10 Jurusan Unnes Sepi Peminat di SNBP 2025, Referensi buat SNBP 2026!
Pendidikan Bahasa Prancis jadi jurusan paling sepi peminat di Unnes pada SNBP 2025, dengan total 48 peminat.
Universitas Negeri Semarang (Unnes) membuka 77 program studi pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025. Kampus yang dikenal sebagai salah satu pencetak tenaga pendidik unggulan ini konsisten menjadi incaran calon mahasiswa setiap musim pendaftaran.
Pada 2024, Unnes tercatat sebagai PTN dengan jumlah pendaftar SNBP terbanyak keenam secara nasional, tepat di bawah Universitas Padjadjaran, dengan total 29.759 calon mahasiswa. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat sekaligus ketatnya persaingan untuk bisa lolos ke kampus ini.
Besarnya animo tak lepas dari faktor geografis. Banyak calon mahasiswa dari wilayah Jawa Tengah bagian utara—seperti Kudus, Demak, Pati, hingga Rembang—yang menjadikan Unnes sebagai pilihan utama karena reputasinya yang baik dan lokasinya relatif terjangkau. Di sisi lain, keberagaman mahasiswa juga semakin terlihat, dengan pendaftar datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketatnya kompetisi tercermin dari jumlah peminat di sejumlah program studi. PGSD, misalnya, mencatat 2.787 pendaftar pada SNBP 2025. Meski demikian, di antara 77 prodi yang tersedia, terdapat pula beberapa program studi dengan jumlah peminat relatif lebih sedikit dibandingkan yang lain.
10 Jurusan Unnes Sepi Peminat di SNBP 2025
Berikut 10 jurusan Unnes dengan jumlah peminat relatif lebih sedikit pada SNBP 2025:
- Pendidikan Bahasa Prancis – 48 peminat
- Statistika Terapan dan Komputasi – 72 peminat
- Sastra Prancis – 89 peminat
- Pendidikan Non Formal – 100 peminat
- Desain Komunikasi Visual – 103 peminat
- Sastra Jawa – 124 peminat
- Pendidikan Teknik Bangunan – 130 peminat
- Pendidikan Teknik Elektro – 133 peminat
- Pendidikan Seni Rupa – 133 peminat
- Pendidikan Seni Drama, Tari & Musik – 133 peminat
Meski kerap disebut “sepi peminat”, angka tersebut tetap mencerminkan tingkat persaingan yang tidak bisa dianggap enteng. Karena itu, penting untuk tetap menyesuaikan pilihan dengan minat pribadi, kesiapan akademik, serta rencana karier jangka panjang agar keputusan yang diambil tidak semata-mata strategis, tetapi juga berkelanjutan.