Tak Hanya Sekolah Umum, Gibran Minta SLB dan Pesantren Dapat Akses Pendidikan Robotik
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima audiensi dari jajaran Masyarakat Teknologi Cerdas Indonesia (MTCI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Rabu, 4 Februari. Dalam pertemuan tersebut,...
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima audiensi dari jajaran Masyarakat Teknologi Cerdas Indonesia (MTCI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Rabu, 4 Februari. Dalam pertemuan tersebut, Gibran menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan teknologi, khususnya di bidang robotik dan coding.
Gibran secara khusus menekankan bahwa pengembangan pendidikan robotik harus bersifat inklusif. Menurutnya, pembelajaran teknologi tidak hanya berfokus pada sekolah umum, tetapi juga harus menjangkau pesantren serta Sekolah Luar Biasa (SLB). Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan teknologi.
Inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto. Audiensi tersebut menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah pengembangan teknologi nasional ke depan.
Memperluas Akses Pendidikan Robotik untuk Semua
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan perhatian serius terhadap pengembangan pendidikan robotika yang lebih merata di Indonesia. Ia menegaskan bahwa kemampuan mengajarkan robotika dan coding seharusnya juga dimiliki oleh SLB, sehingga peserta didik dengan kebutuhan khusus tidak tertinggal dalam penguasaan teknologi.
Ketua Umum MTCI, Jully Tjindrawan, mengonfirmasi perhatian Wapres tersebut. Ia menegaskan komitmen MTCI untuk mendorong pendidikan teknologi yang inklusif, termasuk memastikan anak-anak berkebutuhan khusus dapat mengakses kurikulum robotik secara setara.
Gagasan ini bertujuan menciptakan kesetaraan kesempatan dalam penguasaan teknologi digital. Dengan demikian, setiap individu, tanpa terkecuali, dapat berkontribusi dalam ekosistem teknologi nasional di masa depan.
Perluasan jangkauan pendidikan robotik ini diharapkan dapat membuka potensi baru bagi peserta didik di SLB dan pesantren, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di era digital.
Standardisasi Kurikulum dan Ekosistem Digital Nasional
Dalam audiensi tersebut, MTCI menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Wakil Presiden Gibran, salah satunya terkait perlunya kurikulum robotik dan coding yang terstandar secara nasional. Kurikulum ini diharapkan dapat diterapkan secara luas di berbagai jenjang pendidikan.
Jully Tjindrawan menjelaskan bahwa Wapres Gibran menerima masukan tersebut dan mendiskusikannya secara mendalam, termasuk pengajaran robotik dan coding mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Atas. Diskusi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun fondasi pendidikan teknologi sejak dini.
Selain itu, MTCI juga memaparkan berbagai program pelatihan dan pengembangan robotik serta coding yang telah berhasil dijalankan di beberapa daerah. Paparan ini menjadi dasar diskusi terkait pembangunan ekosistem pendidikan digital secara berkelanjutan.
Wapres Gibran juga mendorong sosialisasi kurikulum standar serta membuka ruang diskusi mengenai pembentukan AI Hub. Inisiatif ini bertujuan memperkuat ekosistem robotik, coding, dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia agar tetap relevan dengan perkembangan global.
Komitmen Pemerintah dalam Kolaborasi Teknologi

Audiensi ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga ajang pertukaran pandangan mengenai penguatan ekosistem teknologi nasional. Fokus utamanya adalah pengembangan pendidikan robotik, coding, dan kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Wakil Presiden Gibran secara aktif mendengarkan masukan dari MTCI, yang mencakup berbagai tantangan, peluang, serta praktik terbaik dalam pembelajaran teknologi. Pendekatan ini menunjukkan keterbukaan pemerintah dalam melibatkan pemangku kepentingan untuk merumuskan kebijakan pendidikan berbasis teknologi.
Diskusi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya percepatan transformasi digital di sektor pendidikan. Komitmen ini menegaskan bahwa pengembangan teknologi menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan organisasi seperti MTCI, diharapkan kualitas sumber daya manusia Indonesia akan semakin siap bersaing di tingkat global. MTCI sendiri merupakan organisasi yang berfokus pada inovasi serta tata kelola teknologi cerdas di Indonesia.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!