Mahasiswa RI Lebih Suka Penelitian Kuantitatif Dibanding Kualitatif
Ternyata, 48% mahasiswa Indonesia lebih memilih metode kuantitatif dibanding kualitatif.
Dalam dunia akademik, mahasiswa kerap dihadapkan pada tugas yang menuntut mereka melakukan survei, baik untuk tugas perkuliahan maupun penelitian akhir seperti skripsi atau tesis. Namun, tidak sedikit mahasiswa yang masih merasa bingung ketika harus menentukan metode penelitian yang akan digunakan, apakah pendekatan kualitatif atau kuantitatif.
Survei terbaru dari Jakpat mencoba melihat kecenderungan tersebut. Survei dilakukan pada 7–8 Januari 2025 terhadap 740 responden berusia 18–22 tahun (47%) dan 23–27 tahun (53%), dengan margin of error di bawah 5%.
Hasilnya menunjukkan bahwa 48% responden pernah menggunakan metode kuantitatif, 45% menggunakan metode kualitatif, dan 32% memanfaatkan metode campuran. Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa sedikit lebih sering berhadapan dengan penelitian berbasis kuantitatif.
Kuantitatif Vs Kualitatif
Meski begitu, metode kuantitatif kerap dianggap lebih menantang. Dosen Ilmu Komunikasi dari Universitas Pasundan, Ratih Affandy, menyebut banyak mahasiswa merasa takut dengan pendekatan tersebut karena identik dengan perhitungan dan analisis statistik. Akibatnya, sebagian mahasiswa lebih memilih metode kualitatif yang dianggap lebih mudah.
Menurut Ratih, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Ia menilai pemilihan metode penelitian seharusnya didasarkan pada kebutuhan penelitian, bukan sekadar preferensi atau tingkat kesulitan.
Ia mengibaratkan metode penelitian sebagai alat untuk membedah masalah. Setiap metode memiliki fungsi yang berbeda, layaknya pisau bedah dalam operasi yang digunakan sesuai kebutuhan.
Secara umum, penelitian kualitatif berfokus pada proses dan upaya memahami realitas sosial secara mendalam. Pendekatan ini biasanya dilakukan melalui wawancara, observasi, serta berbagai bentuk narasi seperti catatan lapangan, cerita pengalaman, hingga dokumentasi kehidupan.
Sebaliknya, penelitian kuantitatif menekankan pada pengukuran dan hubungan antarvariabel. Pengumpulan data umumnya dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan model matematis, tabel statistik, atau grafik untuk menemukan pola dan membuat generalisasi.
Kedua pendekatan tersebut memiliki peran yang berbeda dalam penelitian. Karena itu, pemilihan metode idealnya disesuaikan dengan pertanyaan penelitian dan tujuan yang ingin dicapai.