Enaknya Jadi Dosen UMY, Kini Tak Lagi Dipaksa Publikasi dan Mengajar Berat Secara Bersamaan
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kini resmi memisahkan jalur karier dosen berdasarkan talenta dan fokus kerja. Mulai periode ini, dosen UMY akan diarahkan ke salah satu dari tiga jalur utama,...
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kini resmi memisahkan jalur karier dosen berdasarkan talenta dan fokus kerja. Mulai periode ini, dosen UMY akan diarahkan ke salah satu dari tiga jalur utama, yakni peneliti, pengajar, atau pengabdian masyarakat.
Kebijakan tersebut membuat dosen tidak lagi diwajibkan menjalankan seluruh fungsi tridarma secara bersamaan. Langkah ini diambil sebagai respons atas beban kerja dosen yang selama ini dinilai terlalu berat dan kurang realistis.
Rektor UMY, Achmad Nurmandi, menilai dosen yang memiliki fokus pada riset akan kesulitan jika tetap dibebani target mengajar dan publikasi secara bersamaan.
Baca juga: Kemdiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik Jadi Rekayasa, Ini 57 Daftar Lengkapnya
“Kalau harus publikasi 3-4 per tahun dan tetap diharuskan mengajar sampai 40 SKS, ya bisa dipastikan akan kesulitan. Ini tidak mungkin,” kata Rektor UMY, Prof Dr Achmad Nurmandi, MSc dalam focus group discussion bersama dekan, ketua program studi, dan ketua pusat studi UMY, dikutip dari laman kampus pada Senin (18/5/2026).
Menurutnya, beban ganda selama ini justru membuat hasil yang dicapai tidak optimal, baik di bidang pengajaran maupun penelitian.
Pembagian Jalur Karier Dosen
Melalui kebijakan baru ini, dosen yang masuk jalur peneliti akan lebih difokuskan untuk menghasilkan karya ilmiah dan terbebas dari kewajiban mengajar penuh. Para dosen peneliti nantinya akan berkegiatan di Gedung Research and Innovation Center UMY.
Sementara itu, dosen yang berada di jalur pengajar akan lebih berfokus pada proses pembelajaran dan pengembangan akademik mahasiswa. Adapun jalur pengabdian masyarakat diarahkan untuk memperkuat kontribusi dosen kepada masyarakat secara langsung.
Baca juga: Indonesia Masih Tertinggi dalam Pendidikan STEM di ASEAN
UMY juga memberikan penyesuaian bagi dosen yang menjabat posisi struktural seperti dekan maupun rektor. Mereka tidak lagi dibebani target publikasi riset yang sama dengan dosen peneliti.
Dorong Peningkatan Publikasi dan Pemeringkatan Kampus
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi kampus untuk meningkatkan posisi UMY dalam pemeringkatan perguruan tinggi nasional maupun internasional. Output riset dan publikasi ilmiah terindeks menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian tersebut.
Karena itu, pemisahan jalur karier dosen diharapkan mampu meningkatkan kuantitas sekaligus kualitas publikasi ilmiah kampus.
“Dosen yang memang talentanya riset, sebaiknya memang difokuskan untuk riset saja. Riset itu dunia yang selalu menjanjikan, dan bagi saya pribadi, menyenangkan,” ungkapnya.