Kuliah Gratis di UII Lewat Beasiswa Santri, Simak Ketentuan dan Tahap Seleksinya
Universitas Islam Indonesia (UII) membuka kesempatan bagi calon mahasiswa melalui jalur beasiswa yang menitikberatkan pada rekam jejak prestasi akademik dan non-akademik. Jalur ini memberikan peluang...
Universitas Islam Indonesia (UII) membuka kesempatan bagi calon mahasiswa melalui jalur beasiswa yang menitikberatkan pada rekam jejak prestasi akademik dan non-akademik. Jalur ini memberikan peluang bagi peserta dengan kemampuan akademik yang baik, prestasi unggul, serta latar belakang pendidikan pesantren untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi.
Table Of Content
Jalur Beasiswa merupakan pola seleksi yang dilakukan melalui penilaian rekam jejak prestasi, meliputi nilai rapor dan prestasi penunjang lainnya. Nilai rapor yang digunakan dalam proses seleksi adalah nilai semester 1, 2, 3, 4, dan 5 pada mata pelajaran sesuai dengan tabel pemetaan mata pelajaran yang telah ditentukan.
Program ini hanya dapat diikuti oleh lulusan tahun 2025 yang melakukan pengabdian di pondok pesantren serta lulusan tahun 2026.
Secara umum terdapat empat jenis beasiswa yang tersedia, yaitu:
- Beasiswa Santri
- Beasiswa Afirmasi
- Beasiswa Hafizah Hafiz
- Beasiswa Atlet dan Juara Seni

Khusus untuk pilihan Program Studi Kedokteran, program tersebut hanya tersedia melalui jalur Beasiswa Afirmasi dan Beasiswa Hafizah Hafiz.
Ketentuan Umum
Beberapa ketentuan yang harus diperhatikan oleh peserta seleksi Beasiswa Santri antara lain:
- Biaya pendaftaran untuk Beasiswa Santri sebesar Rp200.000.
- Peserta dapat memilih maksimal tiga program studi, kecuali Program Studi Kedokteran.
- Seleksi dilakukan berdasarkan nilai rapor dan prestasi unggul dalam bidang ilmu keagamaan.
- Peserta juga diharapkan memiliki penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab yang baik.
Fasilitas Beasiswa
Peserta yang dinyatakan lolos seleksi Beasiswa Santri akan mendapatkan berbagai fasilitas pendidikan, di antaranya:
- Pembebasan biaya Uang Kuliah Awal (UKA).
- Pembebasan biaya Uang Kuliah Kuartal (UKK).
- Fasilitas akomodasi tempat tinggal di Pondok Pesantren UII secara gratis.
Selain mengikuti pendidikan akademik di kampus, penerima beasiswa juga akan menjalani pendidikan kepesantrenan di Pondok Pesantren UII sebagai bagian dari program pembinaan karakter dan keilmuan.
Mekanisme Seleksi
Seleksi Beasiswa Santri dilaksanakan melalui dua tahap utama, yaitu seleksi berkas dan ujian kompetensi.
Ujian kompetensi dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting yang terbagi dalam dua sesi, yaitu:
- Tes Tulis yang meliputi Potensi Akademik, Penguasaan Bahasa Arab, dan Penguasaan Bahasa Inggris.
- Wawancara yang mencakup Psikotes, kemampuan Bahasa Arab, Bahasa Inggris, serta wawasan kepesantrenan.
Jadwal Pelaksanaan Seleksi
Berikut jadwal pelaksanaan seleksi Beasiswa Santri periode Maret 2026:
- Unggah Dokumen: 9 – 31 Maret 2026
- Pengumuman Seleksi Dokumen: 8 April 2026
- Technical Meeting: 13 April 2026
- Tes Tulis: 16 April 2026
- Wawancara: 20 April 2026
- Pengumuman Hasil Kelulusan: 30 April 2026
Dokumen yang Harus Disiapkan
Peserta seleksi wajib mengunggah beberapa dokumen sebagai syarat pendaftaran, yaitu:
- Sertifikat TOEFL atau TOAFL (atau yang setara) dengan skor minimal 450.
- Rapor semester 1, 2, 3, 4, dan 5 sesuai dengan tabel pemetaan mata pelajaran.
- Formulir Asesmen Diri Beasiswa Santri.
- Esai atau artikel bertema “Peran Cendekiawan Muslim untuk Umat” minimal 1500 kata.
- Esai atau artikel bertema “Capaian Prestasi Inspiratif dalam Hidupku” minimal 1500 kata.
- Bukti prestasi di bidang ilmu keagamaan dan/atau akademik tingkat provinsi, nasional, atau internasional yang diperoleh selama menempuh pendidikan di SMA, MA, SMK, atau Pondok Pesantren.
Selain itu, khusus bagi peserta yang memilih Program Studi Arsitektur, diwajibkan mengunggah tiga karya gambar atau sketsa buatan sendiri yang terdiri dari:
- Gambar landmark kota tempat tinggal.
- Gambar bagian dalam rumah sendiri.
- Gambar bagian luar rumah sendiri.
Program Beasiswa Santri ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi generasi muda yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren untuk mengembangkan potensi akademik sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan perguruan tinggi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!