Beranda/Berita Kampus/Penyaluran MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, Negara Hemat Rp 40 Triliun Dalam Satu Tahun
Berita Kampus

Penyaluran MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, Negara Hemat Rp 40 Triliun Dalam Satu Tahun

WI
By Widiyanto
•9 September 2026•3 Menit Baca•26 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Penyaluran MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, Negara Hemat Rp 40 Triliun Dalam Satu Tahun

Jumlah hari penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi dipangkas sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Usulan ini disampaikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Langkah efisiensi ini diambil sebagai respons terhadap tekanan ekonomi global yang dipicu oleh konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, yang berdampak pada fluktuasi harga dan pasokan energi.

Purbaya menegaskan bahwa efisiensi anggaran MBG tersebut belum termasuk dalam total efisiensi anggaran sebesar Rp 81 triliun yang sebelumnya telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

"Kan MBG juga akan melakukan beberapa efisiensi," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Baca juga: Profil Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Yang Kritik MBG Hingga Diteror

Efisiensi yang diusulkan BGN dilakukan dengan mengurangi hari penyaluran dari enam hari menjadi lima hari dalam satu minggu.

"Sabtu diberhentikan kalau enggak salah. Dia kan biasa seminggu 6 hari, dia bilang 5 hari, enggak tahu diumumin apa belum, tapi dia ngomong seperti itu," kata Purbaya.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Dengan pengurangan satu hari penyaluran tersebut, potensi penghematan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp 40 triliun.

"Tapi bisa lebih dan bukan saya motong ya, memang dia melakukan sendiri karena dia bilang masih bisa ada efisiensi dengan keadaan yang seperti sekarang ini. Jadi jangan dibilang MBG tutup mata, enggak, dia juga melakukan efisiensi," tegas Purbaya.

Baca juga: Menu MBG di Yogyakarta Kini Cantumkan Harga dan Gizi Usai Arahan Hamengkubuwono X

Purbaya menegaskan bahwa rencana pemangkasan hari penyaluran MBG masih sebatas usulan dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

"Jadi itu belum dihitung yang masuk sekitar Rp 80 triliun. Dia hanya bilang bisa segini, ya udah jalanin aja pak, tapi kira-kira dengan itu saja bantalan kita masih cukup, nanti kalau anda lihat rambut saya berantakan sekali, baru tuh kusut, ada masalah," ungkapnya.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Ia juga menambahkan bahwa keputusan akhir akan berada di tangan Presiden setelah BGN melaporkan secara resmi.

"Dan itu bukan saya, waktu rapat antara lain Kepala MBG bilang seperti itu, saya enggak ngerti hitungannya, tapi dia bilang kira-kira seperti itu, saya bisa ini, ini, ini, ya sudah kalau gitu, yang penting kan ini ada efisiensi dan anak sekolah masih bisa makan cukup," tegas Purbaya.

Purbaya menyebutkan bahwa opsi pemangkasan ini dapat dijalankan apabila kondisi ekonomi semakin mendesak.

"Tapi potensi itu ada, kalau kepepet ya itu dijalankan kan dapat Rp 40 triliuna sendiri, kata dia ya, ini dipotong sehari selama setahun, kan anggaran setahun horizon nya," ujar Purbaya.

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Tag Terkait:#makan bergizi gratis#program sosial#Prabowo Subianto#Efisiensi Anggaran#Kebijakan Pemerintah#Purbaya Yudhi Sadewa#Badan Gizi Nasional#Krisis Energi#MBG 2026#Ekonomi Global
WI

Penulis: Widiyanto

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!