Ingin Melakukan Magang di Luar Negeri Namun Selalu Terlalu Banyak Pikiran? Ini Fakta Sebenarnya Melalui Program Global Talent dari AIESEC in Surabaya
Banyak mahasiswa yang sedang memasuki tahap akhir studi atau baru saja menyelesaikan pendidikan memiliki keinginan untuk mengikuti program magang di luar negeri. Kesempatan untuk bekerja secara...
Banyak mahasiswa yang sedang memasuki tahap akhir studi atau baru saja menyelesaikan pendidikan memiliki keinginan untuk mengikuti program magang di luar negeri. Kesempatan untuk bekerja secara internasional, bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang budaya, serta belajar dalam lingkungan yang baru memang sangat menarik.
Namun, sebelum benar-benar mengambil langkah untuk mencobanya, biasanya muncul berbagai kekhawatiran yang membuat rencana tersebut menjadi tertunda. Melalui berbagai program pertukaran magang internasional, termasuk yang diselenggarakan oleh AIESEC dan komunitas lokalnya seperti AIESEC in Surabaya, sejumlah mahasiswa kini mulai merasakan pengalaman kerja di negara lain.
Meski begitu, sebelum mencapai tahap tersebut, terdapat beberapa jenis ketakutan yang hampir selalu muncul di benak calon peserta.
1. Khawatir Kemampuan Bahasa Inggris Belum Cukup Lancar
Banyak orang merasa harus menguasai bahasa Inggris dengan sangat fasih terlebih dahulu sebelum mendaftar magang di luar negeri. Padahal dalam banyak kasus program pertukaran, hal yang paling utama adalah kesediaan untuk berkomunikasi dan terus belajar. Bahkan, ketika berada di lingkungan yang penuh dengan orang dari berbagai negara, penggunaan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari justru seringkali membuat kemampuan berbahasa tersebut berkembang lebih pesat dari perkiraan.
2. Takut Berangkat Sendiri ke Negara yang Belum Pernah Dikunjungi
Bayangan untuk tinggal di negara yang sama sekali baru memang bisa terasa menakutkan. Banyak orang khawatir akan merasa kesepian atau mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri. Namun, di sebagian besar program pertukaran, peserta biasanya akan bertemu dengan peserta internasional lainnya, komunitas lokal, serta rekan kerja dari tempat mereka melakukan magang. Lingkungan seperti ini umumnya membantu proses adaptasi menjadi lebih mudah dilakukan.
3. Khawatir Biaya yang Dikeluarkan Akan Terlalu Besar
Pengalaman magang di luar negeri sering dianggap selalu terkait dengan biaya yang mahal. Padahal terdapat beberapa kesempatan pertukaran yang menyediakan fasilitas seperti tempat tinggal atau dukungan finansial dari perusahaan atau organisasi tempat magang berlangsung. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencari informasi secara mendalam mengenai program yang tersedia serta fasilitas yang diberikan sebelum membuat keputusan.
4. Takut Tidak Diterima dalam Program Magang
Kekhawatiran lain yang kerap muncul adalah rasa tidak percaya diri karena merasa belum cukup kompeten untuk mengikuti magang di luar negeri. Padahal banyak program pertukaran yang justru mencari peserta yang memiliki semangat untuk belajar dan mengembangkan diri, bukan hanya mereka yang sudah memiliki pengalaman kerja yang sempurna.
Pada akhirnya, hampir semua orang yang pernah mengikuti program pertukaran magang internasional memiliki satu kesamaan: mereka juga pernah merasakan keraguan di awal perjalanan. Perbedaannya adalah mereka memilih untuk mencoba terlebih dahulu.
Dari keputusan kecil tersebut, seringkali muncul pengalaman baru yang berharga, jaringan pertemanan dan kerja yang melintasi negara, serta pandangan yang berbeda mengenai dunia profesional.
Apakah kamu masih merasa ragu untuk mencoba magang di luar negeri? Jangan khawatir, kamu bisa memulai dengan cara mencari informasi lebih banyak terlebih dahulu. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai program dan inisiatif dari AIESEC, kamu dapat mengunjungi situs resmi AIESEC.org.
Selain itu, kamu juga bisa mengikuti cerita tentang kepemimpinan pemuda dari Surabaya melalui akun Instagram @aiesecsurabaya milik AIESEC in Surabaya. Siapa tahu, rasa penasaran yang kamu miliki saat ini justru akan menjadi awal dari langkah menuju pengalaman global yang berharga bagi dirimu.
Penulis: Nabila Rahma Hidayat