Raih Medali Sea Games 2025, Mahasiswa UM Bebas Skripsi Hingga Dapat Beasiswa S2
Universitas Negeri Malang (UM) apresiasi dosen-mahasiswa peraih medali di SEA Games 2025. Foto: Universitas Negeri Malang
Indonesia menutup ajang SEA Games 2025 dengan hasil manis usai finis di posisi runner up klasemen akhir perolehan medali. Kontingen Merah Putih mencatat total raihan 333 medali yang terdiri dari 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu sebuah capaian yang dinilai sangat memuaskan.
Dari total medali tersebut, tiga di antaranya disumbangkan oleh sivitas akademika Universitas Negeri Malang (UM). Tiga pahlawan olahraga itu terdiri dari satu dosen dan dua mahasiswa. Atas prestasi tersebut, Rektor UM Hariyono secara langsung menyambut kepulangan para atlet dan memberikan apresiasi sebagai bentuk penghormatan tertinggi dari kampus.
“Terima kasih, tentunya kami akan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi yang telah dicapai,” tutur Hariyono dikutip dari rilis resmi UM, Rabu (24/12/2025).
Sosok Pahlawan Olahraga dari Universitas Negeri Malang
Tiga medali yang dipersembahkan untuk Indonesia dan UM terdiri dari dua perak dan satu perunggu. Berikut profil para peraih medali tersebut:
1. Lulut Gilang Saputra
Lulut Gilang Saputra merupakan dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi UM. Ia sukses meraih medali perak pada cabang olahraga wrestling gaya Greco-Roman kelas 87 kilogram.
“Prestasi ini membuktikan bahwa sivitas akademika UM tak hanya unggul di kelas, tetapi juga di arena olahraga bertaraf global,” tulis UM.
2. Mutoharoh
Mutoharoh adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi UM. Ia mengikuti jejak sang dosen dengan meraih medali perak dari cabang wrestling gaya Women’s Freestyle kelas 57 kilogram.
3. Salsabila Hadi Pamungkas
Salsabila Hadi Pamungkas menyumbangkan medali perunggu dari cabang senam artistik. Ia berhasil naik podium pada nomor artistic gymnastics apparatus floor.
Apresiasi Khusus hingga Beasiswa S2
Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi gemilang tersebut, Universitas Negeri Malang memberikan apresiasi khusus kepada para atlet. Dosen Lulut Gilang Saputra mendapatkan apresiasi khusus dari kampus.
Sementara itu, dua mahasiswa berprestasi, Mutoharoh dan Salsabila Hadi Pamungkas, memperoleh rekognisi prestasi berupa pembebasan skripsi. Tidak hanya itu, keduanya juga mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang S2.
Apresiasi ini diharapkan mampu memacu semangat berprestasi seluruh sivitas akademika UM, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Dalam pesannya, Rektor UM menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara prestasi dan karakter.
“Saya berpesan, sebagai juara harus mempertahankan juara, menguasai diri, serta menjaga jiwa dan pikiran,” pungkasnya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!