2 Pemikiran I Made Andi Arsana tentang Independensi Kampus dan Teknologi untuk Anak Muda
I Made Andi Arsana adalah akademisi, ahli hukum laut internasional, dan tokoh pendidikan Indonesia yang kini semakin dikenal luas melalui kanal media sosial. Ia sering muncul di platform tersebut...
I Made Andi Arsana adalah akademisi, ahli hukum laut internasional, dan tokoh pendidikan Indonesia yang kini semakin dikenal luas melalui kanal media sosial. Ia sering muncul di platform tersebut untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai isu, mulai dari pendidikan hingga kebijakan luar negeri.
Doktor ini telah menyelesaikan pendidikan tinggi di berbagai institusi bergengsi. Ia menyelesaikan gelar sarjana Teknik Geodesi di Universitas Gadjah Mada (UGM), kemudian melanjutkan studi di University of New South Wales dan University of Wollongong di Australia. Sangat akrab disapa Bli Andi, ia kini menjabat sebagai dosen di jurusan Teknik Geodesi UGM. Sebagai pendidik di perguruan tinggi, ia mengungkapkan harapan agar negara turut mendukung pemeliharaan independensi di lingkungan kampus.
Kampus Harus Bebas dari Tekanan dan Intervensi
Indonesia memiliki sejumlah besar perguruan tinggi negeri dan swasta. Menurut data Badan Pusat Statistik pada tanggal 19 Februari 2025, terdapat lebih dari 2 ribu kampus yang berada di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Namun, apakah jumlah yang banyak tersebut menjamin kemampuan untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat?
Menurut Andi, hal tersebut dapat diukur dari tingkat kemandirian kampus dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Pasalnya, jika terdapat pemberian dana dari pihak yang tidak bertanggung jawab, bisa saja kampus kehilangan kemerdekaannya dan hal ini akan berdampak pada kualitas riset yang dilakukan oleh mahasiswa.
Oleh karena itu, ia berharap kampus tetap konsisten memegang prinsip independensi, sekaligus terus diawasi oleh negara. “Jadi independensi kampus itu harus kita jaga dan dijaganya itu secara berasama. Negara harus ada di situ,” kata Bli Andi dalam segmen GoodTalk. Andi juga menegaskan bahwa independensi bukan berarti sikap eksklusif yang membuat kampus terisolasi.
Menurutnya, kampus yang memiliki semangat tersebut seharusnya tetap mampu menghasilkan riset yang memberikan solusi bagi permasalahan kehidupan masyarakat, tanpa adanya campur tangan dari pihak yang memiliki kepentingan tertentu.

“Hanya gara-gara kita pengin independen tidak diintervensi oleh siapapun kita jadi menutup diri terhadap pergaulan dengan dunia nyata. Risetnya sih keren, tapi ternyata tidak merepresentasikan persoalan dunia nyata. Jadi independen dalam arti biarkan dia riset tanpa tekanan, jangan biarkan dia terpisah dari dunia nyata. Dia harus independen dalam arti mengembangkan ilmunya benar-benar merdeka tanpa tekanan, tanpa pesanan,” ucapnya.
Waspada di Era Kemajuan Teknologi
Selain menyampaikan pandangan tentang metode pembelajaran, Bli Andi juga menyentil isu mengenai mahasiswa masa kini yang mendapatkan kemudahan berkat perkembangan teknologi. Dengan dukungan akses internet, mencari informasi maupun referensi menjadi sangat mudah.
Cukup dengan mengetik kata kunci, hasil pencarian akan muncul dan dapat digunakan sebagai bahan untuk belajar serta menyelesaikan tugas kampus. Bli Andi mengakui hal tersebut, meskipun menurutnya kemudahan yang diberikan oleh teknologi tidak selalu berdampak positif. Karena terkadang manusia dapat kehilangan kontrol dan menyalahgunakan teknologi, yang pada akhirnya bisa merugikan dirinya sendiri.
“Teknologi juga menyebabkan banyak hal yang tidak sebaik yang kita bayangkan. Misalnya dengan adanya kemudahan bagi kita untuk mengatakan sesuatu untuk mengekspresikan sesuatu di media dan media sosial membuat orang bisa ngomong apa aja. Sekarang orang memaki dengan bahasa yang sama didengar ratusan ribu orang. Jadi saya kira ini selain beruntung juga sangat rawan,” ujar Bli Andi.
Selama lebih dari dua dekade terakhir, media sosial telah menjadi wadah bagi setiap orang untuk menyampaikan pendapat dan keluhan. Konten yang berkaitan dengan isu terkini juga dapat dengan mudah menarik perhatian jika dipublikasikan melalui platform tersebut. Bli Andi berharap agar kaum muda dapat lebih hati-hati dalam memanfaatkan kemudahan ini, karena jika tidak, hal tersebut bisa menjadi bumerang yang akan menyakiti diri mereka sendiri di kemudian hari.
“Jadi yang saya pikirkan tentang anak muda sekarang berarti selain beruntung tadi mereka semestinya harus sangat berhati-hati karena mereka sedang hidup di dunia mereka seperti live show setiap hari. Berarti harus berhati-hati dalam mengungkapkan sesuatu dan segala macam,” ucapnya.
Penulis:Nabila Rahma Hidayat
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!