dengan predikat cumlaude. Ia lulus di usia 18 tahun dan menjadi salah satu lulusan termuda di lingkungan kampus tersebut.
Capaian ini menunjukkan bahwa integrasi antara pendidikan agama dan ilmu pengetahuan dapat berjalan beriringan. Dengan latar belakang sebagai hafiz 30 juz dan lulusan fisika, Pato Sayyaf membawa visi untuk menjadi sosok yang menguasai Alquran sekaligus teknologi, serta berkontribusi nyata di masa depan.