9 Provinsi dengan Nilai TKA Matematika Tertinggi di Tahun 2025
Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 menunjukkan capaian yang masih menjadi perhatian serius, khususnya pada mata pelajaran Matematika. Secara nasional, rata-rata nilai Matematika TKA 2025...
Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 menunjukkan capaian yang masih menjadi perhatian serius, khususnya pada mata pelajaran Matematika. Secara nasional, rata-rata nilai Matematika TKA 2025 tercatat hanya berada di angka 36,10 dari skala 100,00.
Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan gambaran umum kompetensi akademik siswa di seluruh Indonesia.
“Sementara ini rata-rata dari mata pelajaran wajib Bahasa Inggris Wajib, kita lihat rata-ratanya 24,9. Kemudian Matematika Wajib rata-ratanya 36,1,” kata Toni dilansir dari laman Kompas.com pada Jumat (26/12/2025).
Meski nilainya tergolong rendah, Toni menegaskan bahwa hasil TKA tidak dimaksudkan sebagai peringkat maupun penentu kelulusan siswa. Menurutnya, data tersebut berfungsi sebagai alat ukur untuk melihat capaian kompetensi peserta didik.
Ia menjelaskan bahwa hasil TKA dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi bersama, baik oleh siswa, sekolah, maupun pemerintah daerah.
“Data ini saya kira akan menjadi bahan evaluasi kebijakan, kemudian penguatan pendampingan untuk seluruh satuan pendidikan, dan juga peningkatan kualitas pembelajaran ke depan,” ujarnya.
9 Provinsi dengan Nilai Matematika TKA 2025 di Atas Rata-rata Nasional
Dari seluruh provinsi di Indonesia, terdapat 9 provinsi yang mencatatkan nilai rata-rata Matematika TKA 2025 di atas angka nasional 36,10. Daftar provinsi tersebut adalah:
- DI Yogyakarta – 41,14
- DKI Jakarta – 38,79
- Jawa Tengah – 37,56
- Bali – 37,52
- Kepulauan Riau – 37,12
- Sumatera Barat – 36,92
- Jawa Timur – 36,77
- Bangka Belitung – 36,49
- Kalimantan Selatan – 36,31
Capaian sembilan provinsi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan hasil belajar antardaerah yang masih cukup signifikan. Pemerintah diharapkan dapat memanfaatkan data ini untuk merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam peningkatan kualitas pembelajaran Matematika di daerah-daerah dengan capaian rendah.