Namira Adjani Raih Rekor MURI sebagai Perempuan Termuda Six Star Finisher World Major Marathon
Pelari asal Indonesia, Namira Adjani, mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pemegang rekor perempuan termuda peraih Six Star Finisher Medal...
Pelari asal Indonesia, Namira Adjani, mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pemegang rekor perempuan termuda peraih Six Star Finisher Medal di ajang World Major Marathon (WMM) pada usia 25 tahun. Six Star Finisher Medal merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan kepada pelari yang berhasil menuntaskan enam maraton terbesar dunia, yakni Tokyo, Boston, London, Berlin, Chicago, dan New York City Marathon.
Perjalanan Namira meraih capaian tersebut dimulai dari London Marathon 2022. Selanjutnya, ia melanjutkan partisipasi pada Tokyo, Berlin, Chicago, dan Boston Marathon. Rangkaian enam maraton utama dunia itu dituntaskannya setelah menyelesaikan New York City Marathon 2025.
Atas konsistensinya dalam dunia lari jarak jauh, Namira dianugerahi piagam Rekor MURI sebagai bentuk pengakuan atas prestasi tersebut. Pencapaian ini sekaligus menempatkan Namira sebagai salah satu atlet lari perempuan Indonesia yang berprestasi di tingkat internasional.
Melalui media sosial, Namira mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari proses panjang dan dukungan berbagai pihak. Ia menilai konsistensi berlatih selama bertahun-tahun menjadi kunci utama dalam mewujudkan capaian tersebut.
Prestasi Namira Adjani diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk menekuni olahraga lari dan berani menargetkan prestasi di level global.
Latar Belakang Pendidikan Namira Adjani
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi Namira. Ia merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), yang dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan hukum terkemuka di tanah air. Selama menjalani pendidikan S1, Namira dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dan berprestasi. Ia berhasil menyelesaikan studinya dengan hasil yang sangat baik, menunjukkan bahwa aktivitas di luar kampus tidak mempengaruhi kinerjanya di bidang akademik.
Namira tidak berhenti pada gelar sarjana saja; ia melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Ia telah diterima dan berhasil menyelesaikan program Master of Laws (LL.M) di University College London (UCL), Inggris. UCL dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di dunia, dan keberhasilan Namira dalam menembus institusi tersebut menunjukkan kemampuan intelektualnya yang luar biasa.
Proses Panjang di Dunia Lari
Bakat lari Namira Adjani tidak muncul begitu saja, tetapi merupakan hasil dari proses latihan yang dilakukan selama bertahun-tahun. Pada awalnya, ia berlari hanya untuk menjaga kebugaran, namun seiring waktu, ia mulai serius menekuni lari jarak jauh. Ketahanan fisik dan mentalnya diuji melalui berbagai perlombaan sebelum ia berani menargetkan World Marathon Majors.
Lari maraton memerlukan disiplin yang sangat tinggi, mulai dari bangun pagi untuk melakukan long run, menjaga asupan nutrisi, hingga memastikan istirahat yang cukup.
Tantangan Menyelesaikan Enam Maraton Dunia

Perjalanan Namira menuju status Six Star Finisher dipenuhi dengan berbagai tantangan. Ia harus menghadapi:
- Rute Tokyo yang dingin.
- Boston yang berbukit.
- London yang ramai.
- Berlin yang cepat.
- Chicago yang berangin.
- New York yang megah.
Setiap maraton memiliki karakteristik tersendiri yang menuntut adaptasi fisik dan mental yang berbeda. Namira telah membuktikan bahwa perempuan muda memiliki kekuatan fisik yang luar biasa jika dilatih dengan konsisten dan terarah.
Dengan dedikasi dan kerja keras, ia menunjukkan bahwa batasan hanya ada dalam pikiran, dan setiap orang dapat mencapai impian mereka jika mau berusaha.