Sinyal CPNS 2026 Dibuka, Ini Daftar 15 Kementerian dan Instansi yang Sepi Peminat Bisa Jadi Referensi
Kabar mengenai kemungkinan dibukanya seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2026 mulai muncul setelah pemerintah menyampaikan adanya kebutuhan pengisian posisi aparatur yang pensiun....
Kabar mengenai kemungkinan dibukanya seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2026 mulai muncul setelah pemerintah menyampaikan adanya kebutuhan pengisian posisi aparatur yang pensiun.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini mengungkapkan bahwa ratusan ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) telah memasuki masa purnatugas pada tahun 2025.
“Kami kan sudah menyediakan sekitar 160.000 pensiun yang memang harus diisi. Mudah-mudahan, mudah-mudahan (di 2026 ada tes CPNS),” kata Rini, dilansir dari laman Kompas.com pada Minggu, (1/3/2026).
Meski demikian, Rini mengaku belum dapat memastikan kapan pengumuman resmi pembukaan seleksi CPNS 2026 akan dilakukan.
Menurutnya, proses perencanaan rekrutmen CPNS membutuhkan waktu yang cukup panjang karena harus melalui berbagai tahapan, termasuk perhitungan kesiapan anggaran negara.
“Prosesnya sangat panjang ya, kesiapan anggarannya, misalnya 160.000 tapi anggarannya belum bisa seluruhnya kita isi, misalnya gitu,” tutur dia.
Rini juga menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus kepada para lulusan baru atau fresh graduate yang ingin bergabung menjadi ASN.
“Kami sangat concern terhadap para fresh graduate untuk bisa ikut serta membantu birokrasi ini,” ucapnya.
Saat ini, Kementerian PANRB masih meminta seluruh kementerian dan lembaga untuk memetakan kebutuhan pegawai, termasuk kompetensi yang dibutuhkan pada setiap instansi.
Instansi yang Sepi Peminat pada Seleksi CPNS
Berdasarkan data seleksi CPNS 2025 yang diumumkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), terdapat sejumlah kementerian, badan, dan lembaga yang memiliki jumlah pelamar relatif sedikit.
Beberapa faktor yang menyebabkan instansi tersebut sepi peminat antara lain jumlah formasi yang terbatas, kebutuhan jurusan yang sangat spesifik, lokasi penempatan yang jauh, hingga pertimbangan informasi gaji.
Daftar instansi ini bisa menjadi referensi bagi calon pelamar yang ingin meningkatkan peluang lolos seleksi pada CPNS 2026.
Berikut daftar instansi yang tercatat memiliki jumlah pelamar relatif sedikit pada seleksi CPNS 2025.
- Sekretariat Jenderal MPR
Jumlah pendaftar: 548
Jumlah yang submit: 490 - Setjen Komnas HAM
Jumlah pendaftar: 507
Jumlah yang submit: 448 - Setjen Wantannas
Jumlah pendaftar: 896
Jumlah yang submit: 820 - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Jumlah pendaftar: 474
Jumlah yang submit: 401 - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Jumlah pendaftar: 385
Jumlah yang submit: 133

Kementerian ini kini dipecah menjadi dua kementerian, yaitu Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Kemenko Pemberdayaan Masyarakat.
- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila
Jumlah pendaftar: 886
Jumlah yang submit: 769 - Badan Narkotika Nasional
Jumlah pendaftar: 1.224
Jumlah yang submit: 376 - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme
Jumlah pendaftar: 1.010
Jumlah yang submit: 941 - Badan Riset dan Inovasi Nasional
Jumlah pendaftar: 485
Jumlah yang submit: 334 - Badan Informasi Geospasial
Jumlah pendaftar: 1.208
Jumlah yang submit: 1.009 - Komisi Pemberantasan Korupsi
Jumlah pendaftar: 3.967
Jumlah yang submit: 1.619 - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Jumlah pendaftar: 2.231
Jumlah yang submit: 1.976 - Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial
Jumlah pendaftar: 1.045
Jumlah yang submit: 890 - Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah
Jumlah pendaftar: 1.937
Jumlah yang submit: 1.838 - Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
Jumlah pendaftar: 1.459
Jumlah submit: 1.287
Saat ini Kemenko Polhukam juga telah dipecah menjadi dua kementerian, yaitu Kemenko Bidang Politik dan Keamanan serta Kemenko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan.
Jika seleksi CPNS 2026 benar-benar dibuka, daftar instansi tersebut dapat menjadi salah satu referensi bagi calon pelamar untuk menentukan strategi pendaftaran.
Sambil menunggu pengumuman resmi dari pemerintah, calon peserta disarankan mulai mempersiapkan diri dengan mempelajari materi tes dan latihan soal Computer Assisted Test (CAT).