Kurang Tidur jadi Penyebab Mahasiswa Indonesia Kena Gangguan Kesehatan Mental!
Sekitar 60% mahasiswa Indonesia alami gangguan mental karena kurang tidur.
Tantangan terkait kesehatan mental masih menjadi isu yang cukup terasa di kalangan mahasiswa, terutama di tengah tekanan akademik yang semakin tinggi seiring perkembangan zaman. Temuan Global Student Survey 2025 dari Chegg menunjukkan bahwa 58% responden mahasiswa secara global menilai kondisi kesehatan mental mereka berada dalam kategori baik. Sementara itu, 13% responden menilai kondisi mentalnya buruk, dan sisanya berada pada posisi netral.
Di Indonesia, gambaran yang muncul tidak jauh berbeda. Sebanyak 59% responden mahasiswa menilai kesehatan mental mereka dalam kondisi baik, sedangkan 11% menilai kondisi mentalnya buruk.
Salah satu tantangan kesehatan mental yang paling banyak dialami mahasiswa Indonesia adalah kurang tidur. Sebanyak 60% responden mengaku mengalami masalah ini. Padatnya aktivitas perkuliahan, mulai dari tugas hingga ujian yang menumpuk, membuat banyak mahasiswa kesulitan mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Tekanan tenggat waktu, ditambah berbagai aktivitas di luar kampus, sering kali membuat waktu tidur bukan lagi menjadi prioritas utama.
Selain itu, 56% responden juga mengaku mengalami burnout akademik, yakni kondisi jenuh dan stres akibat beban perkuliahan yang dijalani. Hampir semua mahasiswa pernah mengalami fase ini, yang jika tidak ditangani dengan baik berpotensi mengganggu proses belajar.
Lebih lanjut, sebanyak 42% responden merasa belum mampu menerapkan gaya hidup sehat. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan waktu akibat kesibukan yang tinggi, serta rasa lelah dan kurangnya motivasi. Selain itu, 35% responden juga mengaku mengalami gangguan kecemasan, 33% merasa kesulitan bertemu orang baru atau menjalin pertemanan dengan orang asing, dan 11% merasa kurang mendapatkan penghargaan dari dosen.
Alasan Mahasiswa Indonesia Kena Gangguan Kesehatan Mental
- Kurang tidur: 60%
- Burnout: 56%
- Gaya hidup kurang sehat: 42%
- Kecemasan: 35%
- Sulit berteman: 33%
- Tidak dihormati dosen: 11%
- Kurang didukung di kampus: 10%
- Perilaku kurang sehat: 9%
Metodologi
Setiap tahun, Chegg melakukan survei terhadap mahasiswa di berbagai negara untuk menangkap gambaran kondisi pendidikan serta berbagai isu yang dihadapi mahasiswa. Pada edisi 2025, survei dilakukan secara daring pada 1–23 Oktober 2024 terhadap mahasiswa berusia 18–21 tahun di 15 negara. Secara keseluruhan, survei ini melibatkan 11.706 responden, dengan jumlah sampel di masing-masing negara berkisar antara 500–1.002 responden.