UIN Jakarta Pimpin Kuota Nasional! Sediakan 3.034 Kursi untuk Mahasiswa Baru Jalur UM-PTKIN 2026
UIN Jakarta sediakan kuota sebanyak 3.034 kursi untuk mahasiswa baru jalur UM-PTKIN 2026.
Pendaftaran seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 telah resmi dibuka pada Senin, 13 April dan berlangsung hingga Sabtu, 30 Mei 2026. UM-PTKIN 2026 ini diikuti oleh 59 perguruan tinggi yang terdiri dari 58 PTKIN dan satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Salah satu PTKIN yang paling diminati yakni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal dengan sebutan UIN Jakarta. Sebelumnya, kuota mahasiswa pada jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN) di kampus ini hanya menerima sebanyak 1.388 orang. Namun, pada seleksi UM-PTKIN, kuota penerimaan mahasiswanya menjadi lebih banyak mencapai hingga 3.034 kursi.
Besarnya daya tampung ini biasanya dipengaruhi oleh tingginya minat calon mahasiswa yang mendaftar juga kapasitas infrastruktur kampus. Selain itu hal ini juga menjadi upaya kampus untuk lebih banyak memberikan kesempatan akses pendidikan.
“Kami memberikan peluang lebih besar bagi para pendaftar di jalur UM-PTKIN, terutama bagi mereka yang belum berhasil pada jalur SPAN-PTKIN yang telah diumumkan hasilnya beberapa waktu lalu,” ujar Ahmad Tholabi, selaku Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Jakarta.
Adapun kuota penerimaan mahasiswa baru UIN Jakarta pada jalur UM-PTKIN 2026 tersebar di 30 program studi (prodi) keagamaan dengan rincian daya tampung sebagai berikut:
- Pendidikan Agama Islam: 159
- Pendidikan Bahasa Arab: 69
- Tadris Bahasa Inggris: 114
- Tadris Biologi: 64
- Tadris Fisika: 55
- Manajemen Pendidikan: 129
- Tadris Bahasa Indonesia: 94
- Tadris IPS: 94
- Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah: 114
- Pendidikan Islam Anak Usia Dini: 104
- Bahasa dan Sastra Arab: 115
- Sejarah Peradaban Islam: 117
- Tarjamah: 54
- Studi Agama Agama: 47
- Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir: 115
- Ilmu Hadis: 70
- Aqidah dan Filsafat Islam: 70
- Ilmu Tasawuf: 47
- Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah): 120
- Perbandingan Mazhab: 92
- Hukum Tata Negara (Siyasah): 95
- Hukum Pidana Islam (Jinayah): 95
- Hukum Ekonomi Syariah (Mua’malah): 121
- Komunikasi dan Penyiaran Islam: 160
- Bimbingan Penyuluhan Islam: 100
- Dirasat Islamiyah: 115
- Manajemen Dakwah: 120
- Pengembangan Masyarakat Islam: 92
- Perbankan Syariah: 143
- Ekonomi Syariah: 150
Daftar ini menunjukkan bahwa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) memiliki kuota terbesar dengan 160 kursi, disusul oleh Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan 159 kursi. Meskipun menyediakan kuota yang besar, prodi seperti Ekonomi Syariah (150) dan Perbankan Syariah (143) biasanya memiliki jumlah pendaftar yang sangat tinggi, sehingga rasionya tetap ketat.
Peluang strategis ada pada prodi dengan kuota di bawah 50 seperti Studi Agama Agama dan Ilmu Tasawuf. Hal ini dapat menjadi pertimbangan dan pilihan bagi pendaftar yang memiliki minat spesifik dengan tingkat persaingan yang biasanya lebih terukur.
Penting untuk diperhatikan meskipun UIN Jakarta memiliki daya tampung terbanyak dibandingkan kampus lain, tetapi berbanding lurus dengan jumlah peminatnya yang juga tinggi. Sehingga calon mahasiswa perlu membaca peluang daya tampung setiap prodi ditengah persaingan yang ketat.