23 Kampus PTN Terbaik Di Indonesia Tahun 2026
Times Higher Education (THE) resmi merilis World University Rankings (WUR) 2026. Sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia, berhasil masuk dalam daftar kampus terbaik dunia. Seiring akan...
Times Higher Education (THE) resmi merilis World University Rankings (WUR) 2026. Sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia, berhasil masuk dalam daftar kampus terbaik dunia.
Seiring akan dimulainya proses penerimaan mahasiswa baru tahun 2026, pemeringkatan universitas versi THE WUR ini dapat menjadi salah satu rujukan penting bagi calon mahasiswa dalam menentukan pilihan kampus. Baik peserta SNPMB 2026 yang menargetkan PTN, peringkat global ini memberikan gambaran mengenai kualitas dan daya saing institusi pendidikan tinggi Indonesia di tingkat dunia.
Berikut ini kamusmahasiswa menyajikan 23 daftar kampus terbaik di Indonesia versi THE World University Rankings 2026.
PTN Terbaik di Indonesia 2026 versi THE WUR

Berikut daftar 23 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik di Indonesia berdasarkan pemeringkatan THE WUR 2026.
- Universitas Indonesia (UI)
Peringkat dunia: 801–1.000
Skor keseluruhan: 35.5–38.9 - Universitas Sebelas Maret (UNS)
Peringkat dunia: 1.001–1.200
Skor keseluruhan: 32.1–35.4 - Institut Teknologi Bandung (ITB)
Peringkat dunia: 1.201–1.500
Skor keseluruhan: 27.3–32.0 - Universitas Airlangga (Unair)
Peringkat dunia: 1.201–1.500
Skor keseluruhan: 27.3–32.0 - Universitas Gadjah Mada (UGM)
Peringkat dunia: 1.201–1.500
Skor keseluruhan: 27.3–32.0 - Universitas Padjadjaran (Unpad)
Peringkat dunia: 1.201–1.500
Skor keseluruhan: 27.3–32.0 - Universitas Diponegoro
Peringkat dunia: 1.501+
Skor keseluruhan: 10.3–27.2 - Universitas Halu Oleo (UHO)
Peringkat dunia: 1.501+
Skor keseluruhan: 10.3–27.2 - Universitas Hasanuddin (Unhas)
Peringkat dunia: 1.501+
Skor keseluruhan: 10.3–27.2 - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Peringkat dunia: 1.501+
Skor keseluruhan: 10.3–27.2 - IPB University
Peringkat dunia: 1.501+
Skor keseluruhan: 10.3–27.2 - Universitas Jember (Unej)
Peringkat dunia: 1.501+
Skor keseluruhan: 10.3–27.2 - Universitas Negeri Malang (UM)
Peringkat dunia: 1.501+
Skor keseluruhan: 10.3–27.2 - Universitas Ahmad Dahlan (UAD)
Peringkat dunia: 1.501+
Skor keseluruhan: 10.3–27.2 - Universitas Andalas (Unand)
Peringkat dunia: 1.501+
Skor keseluruhan: 10.3–27.2 - Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
Peringkat dunia: 1.501+
Skor keseluruhan: 10.3–27.2 - Universitas Negeri Padang (UNP)
Peringkat dunia: 1.501+
Skor keseluruhan: 10.3–27.2 - Universitas Negeri Semarang (UNNES)
Peringkat dunia: 1.501+
Skor keseluruhan: 10.3–27.2 - Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
Peringkat dunia: 1.501+
Skor keseluruhan: 10.3–27.2 - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
Peringkat dunia: 1.501+
Skor keseluruhan: 10.3–27.2 - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Peringkat dunia: 1.501+
Skor keseluruhan: 10.3–27.2 - Universitas Sriwijaya (Unsri)
Peringkat dunia: 1.501+
Skor keseluruhan: 10.3–27.2 - Universitas Sumatera Utara (USU)
Peringkat dunia: 1.501+
Skor keseluruhan: 10.3–27.2
Indikator Penilaian THE WUR 2026
Masih merujuk pada sumber yang sama, THE WUR 2026 menilai kinerja perguruan tinggi dunia berdasarkan sejumlah aspek utama dengan bobot yang berbeda. Aspek tersebut meliputi pengajaran sebesar 29,5 persen, penelitian 29 persen, transfer pengetahuan 30 persen, industri 4 persen, serta pandangan internasional sebesar 7,5 persen. Secara keseluruhan terdapat 18 indikator kinerja yang digunakan dalam pemeringkatan ini.
Pada aspek lingkungan pengajaran, indikator yang dinilai antara lain reputasi pengajaran sebesar 15 persen, rasio staf terhadap mahasiswa 4,5 persen, rasio doktor terhadap sarjana 2 persen, rasio gelar doktor terhadap staf akademik 5,5 persen, serta pendapatan institusional 2,5 persen.
Aspek lingkungan penelitian mencakup reputasi riset sebesar 18 persen, pendapatan riset 5,5 persen, dan produktivitas riset 5,5 persen. Sementara itu, aspek kualitas penelitian menyoroti dampak sitasi 15 persen, kekuatan penelitian 5 persen, keunggulan penelitian 5 persen, serta pengaruh penelitian 5 persen.
Untuk aspek industri, indikator yang dinilai meliputi pendapatan industri dan paten, masing-masing sebesar 2 persen. Adapun aspek pandangan internasional mencakup proporsi mahasiswa internasional, staf internasional, serta publikasi hasil penulisan bersama tingkat internasional, yang masing-masing bernilai 2,5 persen.