Dari Guru Honorer ke Industri Nikel: Apa yang Bisa Dipelajari Mahasiswa dari Kisah Ulfi Rahmawati
Dari Guru Honorer ke Engineer Nikel: Pelajaran Switch Career dari Ulfi Rahmawati untuk Mahasiswa Kalau kamu lagi kepikiran “gue salah jurusan”, “karier gue mentok”, atau “gue pengen pindah jalur tapi...
Dari Guru Honorer ke Engineer Nikel: Pelajaran Switch Career dari Ulfi Rahmawati untuk Mahasiswa
Kalau kamu lagi kepikiran “gue salah jurusan”, “karier gue mentok”, atau “gue pengen pindah jalur tapi takut mulai dari nol”, kisah Ulfi Rahmawati relevan banget. Bukan karena dramanya, tapi karena jalurnya nyata: ia pernah jadi guru SD di wilayah terpencil, lalu lanjut studi lewat beasiswa LPDP, dan kini bekerja di industri nikel di Morowali.
Table Of Content
- Kenapa kisah ini penting untuk mahasiswa
- Pelajaran praktis untuk kamu yang ingin switch career
- 1) Jangan mulai dari “impian”, mulai dari peta keterampilan
- 2) Bangun bukti, bukan pengakuan
- 3) Punya rencana beasiswa itu bagus, tapi jangan jadikan beasiswa sebagai satu-satunya pintu
- Internal bridge: kalau kamu tertarik jalur ini, lanjut ke mana?
- Penutup
Switch career itu memang melelahkan. Kamu bukan cuma pindah pekerjaan, kamu pindah identitas. Dan di titik itu, yang paling mahal bukan skill—tapi stamina mental untuk belajar lagi tanpa merasa “telat”.
Kenapa kisah ini penting untuk mahasiswa
Banyak mahasiswa mengira karier itu garis lurus: kuliah A → kerja A. Realitanya, karier lebih mirip peta: ada jalan pintas, putar balik, dan persimpangan. Ulfi nunjukin satu hal: latar belakang ekonomi terbatas dan start yang “biasa saja” bukan vonis. Itu cuma kondisi awal.
- Kebiasaan kecil bisa jadi mesin besar. Dari disiplin belajar sejak dini, kebiasaan itu berubah jadi daya tahan saat harus mengejar ketertinggalan.
- Perubahan jalur butuh alasan yang kuat. Bukan sekadar ikut tren, tapi dorongan untuk keluar dari batas geografis dan sosial, dan mencari ruang tumbuh yang lebih luas.
- Kompetisi dan portofolio itu “jalan alternatif”. Saat akses terbatas, jalur lomba, riset kecil, tulisan, dan proyek sering jadi pembuka pintu yang tidak terlihat.
Pelajaran praktis untuk kamu yang ingin switch career
Kalau kamu pengen pindah jalur (misalnya dari pendidikan ke industri, dari sosial ke tech, dari jurusan yang kamu sesali ke bidang yang kamu incar), ini tiga langkah yang lebih realistis daripada motivasi kosong.
1) Jangan mulai dari “impian”, mulai dari peta keterampilan
Tulis 2 daftar: (A) skill yang sudah kamu punya, (B) skill yang diminta bidang incaran. Lalu cari irisan kecil yang bisa kamu “jual” hari ini. Switch career yang berhasil biasanya bukan lompatan jauh, tapi serangkaian pijakan pendek.
2) Bangun bukti, bukan pengakuan
Industri jarang percaya cuma dari “saya tertarik”. Mereka percaya dari bukti. Bukti itu bisa sederhana: proyek mini, tulisan teknis, presentasi riset, analisis dataset, atau kontribusi komunitas. Yang penting: terlihat, bisa diuji, dan bisa diceritakan.
3) Punya rencana beasiswa itu bagus, tapi jangan jadikan beasiswa sebagai satu-satunya pintu
Beasiswa seperti LPDP bisa jadi akselerator, tapi fondasinya tetap kamu: disiplin, konsistensi, dan kesiapan akademik/karier. Rancang dua jalur: jalur “dapat beasiswa” dan jalur “tanpa beasiswa pun tetap maju”. Ini bikin kamu lebih tahan banting.
Switch career itu bukan soal jadi orang baru. Itu soal berani jadi pemula lagi, tanpa kehilangan harga diri.
Internal bridge: kalau kamu tertarik jalur ini, lanjut ke mana?
Kalau kisah Ulfi nyentuh kamu, ada dua arah bacaan yang biasanya nyambung:
- Panduan beasiswa: cara membangun CV dan portofolio yang “terlihat” kuat, strategi essay yang tidak klise, dan cara memilih program studi yang nyambung dengan rencana karier.
- Karier & industri: peta karier entry-level sampai mid-level di sektor energi/baterai, dan skill yang paling sering dicari (analisis data, process engineering mindset, safety culture, komunikasi lintas tim).
Penutup
Yang membuat kisah Ulfi kuat bukan karena “berhasil pindah jalur”, tapi karena ia mengubah keterbatasan jadi strategi: kebiasaan belajar, mencari jalur alternatif, dan berani menambah kapasitas diri saat orang lain memilih berhenti.
Simpan artikel ini kalau kamu lagi ada di fase ragu dan takut mulai dari nol. Kamu tidak sendirian. Yang kamu butuhkan bukan kepastian penuh, tapi langkah pertama yang masuk akal.
Baca juga panduan terkait: roadmap switch career untuk mahasiswa, strategi portofolio saat belum punya pengalaman, dan peta beasiswa yang relevan dengan target karier kamu.