Beranda/Berita Kampus/Enaknya Jadi Dosen UMY, Kini Tak Lagi Dipaksa Publikasi dan Mengajar Berat Secara Bersamaan
Berita Kampus

Enaknya Jadi Dosen UMY, Kini Tak Lagi Dipaksa Publikasi dan Mengajar Berat Secara Bersamaan

WI
By Widiyanto
•9 September 2026•2 Menit Baca•25 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Enaknya Jadi Dosen UMY, Kini Tak Lagi Dipaksa Publikasi dan Mengajar Berat Secara Bersamaan

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kini resmi memisahkan jalur karier dosen berdasarkan talenta dan fokus kerja. Mulai periode ini, dosen UMY akan diarahkan ke salah satu dari tiga jalur utama, yakni peneliti, pengajar, atau pengabdian masyarakat.

Kebijakan tersebut membuat dosen tidak lagi diwajibkan menjalankan seluruh fungsi tridarma secara bersamaan. Langkah ini diambil sebagai respons atas beban kerja dosen yang selama ini dinilai terlalu berat dan kurang realistis.

Rektor UMY, Achmad Nurmandi, menilai dosen yang memiliki fokus pada riset akan kesulitan jika tetap dibebani target mengajar dan publikasi secara bersamaan.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

"Kalau harus publikasi 3-4 per tahun dan tetap diharuskan mengajar sampai 40 SKS, ya bisa dipastikan akan kesulitan. Ini tidak mungkin," kata Rektor UMY, Prof Dr Achmad Nurmandi, MSc dalam focus group discussion bersama dekan, ketua program studi, dan ketua pusat studi UMY, dikutip dari laman kampus pada Senin (18/5/2026).

Menurutnya, beban ganda selama ini justru membuat hasil yang dicapai tidak optimal, baik di bidang pengajaran maupun penelitian.

Pembagian Jalur Karier Dosen

Melalui kebijakan baru ini, dosen yang masuk jalur peneliti akan lebih difokuskan untuk menghasilkan karya ilmiah dan terbebas dari kewajiban mengajar penuh. Para dosen peneliti nantinya akan berkegiatan di Gedung Research and Innovation Center UMY.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Sementara itu, dosen yang berada di jalur pengajar akan lebih berfokus pada proses pembelajaran dan pengembangan akademik mahasiswa. Adapun jalur pengabdian masyarakat diarahkan untuk memperkuat kontribusi dosen kepada masyarakat secara langsung.

UMY juga memberikan penyesuaian bagi dosen yang menjabat posisi struktural seperti dekan maupun rektor. Mereka tidak lagi dibebani target publikasi riset yang sama dengan dosen peneliti.

Dorong Peningkatan Publikasi dan Pemeringkatan Kampus

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi kampus untuk meningkatkan posisi UMY dalam pemeringkatan perguruan tinggi nasional maupun internasional. Output riset dan publikasi ilmiah terindeks menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian tersebut.

Karena itu, pemisahan jalur karier dosen diharapkan mampu meningkatkan kuantitas sekaligus kualitas publikasi ilmiah kampus.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

"Dosen yang memang talentanya riset, sebaiknya memang difokuskan untuk riset saja. Riset itu dunia yang selalu menjanjikan, dan bagi saya pribadi, menyenangkan," ungkapnya.

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Tag Terkait:#pendidikan tinggi#kampus Indonesia#Riset Kampus#berita pendidikan#Perguruan Tinggi#Publikasi Ilmiah#UMY#Universitas Muhammadiyah Yogyakarta#Dosen UMY#Karier Dosen
WI

Penulis: Widiyanto

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!