STEBank Gandeng FDAPT IAI KAPd Gelar Program Khusus, Bantu UMKM Kampung Kaleng Kuatkan Ekonomi
Sekolah Tinggi Ekonomi dan Perbankan Islam (STEBank) Mr. Sjafruddin Prawiranegara bekerja sama dengan Forum Dosen Akuntansi Perguruan Tinggi (FDAPT) dari Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan...
Sekolah Tinggi Ekonomi dan Perbankan Islam (STEBank) Mr. Sjafruddin Prawiranegara bekerja sama dengan Forum Dosen Akuntansi Perguruan Tinggi (FDAPT) dari Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd) Wilayah DKI Jakarta, menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kampung Kaleng, Citeureup, Kabupaten Bogor.
Kegiatan berlangsung pada hari Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di Pusat Penelitian, Pelatihan, dan Pemberdayaan Masyarakat (P4M) Semen Tiga Roda Bogor. Acara ini melibatkan beberapa perguruan tinggi dari wilayah Jakarta dan Jawa Barat, dengan STEBank sebagai salah satu mitra utama penyelenggara.
Program ini merupakan bagian dari komitmen para akademisi untuk mendukung penguatan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan kapasitas pelaku UMKM, khususnya di bidang industri kreatif yang berbasis pada usaha rumah tangga. Bagian pertama dari kegiatan ini fokus pada penguatan literasi keuangan sebagai landasan utama dalam mengelola usaha.
Ketua pelaksana menyampaikan bahwa UMKM Kampung Kaleng memiliki potensi besar sebagai pusat industri kreatif berbasis rumah tangga. Namun, mereka masih menghadapi kendala dalam hal pencatatan keuangan dan penyusunan perencanaan biaya produksi. Melalui sesi pembukuan yang disederhanakan, peserta diberikan bekal kemampuan untuk mencatat aliran kas masuk dan keluar secara teratur.
Pemisahan antara keuangan usaha dan keuangan pribadi juga ditekankan agar pelaku UMKM dapat melihat kondisi keuangan usaha dengan lebih objektif dan menghindari kesalahan dalam mengambil keputusan bisnis. Selain itu, peserta dikenalkan pada penggunaan aplikasi akuntansi digital yang mudah diakses dan cocok untuk skala usaha kecil.
Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM membuat laporan keuangan sederhana secara konsisten dan menjadikannya dasar dalam mengevaluasi kinerja usaha. Pendekatan literasi keuangan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pada perubahan cara berpikir para pelaku usaha.
Pelaku UMKM didorong untuk menganggap pencatatan keuangan sebagai alat penting dalam menjaga kelangsungan usaha, bukan hanya sebagai kewajiban administratif semata. Materi selanjutnya berfokus pada perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), yang disampaikan oleh Emmy Hamidiyah, dosen STEBank Islam Mr. Sjafruddin Prawiranegara. I
a menekankan bahwa HPP merupakan dasar utama dalam menetapkan harga jual yang masuk akal, kompetitif, dan mampu menjaga margin keuntungan usaha. Menurutnya, banyak pelaku UMKM menetapkan harga produk tanpa menghitung seluruh komponen biaya secara detail.
Praktik ini berpotensi menyebabkan kerugian yang tidak terlihat, di mana peningkatan volume penjualan tidak selalu diikuti dengan peningkatan keuntungan yang sebenarnya. Dalam pemaparannya, Emmy menjelaskan bahwa komponen HPP meliputi biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, serta biaya overhead produksi.
Dengan memahami struktur biaya tersebut, pelaku UMKM dapat menetapkan harga jual yang lebih adil bagi konsumen sekaligus menguntungkan bagi diri mereka sendiri. Selain perhitungan HPP, peserta juga mendapatkan informasi mengenai perpajakan untuk UMKM, yang membahas ketentuan pajak terbaru termasuk tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final UMKM dan prosedur administrasi yang perlu dipahami.
Materi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pelaku usaha tentang pentingnya kepatuhan pajak sebagai bagian dari legalitas usaha. Dalam sesi ini juga ditegaskan bahwa kepatuhan pajak tidak hanya berkaitan dengan kewajiban berdasarkan hukum, tetapi juga membuka peluang untuk mengakses pembiayaan formal serta menjalin kemitraan dengan lembaga lainnya.
Dengan status usaha yang teratur secara administratif, diharapkan UMKM akan lebih mudah untuk berkembang secara berkelanjutan. Bagian terakhir dari kegiatan ini menyoroti pentingnya transformasi digital dalam strategi pemasaran UMKM di era ekonomi yang berbasis teknologi.
Peserta diajak untuk memahami bagaimana memanfaatkan media sosial dan marketplace sebagai sarana promosi yang relatif murah namun memiliki jangkauan yang luas. Materi pemasaran digital juga mencakup pengelolaan konten promosi, mulai dari penulisan deskripsi produk hingga penggunaan visual yang menarik.
Penguatan branding produk Kampung Kaleng menjadi salah satu fokus utama agar produk lokal memiliki identitas yang jelas dan mampu bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain. Dalam sesi ini, peserta juga didorong untuk memahami perilaku konsumen digital yang semakin mengutamakan kecepatan dalam mengakses informasi dan kepercayaan terhadap merek produk.
Dengan menerapkan strategi komunikasi yang tepat, UMKM dapat membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan dan meningkatkan loyalitas pasar terhadap produk mereka. Diskusi interaktif menjadi bagian penting dalam bagian ini untuk menggali permasalahan yang sebenarnya dihadapi oleh pelaku UMKM.
Berbagai isu seperti keterbatasan dana untuk promosi, kesulitan dalam mengelola akun digital, hingga tantangan dalam menjaga kualitas produk menjadi bahan pembahasan bersama. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, pihak penyelenggara berharap dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam meningkatkan literasi keuangan, profesionalisme dalam mengelola usaha, serta mempercepat proses transformasi digital pada UMKM.
Sinergi antara akademisi, organisasi profesi, dunia industri, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat peran UMKM sebagai pilar utama perekonomian nasional yang adaptif dan dapat bertahan dalam jangka panjang.
Penulis: Nabila Rahma Hidayat