Tak Perlu Minum Obat Lagi, Inovasi Lintas Fakultas Mahasiswa UNAIR Hasilkan Sambiloto sebagai Obat Nyeri Haid hingga Raih Juara 1
Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR). Tim kolaborasi lintas fakultas yang dipelopori oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) berhasil meraih Juara 1 dalam...
Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR). Tim kolaborasi lintas fakultas yang dipelopori oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Kompetisi Ilmiah Mahasiswa (KIM) 2025 pada kategori PKM-RE.
Kompetisi yang berlangsung sejak 3 September hingga 13 Desember 2025 di Gedung Kuliah Bersama (GKB) Kampus C UNAIR ini menjadi ajang pembuktian pentingnya sinergi antarilmu dalam menyelesaikan persoalan kesehatan masyarakat.
Tim tersebut dipimpin oleh Priscilla Clarita Neda BR Sirait (Kedokteran 2024) dan beranggotakan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, yaitu:
• Mohammad Pradana Setyawan (Teknologi Radiologi Pencitraan 2024)
• Sophia Rizqina Fardhani (Farmasi 2024)
• Michelle Ellen Kimberly (Kedokteran Gigi 2024)
• Alvyan Ananta Asis (Teknik Elektro 2024)
Kolaborasi lintas bidang ini memungkinkan tim mengkaji riset secara komprehensif, mulai dari formulasi zat, aspek medis, hingga integrasi teknologi pendukung.
Inovasi Terapi Alamiah Dismenore
Mengusung tema “Kesehatan dan Gizi Masyarakat”, tim ini mengangkat permasalahan nyeri haid atau dismenore primer yang banyak dialami perempuan Indonesia. Inovasi yang dikembangkan berjudul:
“Patch Transdermal Ekstrak Daun Andrographis paniculata Berbasis Nanopartikel sebagai Terapi Alamiah Dismenore Primer”

Pemanfaatan ekstrak daun sambiloto (Andrographis paniculata) dalam bentuk patch transdermal berbasis nanopartikel menjadi terobosan yang dinilai efektif. Metode ini memungkinkan penghantaran zat aktif melalui kulit secara optimal, sehingga mampu meredakan nyeri tanpa perlu konsumsi obat secara oral.
Perjalanan Menuju Kemenangan
Keberhasilan tim tidak diraih secara instan. Proses panjang dimulai dari pembentukan tim, perumusan ide, hingga penyusunan proposal yang dilakukan selama berminggu-minggu.
Dalam perjalanannya, tim mendapatkan bimbingan intensif dari Prof. Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes., S.Bio.CCD.
“Beliau membimbing kami secara konsisten dan mendalam, mulai dari fiksasi ide riset, pengembangan proposal, hingga simulasi presentasi final. Dukungan penuh dan arahan beliau menjadi kunci keberhasilan kami,” ujar Priscilla.
Selain itu, dukungan juga datang dari Departemen Pendidikan dan Profesi BEM FK UNAIR. Berbagai persiapan teknis seperti latihan product pitching, penguatan komunikasi, serta koordinasi administratif dilakukan secara luring dan daring demi mencapai hasil maksimal.
Harapan untuk Masa Depan
Bagi tim, KIM 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah untuk mengasah kemampuan sekaligus memperkuat solidaritas. Pencapaian ini diharapkan menjadi langkah awal untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi, yakni Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).
“Puji syukur kepada Tuhan YME, perjuangan kami tidak sia-sia. Kami berharap mahasiswa Indonesia, khususnya di Universitas Airlangga, terus aktif dan tidak berhenti berusaha meraih mimpi, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” pungkasnya.
Ke depan, tim berharap inovasi patch herbal berbasis nanopartikel ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya dalam penanganan dismenore secara lebih aman dan efektif.