Beranda/Berita Kampus/Bermodal Sarung Tangan Pengendali Drone, Dua Mahasiswa ITB Raih Gold Medal dan Best International Team di Singapura
Berita Kampus

Bermodal Sarung Tangan Pengendali Drone, Dua Mahasiswa ITB Raih Gold Medal dan Best International Team di Singapura

WI
By Widiyanto
•9 September 2026•3 Menit Baca•29 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Bermodal Sarung Tangan Pengendali Drone, Dua Mahasiswa ITB Raih Gold Medal dan Best International Team di Singapura

Dua mahasiswa angkatan 2022 Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung berhasil meraih penghargaan Best International Team dan Gold Medal pada ajang Singapore Amazing Flying Machine Competition 2026.

Kompetisi tersebut merupakan ajang teknologi UAV bergengsi yang setiap tahunnya diikuti berbagai institusi dari sejumlah negara. Tim BUCINPRO yang mewakili ITB terdiri atas Jeffrey Sirait dari Teknik Dirgantara dan Manggora Zerah Kristina Simanjuntak dari Teknik Material.

Keduanya tampil pada kategori Man-Machine dengan mengusung inovasi pengendali drone berbasis wearable gloves atau sarung tangan pintar. Menariknya, mereka mengikuti kompetisi tanpa pendanaan eksternal dan tanpa sepengetahuan dosen pembimbing.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Inovasi tersebut berasal dari tugas akhir Jeffrey yang berjudul “Pengembangan Controller Berbasis Drone Wearable”. Teknologi itu memungkinkan pilot mengendalikan drone hanya melalui gerakan tangan.

Sarung tangan tersebut bekerja menggunakan sensor IMU untuk mendeteksi gerakan telapak tangan. Data kemudian diproses mikrokontroler bersama input tombol pendukung yang menyerupai fungsi remote control biasa, lalu dikirim melalui transmitter yang terpasang pada sarung tangan untuk berkomunikasi langsung dengan drone.

Di tengah peserta lain yang menggunakan banyak remote dan personel hingga lima orang, Tim BUCINPRO menjadi satu-satunya peserta yang memakai sarung tangan sebagai alat pengendali drone.

Jeffrey Sirait dan Manggora Zerah Kristina Simanjuntak Saat Terima Medali (Dok. ITB)

"Tangan adalah anggota tubuh yang paling sering kita gunakan sehari-hari, sehingga lebih mudah beradaptasi saat digunakan untuk hal baru," kata Jeffrey.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Jeffrey juga menjadikan kompetisi internasional tersebut sebagai arena pengujian langsung dari tugas akhirnya.

"Menurut saya, jarang ada yang membuktikan teori tugas akhir langsung lewat kompetisi. Poinnya bukan hanya sarung tangannya, tapi apakah sistem alatnya sudah benar-benar baik," ujarnya.

Persiapan kompetisi dimulai sejak Desember 2025. Jeffrey merancang sistem dari Tokyo saat menjalani program student exchange jalur International Undergraduate Program (IUP), sementara Manggora melakukan perakitan di Bandung. Pada Februari 2026, sistem dinilai sudah cukup andal dan siap dibawa ke Singapura.

Ini juga bukan kali pertama Jeffrey tampil di SAFMC. Selama dua tahun sebelumnya, ia berhasil meraih Gold Medal dan Best International Team bersama Tim Aksantara ITB. Pengalaman tersebut membuatnya memahami perkembangan dan tren kompetisi dari tahun ke tahun.

Meski hanya terdiri dari dua orang, Tim BUCINPRO tetap percaya diri menghadapi peserta lain dengan jumlah personel lebih besar.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

"Jawaban kami waktu itu ialah coba saja dulu. Kalau tidak menang pun, sudah puas," katanya.

Kemenangan mereka ditentukan oleh performa sistem yang berjalan optimal saat perlombaan. Di sisi lain, salah satu tim unggulan mengalami diskualifikasi akibat kendala teknis. Namun bagi Tim BUCINPRO, medali hanyalah bonus dari keberanian mencoba inovasi baru.

Mereka meyakini mahasiswa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional. Tantangan utamanya bukan pada ide, melainkan keberanian untuk mencoba dan kemampuan berkolaborasi dalam mewujudkan inovasi.

"Ide seaneh apapun, coba dulu. Mau menang atau tidak, yang penting puas karena sudah mencobanya," ujar Jeffrey.

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Tag Terkait:#mahasiswa Indonesia#ITB#Institut Teknologi Bandung#inovasi mahasiswa#kompetisi internasional#FTMD ITB#Teknologi Drone#SAFMC 2026#Drone Wearable#UAV Competition
WI

Penulis: Widiyanto

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!