Usia 14 Tahun, Alvira Jadi Mahasiswa Farmasi Unair Melalui Jalur SNBP
Alvira Nur Azizah tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya setelah dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di Universitas Airlangga (Unair). Momen pengumuman menjadi titik...
Alvira Nur Azizah tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya setelah dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di Universitas Airlangga (Unair). Momen pengumuman menjadi titik emosional yang penuh harap sekaligus ketegangan baginya.
Table Of Content
Sore hari sepulang sekolah, Alvira merasakan jantungnya berdegup kencang. Tangannya gemetar, sementara mulutnya tak henti berdoa. Hingga akhirnya, ketika ia melihat header biru dan ucapan selamat di layar laptopnya, seluruh kekhawatiran langsung sirna.
“Waktu itu beneran kaget banget, enggak menyangka, senang banget karena aku sebenarnya cukup nekat pilihnya cuma Unair saja sebagai pilihan tunggal,” ungkap Alvira saat dihubungi Kompas.com, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Mahasiswa UGM Kembangkan AI Kesehatan Mental, Raih Juara Dunia dengan Hadiah Rp4 Miliar
Keberhasilan ini menjadi semakin istimewa karena Alvira tercatat sebagai peserta termuda yang lolos ke program S1 Farmasi Unair, yakni di usia 14 tahun.
Perjalanan Pendidikan yang Lebih Cepat dari Usia Normal
Perjalanan pendidikan Alvira terbilang tidak biasa. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan keinginan kuat untuk bersekolah.
Ia menceritakan bahwa kebiasaan orang tuanya yang setiap pagi mendandaninya seolah akan pergi ke sekolah membuatnya semakin ingin benar-benar belajar di bangku pendidikan formal.
“Akhirnya waktu itu beneran aku ingin minta sekolah sampai nangis-nangis, akhirnya didaftarkan TK di umurku sekitar 3 tahun,” ucapnya.
Meski awalnya direncanakan untuk mengulang TK demi menyesuaikan usia, pihak sekolah justru menyarankan agar Alvira langsung melanjutkan ke jenjang berikutnya.
“Sama pihak MI (Madrasah Ibtidaiyah) sempat ditolak, tapi setelah diskusi akhirnya kepala sekolahnya mau nerima aku masuk MI di umur 5 tahun,” ujar perempuan asal Jombang tersebut.
Adaptasi Sosial dan Akademik
Selama menempuh pendidikan dari SD hingga SMK, Alvira mengaku tidak mengalami kesulitan berarti, baik dalam pelajaran maupun bersosialisasi.
Meski usianya lebih muda dibanding teman-temannya, ia justru mampu beradaptasi dengan baik, bahkan sering membantu teman yang mengalami kesulitan belajar.
“Meskipun usiaku lebih muda dari mereka, tapi ya dianggapnya sama saja sih, malah sering kalau pelajaran ada yang enggak paham aku yang mengajari mereka,” tuturnya.
Konsisten di Bidang Farmasi
Ketertarikan Alvira pada dunia farmasi sudah terbentuk sejak duduk di bangku SMK. Ia mengambil jurusan Farmasi Industri, yang kemudian menjadi dasar kuat dalam menentukan pilihan kuliahnya.
“Aku awalnya pilih jurusan SMK Farmasi itu karena direkomendasikan sama ada kenalan guru daan waktu itu dia masih ada satu jurusan aja karena masih sekolah baru,” terangnya.
Keputusan memilih Farmasi Unair sebagai satu-satunya pilihan dalam SNBP pun diakuinya sebagai langkah yang cukup berani.
Baca juga: Berawal Dari Iseng Daftar Hingga Diterima FK Unair Tanpa Tes, Kisah Rosa Raih Golden Ticket
“Aku sendiri pilih kuliah daripada kerja karena menurutku eman (sayang) saja kalau enggak diteruskan dan rencananya kalau enggak lolos SNBP mau langsung daftar universitas swasta,” ungkapnya.
Gaya Belajar dan Motivasi
Menariknya, Alvira tidak memiliki metode belajar yang rumit atau strategi khusus. Ia mengandalkan ketertarikan dan kenyamanan pada bidang yang digelutinya.
“Aku sendiri malahan kalau belajar mepet-mepet ujian sih, kalau ada tugas ya dikerjakan, tapi memang di farmasi sendiri sudah nyaman banget dan aku suka, jadi aku tekuni itu,” paparnya.
Dukungan orang tua juga menjadi faktor penting dalam perjalanannya. Ia selalu diingatkan untuk fokus belajar dan menghormati guru.
“Orangtua juga selalu nasihatin pokoknya nurut sama guru, dipelajari materinya, tekuni apa yang sudah ada di depan,” pungkasnya.
Harapan ke Depan
Dengan pencapaian ini, Alvira bertekad untuk terus mendalami ilmu farmasi dan meraih cita-citanya di bidang tersebut. Usia muda bukan menjadi penghalang, melainkan keunggulan untuk berkembang lebih jauh di dunia akademik dan profesional.