Aktif Riset dan Lomba, Bayu Lulus S2 Cepat Dengan IPK 4,00 Dan Jadi Wisudawan Terbaik Pascasarjana UB
Seorang mahasiswa berhasil menorehkan prestasi gemilang di jenjang pascasarjana. Endrianto Bayu Setiawan resmi lulus dari Program Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya dengan...
Seorang mahasiswa berhasil menorehkan prestasi gemilang di jenjang pascasarjana. Endrianto Bayu Setiawan resmi lulus dari Program Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) sempurna 4,00. Tak hanya itu, ia juga dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Pascasarjana UB.
Perjalanan Bayu hingga meraih predikat tersebut tidaklah mudah. Ia telah merancang masa depannya sejak awal menjadi mahasiswa baru dan konsisten menjalankan target akademiknya.
Cara Bayu Cepat Lulus: Fast Track
Bayu tidak serta-merta meraih gelar S1 dan S2 dalam waktu singkat tanpa perencanaan. Sejak awal kuliah, ia sudah memiliki visi jangka panjang.
“Saat jadi mahasiswa baru, saya pernah membuat life mapping. Salah satu isinya adalah target untuk bisa kuliah sampai jenjang paling tinggi, S3. Dari situ saya berpikir untuk memanfaatkan peluang fast track agar target tersebut bisa tercapai,” katanya dikutip dari laman UB, Sabtu (7/2/2026).
Karena itu, Bayu memilih jalur fast track agar lebih efisien secara waktu dan biaya. Ia juga sudah mantap dengan bidang hukum yang ditekuninya sejak jenjang sarjana.
“Fast track menurut saya sangat worth it karena efisiensi waktu dan biaya. Selain itu, saya memang tertarik di bidang riset hukum, sehingga ada keberlanjutan riset yang lebih mendalam ketika melanjutkan ke magister,” jelas Bayu.
Tantangan Menjalani Kuliah Fast Track
Meski dikenal berprestasi, Bayu tetap menghadapi berbagai tantangan selama menjalani perkuliahan. Ia tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif mengikuti kompetisi hukum, riset, dan menulis karya ilmiah.
“Banyaknya kegiatan riset dan menulis justru membuat saya merasa lebih mudah melalui berbagai dinamika perkuliahan,” ujarnya.
Namun, menurutnya, perbedaan atmosfer antara S1 dan S2 sangat terasa.
“Tantangan terberat tentu dari atmosfer tugas-tugas kuliah yang jauh berbeda dengan S1. Di S2, kami dituntut lebih serius, terutama dalam menyusun artikel ilmiah jurnal. Apalagi syarat kelulusan harus publikasi di jurnal terakreditasi Sinta 2, sehingga persiapannya harus jauh-jauh hari. Bahkan saya menyiapkan artikel jurnal itu satu tahun sebelum target lulus,” jelasnya.
Tips Dapat IPK Sempurna
Strategi menjadi kunci bagi Bayu dalam meraih IPK 4,00. Ia selalu mengerjakan tugas secara totalitas, rajin membaca dan menulis, serta aktif berdiskusi di kelas.
“Bagi saya, agar kuliah hukum berjalan lancar, ada tiga kunci yang harus dilatih, yaitu kemampuan membaca, menulis, dan berbicara. Ketiganya sangat menentukan selama proses studi,” tuturnya.
Ia juga mengakui faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap pencapaian akademiknya. Dukungan dosen dan fasilitas kampus yang memadai membantunya menyelesaikan studi dengan optimal.
“Dosen-dosennya mudah diajak diskusi, fasilitasnya memadai, mulai dari layanan pemeriksaan plagiasi, buku-buku di PDIH, hingga akses jurnal internasional. Semua itu sangat membantu kelancaran studi saya,” katanya.
Kiat Fokus Kuliah dan Berprestasi
Sebagai manusia biasa, Bayu juga merasakan kejenuhan selama kuliah. Namun, ia memiliki cara tersendiri untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental.
“Kalau sudah jenuh, biasanya saya obati dengan ngopi dan nongkrong bersama teman-teman, atau olahraga ringan seperti jogging dan bulutangkis. Intinya, meski tuntutannya tinggi, kita tetap harus sadar untuk menjaga kesehatan fisik dan mental,” ujarnya.
Ia memegang prinsip lifelong learner sebagai fondasi hidupnya.
“Prinsip hidup saya adalah lifelong learner. Saya harus terus belajar kapan pun dan di mana pun, tidak hanya sekarang tetapi juga di masa depan,” katanya.
Di akhir wawancara, Bayu berpesan kepada mahasiswa yang tengah berjuang agar tetap berkomitmen dan konsisten dalam mengejar target akademik.
“Adik-adik tidak perlu takut atau khawatir. Kunci agar studi fast track berjalan lancar sangat tergantung pada komitmen dan ambisi yang konsisten serta totalitas. Kalau mau menempuh fast track, harus well prepared dan tahan banting,” katanya.