Presiden Beri Perhatian Khusus, UI Dibidik Tembus 100 Besar Dunia
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto mengatakan Universitas Indonesia (UI) ditargetkan mampu menembus peringkat 100 kampus terbaik dunia. Target tersebut...
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto mengatakan Universitas Indonesia (UI) ditargetkan mampu menembus peringkat 100 kampus terbaik dunia. Target tersebut disampaikan Brian dalam video orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-76 UI yang digelar Senin (2/2/2026) di Balai Sidang Kampus UI, Depok, Jawa Barat.
Menurut Brian, target tersebut diberikan karena UI telah berhasil masuk dalam jajaran 200 besar kampus terbaik dunia berdasarkan pemeringkatan QS World University Rankings 2026. Capaian ini dinilai sebagai momentum penting bagi UI untuk melangkah lebih jauh di tingkat global.
“Bapak Presiden Republik Indonesia memberikan perhatian khusus atas capaian ini dan menginstruksikan kepada kami di Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi untuk memastikan Universitas Indonesia melangkah lebih jauh menuju 100 besar dunia,” kata Brian.
“Bukan untuk UI semata, tetapi tentu prestasi ini akan menjadi pemicu kemajuan seluruh perguruan tinggi di Indonesia,” lanjut dia.
Peran Riset dalam Mewujudkan Kampus Kelas Dunia
Brian memahami bahwa untuk menjadi universitas berkelas dunia tidak bisa dicapai hanya dengan mengandalkan reputasi atau tradisi keunggulan semata. Menurutnya, perguruan tinggi harus memperkuat riset yang berkualitas dan berdampak, baik bagi negara maupun bagi perkembangan ilmu pengetahuan secara global.
“Berbagai kajian internasional menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen penilaian universitas berkelas dunia ditentukan oleh kualitas hasil penelitian dan kontribusi penelitian tersebut pada ilmu pengetahuan, yaitu di dalamnya adalah publikasi dan sitasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kampus di Indonesia, termasuk UI, telah mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah publikasi ilmiah selama hampir satu dekade terakhir. Namun, masih terdapat pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan, khususnya terkait kualitas riset.
“Meskipun begitu, kita harus jujur mengakui bahwa tantangan terbesar kita masih pada kualitas hasil penelitian atau publikasi tersebut yang tercermin salah satunya pada nilai citasi per fakultas dan dampak global dari riset,” ungkapnya.

Fokus pada Dampak Global dan Relevansi Riset
Oleh karena itu, Brian mengingatkan bahwa ke depan perguruan tinggi di Indonesia harus menghasilkan lebih banyak riset yang tidak hanya produktif secara kuantitas, tetapi juga unggul secara kualitas dan relevan dengan kebutuhan dunia.
Menurutnya, riset yang dihasilkan harus mampu menjawab agenda global, terhubung dengan jejaring internasional, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri.
“Artinya, pekerjaan kita ke depan bukan sekadar memproduksi lebih banyak publikasi, tetapi memastikan bahwa riset dan inovasi kita. Satu, relevan dengan agenda global, terhubung dalam jejaring internasional, dan tentunya riset kita harus memberikan dampak nyata bagi ilmu pengetahuan, bagi industri, dan bagi masyarakat sekitar kita,” ucap Brian.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!