Mutiara Faiza, Siswi Asal Pekanbaru Lolos 7 Kampus Top Dunia Sekaligus Diterima Universitas Indonesia Melalui Jalur Prestasi
Seorang siswi asal Pekanbaru, Riau, Mutiara Faiza, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan diterima di sejumlah perguruan tinggi ternama luar negeri sekaligus. Siswi yang menempuh pendidikan...
Seorang siswi asal Pekanbaru, Riau, Mutiara Faiza, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan diterima di sejumlah perguruan tinggi ternama luar negeri sekaligus. Siswi yang menempuh pendidikan di MAN Insan Cendekia (IC) Siak ini berhasil mengantongi total 9 Letter of Acceptance (LOA) dari 7 kampus top dunia. Selain itu, ia juga dinyatakan lulus di Universitas Indonesia melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada program studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Adapun kampus luar negeri yang menerima Mutiara Faiza antara lain University of Toronto dengan dua LOA, Monash University, The University of Adelaide, Ritsumeikan Asia Pacific University Jepang yang juga memberinya beasiswa sebesar 80 persen, The University of Western Australia, Victoria University of Wellington, serta University of Auckland yang memberikan dua LOA. Dengan capaian tersebut, total terdapat sembilan LOA dari tujuh perguruan tinggi internasional yang berhasil ia raih.
Minat Mutiara dalam dunia literasi telah terlihat sejak jenjang pendidikan dasar. Saat masih duduk di bangku SD dan SMP, ia telah menulis dua buku tunggal berjudul Pigura yang Hilang dan Kenangan Merah Putih. Kegemarannya menulis kemudian terus berkembang hingga membawanya terlibat dalam berbagai kegiatan kepenulisan dan kompetisi selama masa sekolah.
Memasuki kelas 10 di MAN IC Siak, Mutiara aktif mengikuti berbagai organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler. Ia tercatat sebagai Bendahara RUPIL (Rumah Terampil), yang merupakan ekstrakurikuler seni di sekolahnya. Selain itu, ia juga menjadi anggota English Club, PIK-R, serta aktif dalam kegiatan Pramuka.
Tidak hanya aktif berorganisasi, Mutiara juga berpartisipasi dalam berbagai kompetisi akademik dan literasi. Ia pernah meraih Juara 2 Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat kabupaten pada cabang cerpen tahun 2024. Ia juga meraih Juara 3 dalam Social Media Campaign “Study in New Zealand” yang diselenggarakan oleh Edlink dan Connex pada tahun 2024.
Baca juga: Siswi MAN 2 Pekanbaru Diterima di 8 Kampus Top Luar Negeri, Bukti Siswa Madrasah Bisa Mendunia
Selain itu, ia juga mengikuti berbagai ajang lain seperti SEO English Storytelling Universitas Riau, SONIC English Storytelling di MAN Insan Cendekia Serpong, Young Writers Award kategori English Short Story yang diselenggarakan oleh Bennington College, serta MYRES (Madrasah Young Researchers Supercamp) pada bidang karya tulis ilmiah.
Dalam bidang sastra, Mutiara juga terlibat dalam Akademi Puisi Multimedia yang diselenggarakan Rumah Seni Asnur serta menjadi peserta penulis buku antologi Syair Pelajar se-ASEAN. Pada tahun 2025, ia turut menulis dalam buku antologi Katmina Pelajar se-ASEAN dan berhasil meraih Juara Harapan 1 sebagai Penulis Karminta Terbaik tingkat pelajar SMA se-ASEAN yang diselenggarakan oleh Rumah Seni Asnur.
Selain kegiatan literasi dan kompetisi, Mutiara juga pernah mengikuti ajang Cerdas Cermat APBN yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada tahun 2023.
Dalam wawancara yang dikirimkan melalui pesan langsung (DM) Instagram kepada akun Kamusmahasiswa, Mutiara menyampaikan bahwa proses meraih berbagai kesempatan tersebut tidak terlepas dari persiapan yang dilakukan sejak awal masa sekolah menengah.
“Nggak harus langsung hebat, tapi harus tahu arah. Pelan-pelan cari info, coba banyak hal, dan biasakan punya inisiatif. Karena mimpi besar butuh langkah kecil yang konsisten,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memiliki tujuan sejak awal agar perjalanan belajar menjadi lebih terarah. “Persiapan adalah hal yang paling penting. Sejak kelas 10, sudah memiliki tujuan yang jelas agar proses belajar selama tiga tahun lebih terarah. Selain itu, kita juga harus aktif dalam mencari informasi dan memanfaatkan berbagai peluang yang ada, dan harus punya inisiatif,” tuturnya.