Ragam Kesulitan Mahasiswa Indonesia Saat Penelitian Survei
70% mahasiswa Indonesia merasa kesulitan cari responden. Ada juga yang bingung memilih topik penelitian.
Berdasarkan laporan riset terbaru dari Jakpat yang melibatkan 316 dari 740 responden mahasiswa yang pernah atau sedang mengerjakan tugas survei, terdapat sejumlah tantangan utama yang muncul ketika mereka harus menyebarkan kuesioner penelitian. Studi ini dilakukan pada Januari 2025 dengan margin of error di bawah 5%.
Sebanyak 70% responden mengaku kesulitan mendapatkan responden yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Dalam banyak kasus, mahasiswa membutuhkan waktu antara satu minggu hingga satu bulan untuk mengumpulkan responden yang cukup, bahkan sebagian lainnya memerlukan waktu lebih dari dua bulan.
Selain itu, 55% responden menghadapi kendala karena banyak calon responden yang tidak memenuhi kriteria penelitian yang telah ditetapkan, sehingga mereka harus mencari partisipan tambahan. Keterbatasan waktu juga menjadi tantangan besar, dengan 53% responden merasa waktu yang tersedia tidak cukup untuk menyelesaikan tugas survei secara optimal, mengingat proses penelitian membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk menghasilkan data yang memadai.
Di luar persoalan teknis tersebut, mahasiswa juga menghadapi hambatan lain seperti kesulitan menentukan topik penelitian yang dialami oleh 24% responden. Sementara itu, tekanan sosial dalam menyelesaikan studi serta kesulitan dalam proses analisis data masing-masing dirasakan oleh 22% responden.
Masalah keuangan juga menjadi salah satu kendala bagi 20% responden, yang kemungkinan berkaitan dengan biaya distribusi survei atau pemberian insentif kepada responden.
Tantangan Ketika Penelitian Survei
- Susah cari responden: 70%
- Responden tidak sesuai kriteria: 55%
- Keterbatasan waktu: 53%
- Pemilihan topik: 24%
- Tekanan sosial: 22%
- Kendala akademik: 22%
- Masalah keuangan: 20%
Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa tantangan dalam tugas survei tidak hanya berkaitan dengan aspek metodologis, tetapi juga dipengaruhi oleh keterbatasan waktu, tekanan akademik, dan faktor sumber daya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, sebagian mahasiswa memanfaatkan media sosial untuk menjangkau responden yang lebih luas, serta menggunakan berbagai platform survei digital agar proses pengumpulan data menjadi lebih cepat dan efisien.