Bupati Jember Tuntaskan S3 di Unair, Disertasi Digadang Jadi Dasar Kebijakan Pengentasan Kemiskinan
Di tengah kesibukan memimpin daerah, Muhammad Fawait memilih tetap melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral.
Menjadi kepala daerah tak membuat Bupati Jember Muhammad Fawait SE MSc berhenti belajar. Di tengah kesibukannya menjalankan pemerintahan, sosok yang akrab disapa Gus Fawait tersebut berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral atau S3 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair).
Table Of Content
Bagi Fawait, pendidikan bukan sekadar proses yang berhenti setelah seseorang memperoleh gelar. Ia memandang belajar sebagai proses sepanjang hayat yang penting, termasuk bagi seorang pemimpin daerah yang setiap hari harus mengambil keputusan untuk masyarakat.
Menurutnya, pemahaman akademik dapat menjadi salah satu fondasi dalam menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran. Karena itu, kesibukan sebagai bupati tidak menjadi alasan untuk menghentikan proses belajar.
“Kalau kita menuruti kesibukan, ya pasti akan selalu sibuk. Namun, karena kita ingin membuat sebuah kebijakan yang betul-betul sesuai dengan kaidah akademik, tidak ada salahnya kalau kita terus belajar,” ujar Fawait seperti dikutip dari laman resmi Unair.
Baca Juga: Unair Bangun Kampus Pascasarjana di Jakarta, Fokus Perkuat Riset dan Kolaborasi Nasional
Tiga jenjang pendidikan ditempuh di Unair
Unair bukanlah kampus baru bagi Fawait. Sebelum meraih gelar doktor, ia telah menempuh pendidikan sarjana dan magister di universitas yang dikenal dengan almamater berwarna biru tersebut.
Pada jenjang doktoral, Fawait mengambil bidang ilmu ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair. Pilihan tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan tanggung jawabnya sebagai kepala daerah, terutama dalam menangani berbagai persoalan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Perjalanan akademiknya pun berlangsung bersamaan dengan aktivitas pemerintahan yang padat. Namun, ia melihat ilmu yang diperoleh di bangku kuliah justru dapat digunakan untuk menunjang pekerjaannya sebagai pemimpin daerah.
Disertasi tak berhenti di ruang akademik
Salah satu hal yang menarik dari studi doktoral Fawait adalah rencana penerapan hasil penelitiannya. Disertasi yang disusunnya tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam merumuskan kebijakan di Kabupaten Jember.
Fokus tersebut berkaitan dengan upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Fawait menilai teori yang dipelajari di perguruan tinggi tidak seharusnya berhenti sebagai konsep. Menurutnya, ilmu akademik dapat diterapkan secara langsung dalam menghadapi persoalan di lapangan, termasuk ketika pemerintah harus menentukan kebijakan.
“Justru kebalikannya. Saya banyak mendapatkan ilmu dari kampus, teori-teori jelas, dan itu bisa saya praktekkan langsung dalam mengambil kebijakan untuk masyarakat,” katanya.
Pendidikan dan pemerintahan bisa berjalan beriringan
Keberhasilan menyelesaikan S3 di tengah tugas sebagai bupati menjadi pengalaman tersendiri bagi Fawait. Ia menyampaikan apresiasi kepada para dosen pembimbing yang mendampinginya sejak jenjang sarjana hingga doktoral, serta kepada Dekan FEB Unair dan seluruh jajaran kampus yang menurutnya telah memberikan dukungan secara profesional.
Setelah menyelesaikan pendidikan doktoral, Fawait juga memberikan pesan kepada mahasiswa Unair agar memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya mengejar kelulusan, tetapi juga benar-benar menyerap ilmu yang diberikan para dosen dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan.
“Manfaatkan sebaik mungkin ilmu dari para dosen. Saya akan bangga kalau adik-adik semuanya cepat lulus,” pesannya.
Bagi Fawait, perjalanan pendidikan hingga jenjang doktoral menjadi pengingat bahwa proses belajar dapat terus berjalan meski seseorang telah memasuki dunia kerja dan memiliki tanggung jawab besar. Di sisi lain, hasil penelitian dari lingkungan akademik juga dapat menjadi bekal dalam menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Baca Juga: Mahasiswa Unair Gagas Pembalut Luka Alami Berbasis Teh Hijau dan Maizena