Terbukti Pakai Sitasi AI Palsu, Profesor Sekaligus Wakil Dekan Mundur dari Jabatan
Seorang profesor di University of Hong Kong (HKU) mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wakil dekan setelah tersandung kasus kutipan palsu dalam sebuah makalah penelitian. Pihak universitas...
Seorang profesor di University of Hong Kong (HKU) mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wakil dekan setelah tersandung kasus kutipan palsu dalam sebuah makalah penelitian. Pihak universitas menemukan bahwa sejumlah referensi dalam studi tersebut berasal dari hasil artificial intelligence (AI) dan bersifat fiktif.
Makalah kontroversial itu berjudul Forty Years of Fertility Transition in Hong Kong dan diterbitkan di jurnal China Population and Development Studies pada Oktober 2025. Penulis utamanya adalah Profesor Paul Yip, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial HKU.
Temuan ini mencuat setelah investigasi internal universitas mengungkap adanya sitasi yang tidak dapat diverifikasi dan diduga dibuat oleh sistem AI tanpa pengungkapan yang semestinya.
Temuan Investigasi Kampus
Dalam pernyataan resmi, HKU menjelaskan bahwa seorang mahasiswa doktoral yang terlibat dalam penelitian tersebut terbukti memasukkan referensi fiktif hasil AI ke dalam makalah. Penggunaan AI tersebut tidak diungkapkan dalam penulisan referensi, sehingga melanggar standar integritas akademik.

HKU menyatakan bahwa kutipan bermasalah tersebut mencantumkan publikasi yang sebenarnya tidak pernah ada. Setelah bukti tersebut dikonfirmasi, makalah langsung ditarik dari jurnal tempatnya diterbitkan.
“Investigasi universitas membuktikan bahwa kutipan tertentu dari makalah tersebut mencakup publikasi fiktif yang dihasilkan oleh AI, yang belum diungkapkan oleh seorang mahasiswa PhD yang terlibat dalam penelitian tersebut,” ujar pihak HKU, seperti dikutip Radio Television Hong Kong (RTHK).
Wakil Dekan Mengundurkan Diri
Sebagai tindak lanjut hasil investigasi, mahasiswa PhD yang terlibat dalam penulisan makalah dikenai prosedur pendisiplinan sesuai aturan universitas. Sementara itu, Profesor Paul Yip sebagai penulis utama bertanggung jawab atas penelitian tersebut dan memilih mengundurkan diri dari jabatannya.
HKU menyebut pengunduran diri ini mencakup:
- Jabatan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial
- Keanggotaan dalam komite penelitian fakultas
- Keanggotaan dalam komite penelitian universitas
“Universitas telah melakukan tindakan disiplin dan langkah-langkah yang sesuai, termasuk pengunduran diri penulis utama dari jabatan wakil dekan,” jelas pihak HKU dalam pernyataannya.
Langkah Perbaikan dan Komitmen HKU
Ke depan, HKU berencana memperketat sistem pengawasan riset akademik, terutama terkait penggunaan kecerdasan buatan. Universitas akan menerapkan pelatihan dan penilaian wajib bagi seluruh peneliti, termasuk mahasiswa pascasarjana dan staf akademik.
Fokus utama kebijakan ini meliputi:
- Transparansi penggunaan AI dalam penelitian
- Etika penulisan ilmiah dan sitasi
- Standar internasional integritas akademik
HKU menegaskan bahwa seluruh peneliti wajib memastikan hasil kerja mereka memenuhi standar kualitas dan etika yang diakui secara global.
“Semua peneliti diharuskan untuk memastikan bahwa pekerjaan mereka memenuhi tolak ukur kualitas dan perilaku etis yang diakui secara internasional,” tutup pihak universitas.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!