Ayo Sikat Gigi! Mahasiswa Unair Berikan Edukasi Kesehatan Gigi Bagi Anak-anak Desa Padusan
Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga menyelenggarakan program edukasi kesehatan gigi dan mulut untuk anak-anak sekolah dasar di Desa Padusan, sebagai bentuk perhatian terhadap pentingnya kesehatan...
Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga menyelenggarakan program edukasi kesehatan gigi dan mulut untuk anak-anak sekolah dasar di Desa Padusan, sebagai bentuk perhatian terhadap pentingnya kesehatan sejak usia muda.
Tujuan program ini adalah menanamkan kebiasaan menyikat gigi yang benar serta meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dalam aktivitas harian. Kegiatan ini berfokus pada pembiasaan menyikat gigi dua kali sehari sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai masalah gigi yang umum dialami oleh anak sekolah.
Sosialisasi ini dilakukan dalam dua tahap di tempat yang berbeda. Tahap pertama berjalan pada Jumat (09/01/2026) di SD Negeri Padusan, sedangkan tahap kedua pada Rabu (21/01/2026) di MI Al Huda Padusan. Program ini dijalankan oleh tim mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga dengan bantuan pemateri utama Najwa Aisyah Ulya, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, yang aktif dalam menyampaikan materi dan membimbing siswa selama kegiatan berlangsung.
Pemilihan anak-anak sebagai target utama didasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan pemahaman siswa mengenai cara menjaga kesehatan gigi dengan benar masih rendah. Anak-anak sering belum memahami perbedaan antara gigi sehat dan tidak sehat, serta kurang menyadari pengaruh kebiasaan konsumsi makanan tertentu terhadap kesehatan gigi.
“Biasanya anak-anak sering mengonsumsi makanan yang kurang terkontrol, sehingga banyak makanan yang tidak sehat bagi gigi dikonsumsi,” ujar Najwa. Ia menyatakan bahwa kebiasaan tersebut, jika tidak diimbangi dengan perawatan gigi yang baik, dapat menyebabkan berbagai masalah gigi sejak usia dini.
Materi edukasi disampaikan secara bertahap dan dibuat secara interaktif agar mudah dipahami anak-anak. Materinya meliputi pengenalan ciri gigi sehat dan tidak sehat, jenis makanan yang baik dan kurang baik untuk kesehatan gigi, cara mencegah kerusakan gigi, serta cara merawat sikat gigi dengan benar.
Selain itu, siswa juga mendapatkan penjelasan tentang teknik menyikat gigi yang benar sesuai standar kesehatan. “Kami berusaha menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan anak-anak, supaya mereka lebih mudah memahami dan mau menerapkannya,” jelas Najwa.
Untuk memperdalam pemahaman, kegiatan dilanjutkan dengan latihan langsung menggunakan phantom gigi sebagai alat pembelajaran. Melalui alat tersebut, pemateri menunjukkan teknik menyikat gigi yang tepat, mulai dari arah gerakan, durasi menyikat, hingga bagian gigi yang sering terlewat saat dibersihkan. Siswa kemudian diajak untuk mempraktekkan kembali teknik yang telah ditunjukkan.
Selain simulasi, siswa juga mendapatkan sikat gigi yang digunakan untuk menyikat gigi langsung setelah makan dalam program MBG. Dengan latihan langsung ini, siswa dapat menerapkan teknik menyikat gigi yang benar secara nyata dengan pendampingan pemateri. “Dengan praktik langsung setelah makan, anak-anak jadi lebih paham kapan waktu yang tepat untuk menyikat gigi dan bagaimana caranya dengan benar,” ujar Najwa.
Ketua Tim BBK 7 Universitas Airlangga Desa Padusan, Christian Samuel Hutasoit, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai sosialisasi, tetapi juga sebagai upaya membangun kebiasaan yang berlangsung lama. “Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu secara teori, tetapi juga terbiasa mempraktikkan kebiasaan menyikat gigi yang benar dalam keseharian mereka,” ungkapnya.
Samuel juga menekankan bahwa pendekatan edukatif yang menyenangkan menjadi kunci agar pesan kesehatan dapat diterima dengan baik oleh anak-anak. Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama pada sesi praktik dan sesi tanya jawab. Anak-anak aktif mengajukan pertanyaan dan menunjukkan minat terhadap materi yang disampaikan.
Menurut Samuel, tanggapan positif tersebut menjadi indikasi bahwa metode interaktif yang digunakan cukup efektif. “Melihat antusiasme anak-anak, kami berharap kegiatan ini bisa memberikan dampak berkelanjutan bagi kebiasaan hidup sehat mereka,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga berusaha mewujudkan semangat Kampus Berdampak dengan memberikan kontribusi nyata di bidang kesehatan masyarakat, khususnya bagi generasi muda. Program edukasi kesehatan gigi ini juga selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 tentang Kesehatan dan Kesejahteraan serta SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Dengan mengintegrasikan edukasi kesehatan ke dalam kegiatan pembelajaran yang aplikatif dan menyenangkan, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dengan kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi kualitas hidup mereka di masa depan.
Penulis: Nabila Rahma Hidayat